facebook

Gerah Terus Ditanya 'Kapan Nikah?', Ini Lho Indikator Seseorang Siap Berkeluarga

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati
Gerah Terus Ditanya 'Kapan Nikah?', Ini Lho Indikator Seseorang Siap Berkeluarga
Ilustrasi menikah - Hukum Istri Memiliki 2 Suami. (Pexels)

Pandangan umum masyarakat Indonesia, seseorang yang sudah berusia 20-an tahun lebih sudah seharusnya memikirkan pernikahan.

Suara.com - Kabar pernikahan kerap jadi salah satu topik pembahasan dalam obrolan. Walaupun mungkin niatnya sekadar basa-basi, tetapi topik tersebut bisa jadi sensitif bagi sejumlah orang. 

Pandangan umum masyarakat Indonesia, seseorang yang sudah berusia 20-an tahun lebih sudah seharusnya memikirkan pernikahan. Tetapi, faktor kesiapan menikah dan memiliki keluarga sendiri sebenarnya bukan sekadar usia, lho.

"Dikatakan seseorang siap nikah dan siap hamil ditunjukkan dengan kondisi calon pengantin dan calon ibu yang sehat," kata Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Irma Ardiana, MAPS., dalam konferensi pers virtual Hari Keluarga Nasional, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan bahwa calon ibu yang sehat berarti tidak mengalami anemia dan tidak kurang energi kronik. Selain itu, kedua calon pengantin harus mendapatkan bimbingan menjadi orangtua sebelum menikah.

Baca Juga: Takut Ditertawakan Cucu, Mpok Atiek Ogah Kawin Lagi

"Tentu selalu belajar kebutuhan anak dan lingkungan pertumbuhan dan perkembangannya. Bina Keluarga balita adalah peer bagi orangtua untuk saling berbagi dan belajar," ujarnya.

Ilustrasi menikah (Freepik.com)
Ilustrasi menikah (Freepik.com)

Untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas, Irma mengatakan bahwa persiapannya perlu dilakukan sejak remaja. Artinya, anak dikenalkan tentang kesehatan biologis serta organ reproduksi.

Irma mengungkapkan kalau angka anemia pada remaja di Indonesia masih tinggi. Oleh sebab itu, diperlukan pemahaman tentang gaya hidup yang dilakukan saat kecil akan sangat berdampak terhadap kehidupan saar dewasa.

"Fase berikutnya adalah memastikan ada program penyiapan kehidupan berkeluarga. Kalau di BKKBN kita menyebutnya sebagai trial salam genre, itu adalah salam semangat dari generasi berencana untuk tidak free sex, tidak menikah dini, dan menjauhi Napza," pungkasnya.

Baca Juga: Indah Permatasari Minta Maaf Gegara Ibunya Memaki, Sikap Arie Kriting Malah Tak Terduga

Komentar