5 Fakta Kenaikan Harga Tiket Masuk Taman Nasional Komodo Jadi Rp3,75 Juta

Agatha Vidya Nariswari

Jum'at, 22 Juli 2022 | 16:53 WIB
5 Fakta Kenaikan Harga Tiket Masuk Taman Nasional Komodo Jadi Rp3,75 Juta
Taman Nasional Komodo (Stutterstock)

Suara.com - Kenaikan harga tiket masuk Rp3,7 juta ke Taman Nasional Komodo di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai 1 Agustus mendatang menuai pro dan kontra. Salah satu penolakan dari sejumlah warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Penyelemat Pariwisata Manggarai Barat.

Mereka menggelar aksi demo di depan Kantor Bupati Manggarai Barat pada Senin (18/7/2022) lalu, mendesak pemerintah mencermati kembali beberapa poin penting seputar rencana kenaikan harga tiket masuk Taman Nasional Komodo.

"Kami mengajak pemerintah untuk mencermati kembali beberapa poin penting seputar rencana itu," kata Ketua Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata Manggarai Barat Rafael Todowela di hadapan Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi.

Rencana kenaikan harga tiket Taman Nasional Komodo juga membuat sejumlah wisatawan terpaksa membatalkan kunjungannya kesana. Berikut fakta seputar kenaikan harga tiket masuk Taman Nasional Komodo.

1. Profesor Emil Salim sebut Taman Komodo berbeda dengan wisata lainnya

Mantan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Prof H Emil Salim ikut angkat suara terkait kenaikan harga tiket masuk Taman Nasional Komodo.

Ia mengatakan, ketika masih menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup, ia menetapkan Taman Nasional Komodo sebagai salah satu Taman Nasional pertama di Indonesia.

Menurutnya, Taman Nasional Komodo merupakan wisata yang unik dengan hewan yang memiliki nilai historis yang tinggi. Dan itulah yang menjadikan Taman Nasional Komodo berbeda dengan wisata yang lainnya.

"Wisata komodo adalah wisata dengan living creature yang unik yang merupakan binatang yang historis." ujarnya dalam keterangannya, Kamis, (21/7/2022).

baca juga

2. Taman Nasional Komodo perlu dijaga ekosistemnya

Lebih lanjut Profesor Emil mengatakan Taman Nasional Komodo merupakan wisata hidup bukan wisata benda mati, karena berhubungan dengan nyawa hewan, yakni komodo.

Untuk mengembangkan pariwisata disana dibutuhkan strategi. Salah satunya dengan membatasi jumlah wisatawan yang berkunjung kesana.

Jika jumlah pengunjung tidak dibatasi, ia khawatir ekosistem asli komodo akan terganggung dan hal itu bisa berdampak pada keberadaan hewan komodo itu sendiri.

“Maka jangan jumlah pengunjung menjadi kriteria. Yang menjadi objek wisata adalah makhluk hidup, bukan barang mati. Apabila ekosistemnya terganggu bisa mengganggu ekuilibrium kehidupan komodo, yang mana kita tidak punya ahlinya," paparnya

3. Tanggapan Presiden Jokowi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Biaya ke Labuan Bajo? Destinasi Wisata yang Sedang Gencar Digenjot Jokowi

Berapa Biaya ke Labuan Bajo? Destinasi Wisata yang Sedang Gencar Digenjot Jokowi

Lifestyle | Jum'at, 22 Juli 2022 | 14:06 WIB

Ini Alasan Presiden Jokowi Tetapkan Tiket Masuk Pulau Komodo Rp3,75 Juta

Ini Alasan Presiden Jokowi Tetapkan Tiket Masuk Pulau Komodo Rp3,75 Juta

Sumsel | Jum'at, 22 Juli 2022 | 06:25 WIB

Polemik Mahal Tiket Taman Nasional Komodo, Jokowi: Bisa Lihat di Pulau Rinca, Mukanya Sama

Polemik Mahal Tiket Taman Nasional Komodo, Jokowi: Bisa Lihat di Pulau Rinca, Mukanya Sama

News | Kamis, 21 Juli 2022 | 17:28 WIB

Pakar Lingkungan Hidup Angkat Suara Terkait Biaya Konservasi Taman Nasional Komodo: Komodo Harus Tetap Ada!

Pakar Lingkungan Hidup Angkat Suara Terkait Biaya Konservasi Taman Nasional Komodo: Komodo Harus Tetap Ada!

Lifestyle | Kamis, 21 Juli 2022 | 14:12 WIB

Warga Demonstrasi Tolak Kenaikan Harga Tiket Masuk Taman Nasional Komodo Rp3,75 Juta Per Orang

Warga Demonstrasi Tolak Kenaikan Harga Tiket Masuk Taman Nasional Komodo Rp3,75 Juta Per Orang

News | Senin, 18 Juli 2022 | 14:36 WIB

Terkini

Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!

Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:39 WIB

Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas

Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:25 WIB

Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun

Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:20 WIB

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

×