Pekan Menyusui Dunia 2022, AIMI Akan Gelar Pawai Payung Menyusui

Vania Rossa Suara.Com
Rabu, 03 Agustus 2022 | 08:07 WIB
Pekan Menyusui Dunia 2022, AIMI Akan Gelar Pawai Payung Menyusui
Ilustrasi menyusui. (Elements Envato)

Suara.com - World Breastfeeding Week atau Pekan Menyusui Dunia (PMD) yang dirayakan setiap pekan pertama (tanggal 1-7) bulan Agustus, merupakan sebuah kampanye global yang bertujuan untuk melindungi, mempromosikan, dan mendukung menyusui, serta meningkatkan kesehatan ibu dan bayi di seluruh dunia.

Jika pada dua tahun sebelumnya PMD terpaksa dilaksanakan secara daring akibat pandemi Covid-19, pada tahun ini rangkaian acara Pekan Menyusui Dunia 2022 dengan tema “Berperan Lebih Untuk Menyusui: Mendukung dan Mengedukasi” dilakukan secara hybrid.
Selain webinar bertajuk BerAKSI (Bertumbuh dan Berkembang dengan ASI) yang diselenggarakan bersama Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI), ada pula aksi turun ke jalan pada saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), Minggu (7/8/2022), dengan membawa payung putih yang melambangkan dukungan kepada ibu menyusui.

Pawai Payung Menyusui. (Dok. AIMI)
Pawai Payung Menyusui. (Dok. AIMI)

Di DKI Jakarta, rute pawai akan dimulai di Bundaran HI, memutar di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Karet Sudirman Phinisi, dan kembali berakhir di Bundaran HI.

Sedangkan AIMI daerah serta cabang seperti di Aceh, Sumatra Utara, Bangka Belitung, Sumatra Barat, Jambi, Lampung, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Depok, Cirebon, Bekasi, Bogor, Solo, Purwokerto, Bantul, Malang, Sorowako, serta Madiun akan melakukan kampanye dukungan menyusui serupa di taman kota, alun-alun, HBKB dan pusat keramaian masing-masing daerah.

Pada tahun 2019 sebelum PPKM dimulai, aksi serupa sudah pernah dilakukan AIMI, namun aksi pawai payung putih tahun ini akan melibatkan lebih banyak pihak, seolah menegaskan pesan World Alliance for Breastfeeding Action (WABA) bahwa dalam mendukung menyusui membutuhkan peran banyak aktor dalam berbagai tingkatan.

Perempuan membutuhkan dukungan dari layanan kesehatan, tempat kerja dan masyarakat untuk menyusui secara optimal yang disebut Rantai Dukungan Berkelanjutan untuk Menyusui. Pendidikan dan transformasi sistem yang ada, yang didukung oleh kebijakan nasional berbasis bukti, akan membantu memastikan fasilitas kesehatan yang ramah menyusui, komunitas dan tempat kerja yang mendukung, dan akan meningkatkan keberhasilan menyusui, gizi dan kesehatan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Rantai Dukungan menjadi penting mengingat kian banyaknya tantangan yang dihadapi oleh ibu menyusui di seluruh dunia dalam tahun-tahun terakhir. Tantangan-tantangan ini antara lain pandemi Covid-19 yang belum benar-benar usai, konflik geopolitik, ketidaksetaraan dan masalah kerawanan pangan, keterbatasan kapasitas sistem kesehatan, serta pembatasan jarak fisik yang berarti berkurangnya layanan tatap muka untuk orang tua sehingga mereka menerima lebih sedikit informasi dan kesempatan untuk mendapatkan konseling menyusui yang memadai.

Bahkan, di luar sana masih saja ada pihak-pihak yang menerapkan kebijakan yang tidak berbasis bukti seperti memisahkan bayi dari ibu mereka dan melarang menyusui ketika ibu diduga terpapar Covid-19.

Selain itu, promosi industri produk Pengganti ASI (PASI) juga telah mempengaruhi orang tua terkait keputusan pemberian asupan bayi. Misinformasi seolah PASI merupakan pilihan yang lebih aman di masa Covid-19 jelas merupakan pelanggaran Kode Internasional Pemasaran Pengganti ASI dan Resolusi Majelis Kesehatan Dunia (Kode Internasional).

Baca Juga: Pekan Menyusui Dunia 2022 Ajak Para Ibu Untuk Mengetahui Pentingnya ASI untuk Bayi

“Pada PMD 2022 kali ini, kita semua diajak untuk bisa sama-sama memberikan dukungan dan perhatian yang lebih lagi untuk menyusui. Karena tanpa kita sadari, banyak sekali pihak yang belum paham secara utuh bagaimana cara membantu ibu dan anak untuk menyusui. Edukasi di semua sektor juga tidak kalah penting agar semua pihak memiliki kemauan, memahami pentingnya menyusui dan mampu untuk memberikan dukungan yang tepat serta positif bagi keberhasilan menyusui,” imbau Nia Umar, Ketua Umum AIMI, mengutip siaran tertulisnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI