Kota Chengdu Bakal Lockdown akibat Kasus Covid Naik, Viral Potret Warga Lakukan Panic Buying

Rima Sekarani Imamun Nissa, Hiromi Kyuna

Sabtu, 03 September 2022 | 10:11 WIB
Kota Chengdu Bakal Lockdown akibat Kasus Covid Naik, Viral Potret Warga Lakukan Panic Buying
Panic buying di Chengdu (Twitter @manyapan)

Suara.com - Pandemi Covid nyatanya hingga kini belum berakhir. Sejumlah wilayah bahkan mengalami peningkatan kasus yang cukup siginifikan.

Penduduk Kota Chengdu di Sichuan, China, kini harus melakukan lockdown atau karantina wilayah akibat peningkatan kasus Covid. Pemerintah setempat mengumumkan kampanye pengujian massal di kota mulai 1 hingga 4 September 2022 dan memerintahkan orang untuk tinggal di rumah.

Melansir dari Whats on Weibo, selama 7 hari terakhir kota tersebut melaporkan total 606 kasus positif baru. Jumlah tersebut hampir sepertiga dari semua kasus baru yang dilaporkan di daratan China minggu ini.

Supermarket lokal pun mengalami peningkatan pembeli yang datang untuk membeli bahan makanan sejak 29 Agustus, ketika desas-desus lockdown mulai tersebar. Pihak berwenang sudah mengingatkan untuk tak melakukan panic buying namun hal ini tak dihiraukan.

Banyak gambar viral di media sosial yang menunjukkan orang-orang memborong daging, sayuran, kondom, bahkan ayam hidup. Hal ini seperti yang tampak dalam cuitan akun Twitter @manyapan yang sudah mendapatkan lebih dari 26 ribu likes hingga Sabtu (3/9/2022).

Dalam foto-foto yang beredar luas di media sosial, tampak orang-orang berdesakan menyerbu supermarket. Banyak orang yang memenuhi bagasi mobilnya dengan makan hingga menggantungkan ayam-ayam hidup di atas kendaraannya.

Rak-rak produk makanan, kulkas, hingga meja berisi daging segar habis diborong. Bahkan ada potret di mana pintu kulkas hampir copot.

Warganet yang memulai desas-desus soal karantina wilayah pada 29 Agustus 2022 akhirnya ditahan keesokan harinya karena dianggap memprovokasi masalah.

Warganet tersebut menerima hukuman 15 hari dengan denda 1000 Yuan atau sekitar Rp2,1 juta. Pemerintah kemudian juga menghapus tagar Chengdu Lockdown.

baca juga

Warganet juga berbagi kekhawatiran mereka tentang situasi ini. Pasalnya, lockdown yang terjadi di Shanghai awalnya disebutkan hanya untuk 5 hari namun justru berakhir 2 bulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa itu Panic Buying? Begini Definisi, Penyebab dan Contoh Peristiwa

Apa itu Panic Buying? Begini Definisi, Penyebab dan Contoh Peristiwa

News | Jum'at, 02 September 2022 | 06:17 WIB

China Siap Lockdown Lagi, Pasar Ditutup dan Transportasi Publik Dibatasi

China Siap Lockdown Lagi, Pasar Ditutup dan Transportasi Publik Dibatasi

Health | Jum'at, 12 Agustus 2022 | 23:21 WIB

COVID-19 Belum Tuntas Melanda, Toyota Hentikan Produksi Sementara

COVID-19 Belum Tuntas Melanda, Toyota Hentikan Produksi Sementara

Otomotif | Rabu, 10 Agustus 2022 | 12:46 WIB

Terkini

MA Tolak Kasasi, Advokat Marcella Santoso Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

MA Tolak Kasasi, Advokat Marcella Santoso Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

News | Senin, 14 September 2026 | 20:47 WIB

Piala Saja Tidak Cukup! Ini Kunci Sukses Pelajar Indonesia Menembus Panggung Dunia

Piala Saja Tidak Cukup! Ini Kunci Sukses Pelajar Indonesia Menembus Panggung Dunia

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 20:46 WIB

Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan

Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 20:45 WIB

Kronologi Konser Kotak Mendadak Dihentikan: Bau Menyengat di Lagu ke-10, Tantri Sampai Sesak Napas

Kronologi Konser Kotak Mendadak Dihentikan: Bau Menyengat di Lagu ke-10, Tantri Sampai Sesak Napas

News | Senin, 14 September 2026 | 20:36 WIB

Bahas RUU Perampasan Aset Habiburokhman 'Ditodong' Pukat UGM: Buka Drafnya, Biar Kami Bedah!

Bahas RUU Perampasan Aset Habiburokhman 'Ditodong' Pukat UGM: Buka Drafnya, Biar Kami Bedah!

News | Senin, 14 September 2026 | 20:36 WIB

Dari Anak Sekolah hingga Orang Dewasa, 330 Warga Tangerang Dapat Akses Pendidikan

Dari Anak Sekolah hingga Orang Dewasa, 330 Warga Tangerang Dapat Akses Pendidikan

Banten | Senin, 14 September 2026 | 20:29 WIB

Eks TA DPR Adi Harnowo Bantah Terlibat Penjualan Pita Cukai Palsu

Eks TA DPR Adi Harnowo Bantah Terlibat Penjualan Pita Cukai Palsu

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 20:21 WIB

Nikmati Cashback 20% Pakai QRIS BRImo di Cafe Kissa

Nikmati Cashback 20% Pakai QRIS BRImo di Cafe Kissa

Bri | Senin, 14 September 2026 | 20:18 WIB

Malam Ini, Kualitas Udara di Pekanbaru Sangat Tidak Sehat

Malam Ini, Kualitas Udara di Pekanbaru Sangat Tidak Sehat

Riau | Senin, 14 September 2026 | 20:17 WIB

Besok Sekolah Palembang Masuk atau Masih Daring? Ini Patokan ISPU untuk Tatap Muka

Besok Sekolah Palembang Masuk atau Masih Daring? Ini Patokan ISPU untuk Tatap Muka

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 20:16 WIB

×