Pekerjaan Idaman: Dibayar untuk Tidak Melakukan Apa-Apa

SiswantoABC Suara.Com
Senin, 12 September 2022 | 16:35 WIB
Pekerjaan Idaman: Dibayar untuk Tidak Melakukan Apa-Apa
Ilustrasi karyawan bahagia. [freepik.com/drobotdean]

Suara.com - Shoji Morimoto memiliki apa bagi sebagian orang kelihatannya sebagai pekerjaan impian: dia dibayar untuk tidak melakukan apa-apa.

Penduduk Tokyo berusia 38 tahun mengenakan biaya 10.000 yen (Rp1 juta) per pemesanan untuk menemani klien, yang tugasnya memang tak ada yang lain hanya menemani.

"Pada dasarnya, saya menyewakan diri saya. Pekerjaan saya adalah berada di mana pun klien menginginkan saya, dan tidak melakukan apa pun secara khusus," kata Shoji kepada kantor berita Reuters.

Ia mengaku kalau ia sudah menangani sekitar 4.000 sesi bersama klien-kliennya dalam waktu empat tahun.

Dengan tubuh kurus dan penampilan rata-rata, Shoji memiliki hampir seperempat juta pengikut di Twitter, di mana ia bertemu dengan para klien-nya.

Kira-kira seperempat dari mereka adalah pelanggan tetap, termasuk yang telah mempekerjakannya sampai 270 kali.

Saat sedang bekerja, ia diminta untuk menemani seorang yang ingin bermain jungkat-jangkit di taman. Pernah juga ia diminta untuk melambaikan tangannya di stasiun kereta api, saat ada kliennya yang ingin punya seseorang melepasnya pergi.

Meskipun layanan menyewa orang seperti ini sudah pernah terdengar sebelumnya di Jepang, di mana ada agensi yang menyewakan aktor untuk menjadi teman teman, yang membedakan Shoji adalah pendekatannya, yakni ia tidak perlu banyak usaha saat bekerja, karena tak ada peran spesifik yang harus dilakukan.

"Yang saya maksud dengan tidak melakukan apa-apa adalah, saya hanya makan dan minum [dengan klien saya], dan saya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang gampang dijawab dengan sederhana," jelasnya.

Baca Juga: Hasil Penelitian: PNS Masih Jadi Pekerjaan Impian Bagi Kaum Muda di Indonesia

Tapi bukan berarti Shoji mau melakukan apa pun.

Dia menolak tawaran untuk memindahkan lemari es "karena melibatkan pekerjaan fisik", perjalanan ke Kamboja, dan tidak menerima permintaan apa pun yang sifatnyaseksual.

Pekan lalu, Shoji duduk berhadapan dengan Aruna Chida, seorang analis data berusia 27 tahun untuk mengobrol ringan sambil minum teh dan kue.

Aruna ingin mengenakan pakaian tradisional India di depan umum, tapi kalau ia ajak teman-temannya malah takut jadi mempermalukan mereka.

Jadi dia berpaling ke Shoji untuk menemaninya.

"Dengan teman-teman saya, saya merasa saya harus menghibur mereka, tetapi dengan orang sewaan [Shoji] saya tidak merasa perlu untuk mengobrol," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI