Suara.com - Tren kecantikan terus berkembang. Selain wajah glazed donut ala Hailey Bieber, salah satu tren skincare yang banyak diikuti adalah skinimalism.
Sesuai dengan namanya yang hampir seperti skin - minimalism atau wajah minimalis, tren ini menonjolkan penggunaan skincare seminimal mungkin. Tren ini diminati lantaran mampu menghasilkan kulit wajah yang sehat dan glowing serta menghemat waktu dan uang.
Selain itu tren ini juga mampu membuat konsumen lebih berfokus pada permasalahan kulit dan bisa mengaplikasikan skincare yang sesuai dengan jenis kulit masing-masing.
"Berfokus pada satu masalah di satu waktu justru lebih baik daripada mengatasi semua masalah kulit secara bersamaan. Ada banyak resiko yang bisa terjadi ketika memakai banyak produk bersamaan, di antaranya adalah hiperpegmentasi yang butuh waktu lama untuk diatasi ," ungkap dr. Shareene Idriss, dermatologist asal New York.

Dilansir dari laman InStyle, skinimalism awalnya diprediksi akan menjadi tren kecantikan pada tahun 2021 menurut laporan Pinterest's Pinterest Predicts 2021. Kemunculannya ditengarai kesadaran masyarakat kala menggunakan produk kecantikan.
Biasanya mereka akan menghabiskan banyak uang untuk memiliki beragam produk skincare dengan tujuan yang beragam. Jadi, ketika ada satu produk yang mencakup banyak kebutuhan, minat konsumen pun berubah.
Tren ini juga mengubah rutinitas skincare yang biasanya mencapai 10 tahap menjadi hanya 3-5 tahapan saja. Rutinitas penggunaan skincare ini terbagi dalam dua waktu, pagi dan malam.
Setidaknya gunakan tiga produk berupa cleanser, moisturizer, dan sunscreen di pagi hari. Sementara untuk malam hari, bisa ditambahkan dengan serum atau essence.
Namun, ada hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menerapkan skinimalism. Ini mulai dari memastikan kulit terhidrasi dengan baik hingga pentingnya konsultasi terlebih dahulu pada dokter untuk hasil maksimal.