Suara.com - Belakangan nama Jeffrey Dahmer ramai diperbincangkan oleh publik usai Netflix meluncurkan miniseries yang diadaptasi dari kisah hidupnya. Lelaki asal Milwaukee, Amerika Serikat tersebut merupakan sosok pembunuh berantai dan pelaku kejahatan seksual yang sudah membunuh 17 pria dan anak lelaki antara tahun 1978 hingga 1991.
Dilansir dari Nypost, saking populernya series ini, muncul tren tiktok 'Polaroid Challenge' yang memperlihatkan reaksi para Tiktokers kala menyaksikan hasil foto polaroid korban Jeffrey Dahmer. Selain itu, beberapa barang yang diduga miliknya mulai dijual di berbagai situs dengan harga tak main-main.
Sebut saja alkitab Jeffrey yang dijual dengan harga 6 ribu dolar atau setara dengan Rp91 Juta hingga fotonya seharga Rp53 Juta. Terbaru, Nypost melaporkan bila situs Cult Collectibles yang menjual barang-barang berkaitan dengan pembunuhan dan kejahatan merilis guci yang diduga berisi abu kremasi milik lelaki berjuluk Monster Milwaukee.
"Vas abu Monster Milwaukee adalah item kejahatan paling langka yang ku miliki di situs ini," ungkap Taylor James, pemilik situs tersebut.
Sejauh ini vas abu tersebut menjadi barang milik Jeffrey yang dijual dengan harga paling mahal. Pembeli perlu merogoh kocek hingga 250 ribu dolar atau setara dengan Rp3 Miliar.
Dengan harga yang cukup mengelus dada tersebut, abu milik Jeffrey diberi wadah bulat dari aluminum dan tas. Penjualan ini juga dilengkapi dengan memorabilia Jeffrey.
Penjual abu kremasi ini juga menekankan hanya membalas pertanyaan serius dan tidak akan menerima barter ataupun cicilan.
Sayangnya belum jelas apakah guci ini benar-benar milik Jeffrey atau tidak. Pasalnya setelah dikremasi pada tahun 1995, abu miliknya diberi kepada orang tuanya. Ayahnya yang sampai saat ini masih hidup tidak memberikan keterangan apa pun mengenai penjualan abu yang diduga milik anaknya.