Cegah Trauma Saat Dewasa, Anak Korban Kekerasan Seksual Perlu Segera Dapat Pertolongan Kejiwaan

Jum'at, 28 Oktober 2022 | 21:13 WIB
Cegah Trauma Saat Dewasa, Anak Korban Kekerasan Seksual Perlu Segera Dapat Pertolongan Kejiwaan
Ilustrasi korban kekerasan seksual. (Pixabay/Favor)

Suara.com - Anak korban kekerasan seksual perlu segera mendapatkan pertolongan pertama. Sebab jika terlambat, bukan tak mungkin trauma yang terjadi membekas hingga dewasa.

Dikatakan Konselor Akara Perempuan, Siti Hajar Rahmawati bahwa anak korban kekerasan seksual bisa mengalami PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) atau gangguan stres pascatrauma, yaitu kondisi kesehatan jiwa yang dipicu oleh peristiwa traumatis.

PTSD ini kata Siti Hajar, bisa terjadi jika setelah pengalaman buruk dialami anak usia kurang dari 8 tahun, tapi tidak segera mendapatkan pertolongan ahli, akibatnya trauma akan muncul kembali saat dewasa.

Ilustrasi Perbedaan Pelecehan Seksual dan Kekerasan Seksual (Unplash)
Ilustrasi Kekerasan Seksual (Unplash)

"Banyak ternyata pengalaman di masa kecil hilang di saat remaja, di atas usia 8 tahun hilang. Tapi tiba-tiba sat dewasa muncul lagi," ujar Siti Hajar dalam acara diskusi Ikatan Dokter Indonesia, Jumat (28/10/2022).

Ia menambahkan, anak korban kekerasan seksual seperti pemerkosaan maupun pemaksaan hubungan anal seks (seks dari anus), harus segera mendapatkan terapi rutin psikolog atau psikiater.

"Ada psikiater dan psikolog yang mendamping, itu akan lebih baik," jelas Siti Hajar.

Selain berisiko alami PTSD, anak korban kekerasan seksual juga berisiko jadi pelaku kekerasan seksual saat dewasa, jika kondisinya tidak segera dapat penanganan ahli.

Hal ini dibenarkan Wakil Sekjen Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI), dr Baety Adhayati, SpFM(K), bahwa ada potensi korban tidak lagi merasa menjadi korban, dan berubah menjadi pelaki. Ini karena pelaku sudah sering melakukan perbuatan kejinya berkali-kali, bahkan bertahun-tahun.

Ditambah dari yang awalnya pelaku memaksa korban. Lalu di aksi berikutnya korban yang tidak tahu cara melawan karena masih anak-anak, malah terbuai oleh rayuan pelaku.

Baca Juga: Mahasiswa Jakarta Diduga Korban Sodomi di Kampus Riau Akhirnya Lapor ke Bareskrim

"Dan akhirnya dia mencontoh, ternyata nyaman ya diperlakukan seperti itu, akhirnya mencoba juga," timpal dr. Baety di acara yang sama.

Aksi mencoba dari korban menjadi pelaku saat dewasa ini, dilakukan kepada korban baru yang lebih lemah darinya, seperti anak sekolah yang usianya masih kecil dan mudah diiming-imingi dengan hadiah dan sebagainya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI