Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama

Muhammad Yasir, Lilis Varwati

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:09 WIB
Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama
Ketua Umum KUPI, Badriyah Fayumi di Masjid Cut Nyak Dien, Jakarta, Minggu (24/5/2026). [Suara.com/Lilis]
baca 10 detik
  • Kongres Ulama Perempuan Indonesia menyoroti maraknya kasus kekerasan seksual di berbagai lembaga pendidikan, termasuk pesantren dan perguruan tinggi.
  • Penelitian PPIM tahun 2025 membuktikan bahwa peran aktif ulama perempuan meningkatkan ketahanan pesantren terhadap ancaman kekerasan seksual.
  • KUPI mendorong berbagi prosedur operasional standar antarlembaga pendidikan untuk memperkuat pencegahan kekerasan secara masif dan konkret.

Suara.com - Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) menyoroti maraknya kasus kekerasan seksual yang terus terungkap di lembaga pendidikan, mulai dari pesantren hingga perguruan tinggi.

Kondisi ini dinilai menjadi alarm serius karena terjadi di ruang yang semestinya menjadi benteng pembentukan moral dan karakter.

Ketua Umum KUPI, Badriyah Fayumi, mengatakan rentetan kasus yang muncul belakangan menunjukkan bahwa kekerasan masih menjadi persoalan besar di dunia pendidikan.

“Hari ini, setiap hari, hati kita dibuat pilu dan malu karena kekerasan seksual di lembaga pendidikan terbongkar satu demi satu, baik di pesantren maupun di perguruan tinggi,” kata Badriyah usai acara Hari Puncak Bulan Kebangkitan Ulama Perempuan Indonesia di Masjid Cut Nyak Dien, Jakarta, Minggu (24/5/2026).

Menurut dia, persoalan tersebut tidak berdiri sendiri. Selain kekerasan seksual, berbagai bentuk kekerasan lain juga muncul di lingkungan pendidikan, termasuk kekerasan yang melibatkan peserta didik maupun tenaga pendidik.

"Jadi, kekerasan memang luar biasa mengepung kita di semua lini, termasuk di lembaga yang mestinya menjadi benteng moral,” ujarnya.

Di tengah maraknya kasus tersebut, Badriyah mengungkap temuan penelitian Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) tahun 2025 yang menunjukkan adanya faktor penting dalam pencegahan kekerasan seksual di pesantren.

Penelitian itu menemukan pesantren yang memiliki peran aktif ulama perempuan atau bu nyai cenderung memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap ancaman kekerasan seksual.

“Penelitian PPIM menemukan fakta bahwa pesantren yang banyak atau ulama perempuannya berperan memiliki resiliensi atau ketahanan yang jauh lebih tinggi terhadap ancaman kekerasan seksual dibandingkan dengan yang bunyai atau ulama perempuannya kurang berperan,” tuturnya.

baca juga

Badriyah menilai hasil penelitian tersebut membuktikan keterlibatan ulama perempuan memiliki kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman.

“Artinya apa? Para ulama perempuan KUPI dan jaringan KUPI di ruang khidmat masing-masing telah berkontribusi secara nyata dalam pencegahan itu,” katanya.

Kiai Ashari dari pondok pesantren di Pati ditangkap karena kasus pencabulan terhadap puluhan santri [Hasil generate chatGPT dari bidik layar asli]
Kiai Ashari dari pondok pesantren di Pati ditangkap karena kasus pencabulan terhadap puluhan santri [Hasil generate chatGPT dari bidik layar asli]

Ia bahkan menyebut sejumlah kasus kekerasan seksual yang belakangan mencuat umumnya tidak terjadi di pesantren yang memiliki keterlibatan aktif jaringan ulama perempuan KUPI.

“Biasanya yang muncul itu tidak ada ulama perempuan KUPI-nya, nama-nama yang muncul itu. Tapi ini menjadi tantangan kita semua. Mudah-mudahan gerakan kita menjadi semakin masif dan bisa menjangkau semakin banyak lagi lembaga pendidikan,” lanjut Badriyah.

Untuk memperluas upaya pencegahan, KUPI mendorong pesantren yang telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) penanganan dan pencegahan kekerasan seksual agar membagikan praktik baik tersebut kepada lembaga pendidikan lain.

“Saya mohon beberapa pesantren yang sudah punya SOP dan diterapkan, mungkin nanti bisa sharing sehingga bisa langsung di-copy paste di pesantren masing-masing,” ucapnya.

Menurut Badriyah, gerakan pencegahan harus diperkuat secara konkret dan menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan agar kasus serupa tidak terus berulang.

“Gerakan pencegahan ini konkret dan masif, dikawal orang-orang yang memang lahir batin menginginkan Indonesia tanpa kekerasan,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setop Pembangunan Top-Down! Saatnya Suara Perempuan Akar Rumput Masuk Kebijakan Nasional

Setop Pembangunan Top-Down! Saatnya Suara Perempuan Akar Rumput Masuk Kebijakan Nasional

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 13:03 WIB

Pelecehan Verbal Dominasi Laporan Kasus Kekerasan Seksual Dosen UPN Veteran Yogyakarta

Pelecehan Verbal Dominasi Laporan Kasus Kekerasan Seksual Dosen UPN Veteran Yogyakarta

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:29 WIB

Krisis Iklim Mengubah Politik Gender Rumah Tangga, Bagaimana Bisa?

Krisis Iklim Mengubah Politik Gender Rumah Tangga, Bagaimana Bisa?

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:09 WIB

Terkini

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:19 WIB

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

Video | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:36 WIB

×