KPAI Minta Masyarakat Tak Sebar Video Viral Diduga Eks Petinggi OVO Aniaya Anak

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 21 Desember 2022 | 12:55 WIB
KPAI Minta Masyarakat Tak Sebar Video Viral Diduga Eks Petinggi OVO Aniaya Anak
Ilustrasi Kekerasan dalam Rumah Tangga. (pixabay)

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) minta masyarakat tidak menyebarkan video diduga eks petinggi OVO aniaya anak dan lakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Komisioner KPAI, Retno Listyarti mengatakan penyebaran video aniaya anak yang saat ini ramai beredar harus dihentikan karena polisi sudah menidaklanjuti kasus, sehingga sudah masuk ke ranah hukum.

"Karena polisi sudah turun tangan, maka saya kepada masyarakat yang mendapat kiriman video tersebut untuk tidak membagikan ulang kiriman tersebut, stop di Anda atau kita," ujar Retno melalui keterangan yang diterima suara.com, Rabu (21/12/2022).

Ayah diduga KDRT anak dan istrinya (istimewa).
Ayah diduga KDRT anak dan istrinya (istimewa).

Selain itu, menurut Retno jika video terus tersebar dampaknya akan mempengaruhi psikologi anak yang jadi korban, maupun anak-anak lainnya yang bisa ketakutan hingga mencontoh aksi tersebut.

"Karena jika anak-anak lainnya melihat video kekerasan berpetensi berdampak psikis pada anak," ungkap Retno.

Ia menemukan tidak kurang dari 3 video tersebar ke masyarakat di media sosial dan grup WhatsApp, yang memperlihatkan lelaki setengah baya memukul kepala hingga menendang tubuh anak tersebut. 

Dari video, KPAI menduga aksi kekerasan oleh ayah pada anaknya tersebut, terjadi di sebuah ruangan yang terlihat seperti apartemen.

Retno menambahkan, ia dapat informasi jika penganiayaan sudah dilaporkan dengan polisi dengan nomor LP/B/2301/I/X/2022/SPKT/Polres Metro Jaksel/Polda Metro Jaya, pada 23 September 2022 lalu dan dibuat oleh ibu korban berinisial KEY.
 Polisi menyebut dugaan pemukulan tersebut terjadi sepanjang 2021 hingga 2022 di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan. Dalam laporannya, pelaku diduga memukul hingga menendang sang anak. 


"Sementara anak korban sudah mendapatkan pendampingan psikologi dari P2TP2A DKI Jakarta. Saat ini Kepolisian akan melakukan gelar perkara untuk menindaklanjuti kasus ini naik ke penyidikan," jelasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Diduga Eks Petinggi OVO Tendang dan Pukul Anak Sendiri, KPAI Beri Ancaman Ini ke Pelaku

Viral Diduga Eks Petinggi OVO Tendang dan Pukul Anak Sendiri, KPAI Beri Ancaman Ini ke Pelaku

Lifestyle | Rabu, 21 Desember 2022 | 10:26 WIB

Deddy Corbuzier Dihujat Gara-gara Kritik Video KDRT: Punya Otak Pasti Bisa Mikir!

Deddy Corbuzier Dihujat Gara-gara Kritik Video KDRT: Punya Otak Pasti Bisa Mikir!

Sumatera | Rabu, 21 Desember 2022 | 10:03 WIB

Bikin Merinding, Aksi Bos Perusahaan Ternama Tampar dan Tendang Anak Kandung - Istri: Main Game Terus Sih Bocahnya

Bikin Merinding, Aksi Bos Perusahaan Ternama Tampar dan Tendang Anak Kandung - Istri: Main Game Terus Sih Bocahnya

Moots | Rabu, 21 Desember 2022 | 09:27 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×