Commercial Interior Design
Bekerja pada desain ruang kerja, toko ritel, hotel, dan bangunan bernilai komersial lainnya. untuk memudahkan fungsi tugas dan menambah estetika visual.
Exhibition Design
Bekerja pada tata letak pameran dan dekorasi tempat dengan memahami desain bangunan khusus, desain dudukan modular, manajemen lantai, dan desain museum.
Lighting Design
Berfungsi dengan luminaries, shade dan fiting lampu untuk menciptakan efek pencahayaan dan memastikan pencahayaan yang memadai.
Kitchen Design
Mengkonseptualisasikan, Merancang dan mengeksekusi interior dapur.
Keahlian Mendesain Interior
Spatial Awareness
Memahami ruang dan pemanfaatan saat merencanakan interior, suasana dan fungsi ruang.
Technical Knowledge
Untuk membuat desain secara digital untuk klien, desainer harus menguasai perangkat lunak seperti Vectorworks, Autodesk Revit, 3D Max, Archicad, AutoCAD, Sketchup, 3D Homeplanner, dan Chief Architect.
Budgeting
Desainer harus dapat memperkirakan pengeluaran, membuat anggaran, mengidentifikasi biaya tersembunyi, bernegosiasi, dan mahir dalam pembukuan untuk penggunaan uang yang efisien.
Time Management
Desainer harus mengetahui cara mengelola kalender, mendelegasikan, dan mengatur waktu untuk menyelesaikan pekerjaan sebelum tenggat waktu.
Dynamic Creativity
Seorang desainer interior harus kreatif dan mengetahui gaya artistik, warna, kain, dan tren yang sedang berkembang.
Soft Skills
- Seorang desainer interior harus memiliki keterampilan komunikasi yang baik karena sebagian besar pekerjaan mereka adalah mengkomunikasikan gagasan.
- Mereka harus pandai memecahkan masalah untuk manajemen proses yang efektif, memprioritaskan tugas dan pemecahan masalah.
- Desainer interior harus menjadi pemikir proaktif dan kritis yang dapat memecahkan masalah sedini mungkin.
- Seorang desainer interior harus terorganisir untuk dapat menyelesaikan proyek tepat waktu dan sesuai anggaran yang ditetapkan.
Tugas Desainer Interior
- Mengembangkan ide awal dan memperoleh informasi penting tentang proyek potensial, mendiskusikan persyaratan secara detail dengan klien (brief) dan menetapkan jadwal proyek.
- Memahami kebutuhan klien dan kebutuhan orang-orang yang menggunakan bangunan untuk mengembangkan konsep desain dan membuat pengarahan akhir.
- Mempertimbangkan bahan dan biaya sesuai dengan anggaran dan negosiasikan biaya proyek.
- Melakukan penelitian dan mengumpulkan informasi dan foto-foto yang berkaitan dengan proyek.
- Menghasilkan presentasi kepada klien.
- Menyiapkan gambar kerja terperinci, desain, rencana, model dan skema, seringkali menggunakan perangkat lunak desain berbantuan komputer (CAD).
- Mampu bekerja dalam tim dengan desainer lain.
Tips Mendapatkan Pekerjaan Desain Interior
1. Penelitian tentang lapangan
Teliti dengan baik dan pelajari semua yang perlu diketahui tentang bidang Anda. Pahami berbagai aspek desain interior dan kumpulkan informasi yang relevan untuk memilih area kerja tertentu.
2. Pelajari alat yang diperlukan
Pastikan Anda menguasai perangkat lunak penting seperti AutoCAD, Sketchup, 3D Homeplanner, Vector works, dan lainnya. Semua calon desainer interior harus mempelajari alat-alat ini untuk membantu Anda memulai dengan kuat dan tumbuh lebih awal dalam karier Anda.
3. Dapatkan gelar dalam desain interior
Dapatkan gelar formal untuk menguasai teknis dan detail profesi sebelum Anda melamar pekerjaan sebagai desai
4. Membuat Portofolio
Portofolio adalah aset untuk karir Anda. Ini adalah kumpulan karya terbaik Anda. Buat portofolio dan sertakan sketsa ide, gambar sebelum dan sesudah lokasi kerja, sampel kain, dan lainnya. Portofolio akan membantu Anda membawa klien potensial melalui karya terbaik Anda dan akan membuktikan kredibilitas Anda sebagai desainer interior.
5. Magang untuk mendapat pengalaman
Dalam profesi seperti desain interior, pengalaman kerja sangat diperhitungkan. Sebelum mengincar pekerjaan desain interior, lakukan magang selama 6-12 bulan untuk memahami aspek kritis desain interior.
Persaingan untuk mendapatkan pengalaman kerja sangat tinggi sehingga penting untuk bersikap proaktif saat mencari peluang. Banyak kampus memiliki jurusan desain interior, namun karena hanya sedikit lulusan yang ditawari pekerjaan setelah lulus, maka penting untuk membangun jaringan dan memanfaatkan setiap peluang.
Ciptakan sebanyak mungkin network selama studi dan pengalaman kerja Anda, karena hal tersebut dapat membantu Anda memulai karier. Penting untuk membangun portofolio saat Anda ingin memulai dalam karier Anda. Portofolio dapat membantu, baik dalam hal promosi dalam perusahaan atau konsultasi, dan dalam menarik klien baru. Peluang pekerjaan desain interior memang terbuka lebar, namun keahlian dan soft skills harus Anda kuasai untuk masuk ke dunia kerja nantinya.
Anda bisa memulai karier di bidang desain interior setelah Anda lulus. Perkaya pengalaman dan networking agar bisa cepat diterima kerja. Jika Anda tertarik untuk bekerja sebagai freelancer desain interior di salah satu platform freelance terbesar yakni Fastwork, Anda bisa cek disini untuk syarat dan ketentuannya.