Dukun Pengganda Uang Banjarnegara Cekoki Korban Pakai Potas, Kenapa Sangat Mematikan?

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 05 April 2023 | 11:56 WIB
Dukun Pengganda Uang Banjarnegara Cekoki Korban Pakai Potas, Kenapa Sangat Mematikan?
Tersangka Dukun Slamet Tohari atau ST saat ditanya nama korban yang dikubur usai diracun. [Suara.com/Citra Ningsih]

Suara.com - Aksi keji Slamet Tohari (45) alias Mbah Slamet dukun pengganda uang Banjarnegara membunuh 11 korbannya menggunakan potas alias racun potasium sianida. Apa itu dan kenapa sangat mematikan?

Aksi pembunuhan Mbah Slamet terjadi di Desa Balun, Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Para korban dibunuh dengan cara diracun, yakni mencampurkan air minum dengan potas.

Para korban dibunuh karena menagih uang hasil penggandaan yang dilakukan Mbah Slamet, padahal sebelumnya dijanjikan uang hingga miliaran rupiah setelah meninggalkan uang puluhan juta.

Jenazah korban Mbah Slamet ditemukan aparat dikubur di halaman perbukitan miliknya, hanya beberapa yang dalam kondisi baru, selebihnya dalam kondisi tulang belulang dan sulit diidentifikasi.

Proses pemakaman 9 jenazah korban pembunuhan Slamet Tohari di Desa Balun, Wanayasa, Banjarnegara. (Suara.com/Citra Ningsih)
Proses pemakaman 9 jenazah korban pembunuhan Slamet Tohari di Desa Balun, Wanayasa, Banjarnegara. (Suara.com/Citra Ningsih)

Potas alias potasium sianida adalah salah satu jenis racun sianida dengan kode kimia KCN. Potasium sianida ini adalah bahan kimia dalam bentuk gas dan kristal, bekerja meracuni tubuh dengan cara mengganggu kinerja sitokrom C oksidase di sel bagian dalam dan mengikat oksigen.

Melansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Rabu (5/4/2023) bentuk potasium sianida ini berbentuk putih atau kristal padat. Saat tubuh terpapar zat beracun ini dengan cepat berakibat fatal alias mematikan.

Ini karena potasium sianida bekerja secara sistemik atau berdampak ke seluruh tubuh, khususnya pada organ yang paling sensitif atau kekurangan pasokan oksigen.

Organ yang paling terdampak zat ini yakni sistem saraf pusat atau otak, jantung dan pembuluh darah hingga paru-paru. Dalam industri, potasium sianida digunakan untuk mengekstraksi emas dan perak.

Sayangnya karena baunya tidak khas, menyebabkan sebagian besar orang tidak bisa mendeteksinya, sehingga tidak bisa mengenali sinyal atau peringatan berbahaya, apalagi potasium sianida menyerap air dari udara.

baca juga

Mengerikannya lagi potasium sianida tidak hanya berbahaya saat diminum atau dikonsumsi, terhirup, kontak dengan kulit dan mata akan sama bahayanya.

Sementara itu, kini polisi masih melakukan serangkaian penyelidikan, Kasat Reskrim Polres Banjarnegara AKP Bintoro Thio Pratama mengatakan hingga kini, polisi melakukan pendalaman dan penyelidikan guna mengetahui kepastian jumlah korban jiwa Mbah Slamet.

"Untuk jumlah pasti (korban pembunuhan Mbah Slamet) belum bisa kami pastikan. Namun kami terus melakukan pengembangan terkait kasus ini," ujar AKP Bintoro Thio Pratama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemakaman Korban Pembunuhan Dukun Penggandaan Uang di Banjarnegara

Pemakaman Korban Pembunuhan Dukun Penggandaan Uang di Banjarnegara

Foto | Rabu, 05 April 2023 | 10:52 WIB

5 Fakta Horor Paryanto Dikubur Hidup-hidup oleh Mbah Slamet: Pesan Terakhir Bikin Merinding

5 Fakta Horor Paryanto Dikubur Hidup-hidup oleh Mbah Slamet: Pesan Terakhir Bikin Merinding

News | Rabu, 05 April 2023 | 10:50 WIB

Mengulik Sepak Terjang Dukun Slamet di Banjarnegara, Residivis Uang Palsu yang Bertransformasi jadi Pengganda Uang

Mengulik Sepak Terjang Dukun Slamet di Banjarnegara, Residivis Uang Palsu yang Bertransformasi jadi Pengganda Uang

Joglo | Rabu, 05 April 2023 | 10:48 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×