Indonesia Hasilkan 7,8 Juta Ton Sampah Plastik/Tahun, Penerapan Ekonomi Sirkular harus Segera Dimulai

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 16 Juni 2023 | 11:10 WIB
Indonesia Hasilkan 7,8 Juta Ton Sampah Plastik/Tahun, Penerapan Ekonomi Sirkular harus Segera Dimulai
Ilustrasi Sampah Plastik di Alam (unsplash/saving the ocean)

Suara.com - Penerapan ekonomi sirkular dari sampah plastik harus dimulai dari sekarang. Di berbagai negara, daur ulang sampah plastik sudah mengarah ke sirkular ekonomi, yang memungkinkan sampah plastik didaur ulang hingga menjadi produk baru.

Hal ini menjadi salah satu kesimpulan dalam diskusi soal Upaya untuk mengurangi sampah plastik dalam kemasan produk, yang diselenggarakan secara online, Jakarta, Kamis (15/6/2023).

Kepala Klaster Kajian Pembangunan Berkelanjutan Daya Makara Universitas Indonesia (DMUI), Bisuk Abraham Sisungkunon mengatakan, Indonesia masuk dalam negara yang menghasilkan banyak sampah plastik.

"Mengutip data Bank Dunia, Indonesia menghasilkan 7,8 juta ton sampah plastik per tahun. Sayangnya, sebagian besar sampah plastik tidak ditangani dengan baik, karena masyarakat biasanya membakar sampah jenis ini. Selain itu, banyak plastik yang terbawa ke laut dan mencemarinya," ujarnya.

Atas dasar inilah, maka cara pandang masyarakat tentang pemanfaatan sumber daya dan pengelolaan sampah menjadi lebih berkelanjutan harus segera diwujudkan.

Salah satu yang saat ini telah dilakukan sebagian masyarakat adalah menyadari proses daur ulang. Guru Besar Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro, Prof. Ir. Mochamad Arief Budihardjo, S.T., M.Eng.Sc, Ph.D., IPM mengapresiasi upaya sebuah produsen kosmetik misalnya, yang minta masyarakat pemakai produknya untuk mengembalikan wadahnya, untuk digunakan kembali sebagai wadah hasil daur ulang (rPET).

"Produsen ini minta masyarakat pengguna produknya mau mengembalikan wadah produk, yang berbahan plastik. Hal ini patut diapresiasi sebagai langkah awal mengurangi sampah plastik," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kasubdit Tata Laksana Produsen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ujang Solihin Sidik mengatakan, produsen memang wajib melakukan pendauran ulang produk atau kemasan produk yang mereka hasilkan melalui penarikan kembali.

“Post consumer packaging harus ditarik lagi, dikumpulkan lagi oleh para produsen untuk kemudian masuk ke jalur daur ulang. Tentunya harus dipastikan di awal bahwa kemasan itu memang kemasan yang layak, mudah didaur ulang,” ujarnya.

baca juga

Jangan Sekadar Daur Ulang
Walaupun upaya meminimalisir sampah plastik telah mulai dilakukan, namun Kepala Klaster Kajian Pembangunan Berkelanjutan Daya Makara Universitas Indonesia (DMUI), Bisuk Abraham Sisungkunon mengingatkan, agar jangan sebatas daur ulang. Indonesia, seperti halnya negara-negara maju di dunia, bisa mempercepat sirkular ekonomi.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan insentif finansial kepada perusahaan yang mau memulai. Misalnya seperti yang dilakukan produsen kosmetik, yang sempat disbutkan Arief di bagian pertama tadi.

"Dengan memberikan insentif finansial, maka hal ini akan mendorong masyarakatuntuk mulai memilah sampah," ujarnya.

Selain memberikan insentif finansial, produsen atau perusahaan yang tak lagi menggunakan plastik sebagai kemasan, misalnya tas plastik atau wadah plastik, termasuk styrofoam bisa diberikan insentif dalam bentuk lain. Bisuk menyebut, bisa dalam bentuk pembebasan pajak tertentu atau insentif khusus lainnya.

Pengurangan sampah plastik sudah sepatutnya dilakukan sesegera mungkin. Bila tidak, menurut Bisuk, sampah plastik yang tidak tertangani dengan baik akan menimbulkan berbagai masalah negatif, yaitu menjadi media pembiakan hewan yang menjadi vektor penyakit, seperti nyamuk; berpotensi memunculkan gangguan kesehatan seperti gangguan endokrin, gangguan pada sistem pertumbuhan dan kelainan pada sistem reproduksi.

Selain itu, memunculkan kerugian ekonomi hingga senilai 3.300 Dolar AS hingga 33.000 Dolar AS untuk setiap ton sampah plastik yang mencemari lautan dan berpotensi menghasilkan gas rumah kaca.

Kesimpulan diskusi ini, industri apapun yang menggunakan plastik, termasuk AMDK didorong untuk menggunakan kemasan daur ulang sebagai wadahnya.

Acara ini juga dihadiri oleh Muharram Atha Rasyadi, Juru Kampanye Urban Greenpeace dan Reza Andreanto, Ketua Umum PRAISE yang juga Sustainability Manager Tetra Pak Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Atasi Sampah Plastik, Pemkab Garut Berinovasi Menjadikan Bahan Baku Aspal

Atasi Sampah Plastik, Pemkab Garut Berinovasi Menjadikan Bahan Baku Aspal

Garut | Senin, 12 Juni 2023 | 22:00 WIB

Tak Sekadar Jaga LIngkungan, Pakar Ungkap Manfaat AMDK Berbahan Daur Ulang

Tak Sekadar Jaga LIngkungan, Pakar Ungkap Manfaat AMDK Berbahan Daur Ulang

Lifestyle | Minggu, 11 Juni 2023 | 15:52 WIB

Warga Bali Protes Proyek Plastik Beracun dari Produsen AMDK

Warga Bali Protes Proyek Plastik Beracun dari Produsen AMDK

Tantrum | Selasa, 06 Juni 2023 | 14:12 WIB

Ganjar Terapkan Ekonomi Sirkular di Jateng, Konsep Ramah Lingkungan yang Banyak Diadopsi Anak Muda

Ganjar Terapkan Ekonomi Sirkular di Jateng, Konsep Ramah Lingkungan yang Banyak Diadopsi Anak Muda

Bisnis | Selasa, 06 Juni 2023 | 12:12 WIB

Inisiasi Sirkular Ekonomi, Ganjar Eksekusi Potensi Sumber Daya Alam di Jateng

Inisiasi Sirkular Ekonomi, Ganjar Eksekusi Potensi Sumber Daya Alam di Jateng

Bisnis | Selasa, 06 Juni 2023 | 11:41 WIB

Bertentangan Dengan Pengurangan Sampah Plastik, Dukungan Pemerintah ke Galon Sekali Pakai Dikritik

Bertentangan Dengan Pengurangan Sampah Plastik, Dukungan Pemerintah ke Galon Sekali Pakai Dikritik

Lifestyle | Kamis, 01 Juni 2023 | 15:01 WIB

Terkini

The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup

The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 09:00 WIB

Berapa Harga Pertalite Per 1 November 2026? Cek Update Tarif BBM Hari Ini

Berapa Harga Pertalite Per 1 November 2026? Cek Update Tarif BBM Hari Ini

Otomotif | Minggu, 01 November 2026 | 08:59 WIB

Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak

Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 08:56 WIB

Aktivis 98 Tuntut Prabowo-Gibran Jalankan Agenda Reformasi atau Mundur

Aktivis 98 Tuntut Prabowo-Gibran Jalankan Agenda Reformasi atau Mundur

News | Minggu, 01 November 2026 | 08:54 WIB

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:39 WIB

Ratusan Rider Cilik Adu Cepat di JMTB Pushbike Competition 2026: Semua Bawa Pulang Trofi!

Ratusan Rider Cilik Adu Cepat di JMTB Pushbike Competition 2026: Semua Bawa Pulang Trofi!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:37 WIB

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 08:30 WIB

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:10 WIB

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

News | Minggu, 01 November 2026 | 08:04 WIB

Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban

Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 08:00 WIB

×