Peduli Isu Air Bersih, Mulai Lakukan Ini di Rumah Masing-Masing Sekarang Juga

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Rabu, 05 Juli 2023 | 20:29 WIB
Peduli Isu Air Bersih, Mulai Lakukan Ini di Rumah Masing-Masing Sekarang Juga
Ilustrasi air bersih. [Envato Elements]

Suara.com - Air bersih jadi kebutuhan pokok dasar bagi manusia. Salah satu kegunaannya tentu dimanfaatkan sebagai air minum. Sayangnya, hampir 90 persen masyarakat Indonesia rupanya belum memiliki akses air minum yang aman.

Hasil studi kualitas air minum rumah tangga tahun 2020 yang dilakukan Kementerian Kesehatan bersama Badan Pusat Statistik ditemukan kalau capaian akses air minum aman hanya 11,8 persen.

Di sisi lain, masyarakat sendiri tidak sadar apakah dirinya termasuk orang-orang yang memiliki akses air minum bersih atau tidak. Menurut Marketing and Behavior Change Advisor USAID Ika Fransisca, kesadaran akan isu air bersih masih rendah di masyarakat. Padahal gerakan kesadaran tersebut bisa dilakukan secara sederhana mulai dari rumah masing-masing.

"Yang paling pertama kita bisa memastikan air minum yang kita minum secara oral itu aman. Artinya sudah di treatment, bisa apa saja, misalnya direbus, filter juga termasuk," kata Ika ditemui usai acara diskusi temu media di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (5/7/2023).

Ilustrasi Air Bersih (pexels/farooq)
Ilustrasi Air Bersih (pexels/farooq)

Kesadaran akan kepemilikan air bersih juga pada akhirnya akan membawa masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Kesadaran akan sanitasi atau perilaku PHBS juga harus dimulai sejak dari dalam rumah.

"Kalau sanitasi kita sadar diri, misalnya memastikan juga apakah WC di rumah kita, yang kita gosok sampai wangi itu, apakah buangannya sudah tertampung atau larinya ke got atau ke kali. Kalau sudah di tampung tahu gak tempatnya di mana, pernah disedot gak," kata Ika.

Diakui Ika, kalau pemahaman soal penampungan tinja juga masih awam bagi kebanyakan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa bila satu rumah saja tidak memiliki penampungan tinja yang khusus, artinya kotoran tersebut akan tertampung di kali yang pada akhirnya mencemari tanah, air, juga udara sekitar.

Udara sekitar kali yang tercemar tinja bisa jadi tercemar karena kotoran itu akan berubah menjadi partikel debu yang sangat kecil bila aliran air sedang kering.

"Lalu pelaku higienis, paling sederhana cuci tangan sebelum makan. Karena kalau tinja kering jadi partikel debu terbang ke mana-mana, bisa jadi kita pegang. Cuci tangan itu paling serdehana tapi mantap. Tapi orang gak berpikir seperti itu," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inisiasi Program For The People, AMSI-BBC Media Action Suarakan Pentingnya Media Angkat Isu Lingkungan

Inisiasi Program For The People, AMSI-BBC Media Action Suarakan Pentingnya Media Angkat Isu Lingkungan

News | Rabu, 05 Juli 2023 | 19:31 WIB

Gelar Bazar Sembako, Taman Endog Sumedang Diserbu Masyarakat

Gelar Bazar Sembako, Taman Endog Sumedang Diserbu Masyarakat

Sumedang | Selasa, 04 Juli 2023 | 19:00 WIB

Waduh! 90 Persen Sampah Plastik yang Diproduksi Berakhir Mencemari Lingkungan, Ini Penjelasan WALHI

Waduh! 90 Persen Sampah Plastik yang Diproduksi Berakhir Mencemari Lingkungan, Ini Penjelasan WALHI

Jawa Tengah | Selasa, 04 Juli 2023 | 15:40 WIB

Terkini

Gus Lilur Sebut Dugaan Aliran Rp 480 Miliar ke Muktamar NU, Sebut Nama Nusron Wahid

Gus Lilur Sebut Dugaan Aliran Rp 480 Miliar ke Muktamar NU, Sebut Nama Nusron Wahid

News | Selasa, 22 September 2026 | 17:33 WIB

Setelah MBG, Prabowo Disebut Ingin Program Sepatu untuk Siswa Miskin

Setelah MBG, Prabowo Disebut Ingin Program Sepatu untuk Siswa Miskin

News | Selasa, 22 September 2026 | 17:33 WIB

Bea Cukai Gagalkan Impor Garam, Beras, & Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp 27 Miliar

Bea Cukai Gagalkan Impor Garam, Beras, & Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp 27 Miliar

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 17:33 WIB

Sinopsis Doctor X: Dokter Jenius Melawan Mafia Rumah Sakit, Rilis 9 Oktober

Sinopsis Doctor X: Dokter Jenius Melawan Mafia Rumah Sakit, Rilis 9 Oktober

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 17:30 WIB

Detik-Detik Evakuasi Sopir Truk yang Terjepit Usai Kecelakaan di Ciracas Jakarta Timur

Detik-Detik Evakuasi Sopir Truk yang Terjepit Usai Kecelakaan di Ciracas Jakarta Timur

News | Selasa, 22 September 2026 | 17:28 WIB

Lawan Timnas Indonesia di GBK, Media Malaysia: Apakah Pemain Kami Nanti Naik Baracuda?

Lawan Timnas Indonesia di GBK, Media Malaysia: Apakah Pemain Kami Nanti Naik Baracuda?

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 17:25 WIB

Ulasan Lie After Lie: Saat Kebohongan Menjadi Satu-satunya Jalan Keluar

Ulasan Lie After Lie: Saat Kebohongan Menjadi Satu-satunya Jalan Keluar

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 17:25 WIB

Harga Cabai Makin Mahal, Pemerintah Salahkan Cuaca

Harga Cabai Makin Mahal, Pemerintah Salahkan Cuaca

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 17:25 WIB

Rp 50 Juta Ditemukan KPK dalam Koper di Rumah Bupati Bolmut

Rp 50 Juta Ditemukan KPK dalam Koper di Rumah Bupati Bolmut

News | Selasa, 22 September 2026 | 17:21 WIB

Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Terima Gratifikasi Rp11,14 Miliar!

Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Terima Gratifikasi Rp11,14 Miliar!

News | Selasa, 22 September 2026 | 17:19 WIB

×