Suara.com - Pelecehan seksual diduga telah terjadi dalam proses penyelenggaraan Miss Universe Indonesia 2023. Sejumlah finalis bahkan telah melapor ke polisi atas tuduhan pelecehan seksual pada saat mengikuti proses body checking.
Dalam pernyataannya salah satu peserta kontes kecantikan itu yang berinisial R membeberkan jika dirinya diminta untuk berpose vulgar dengan kondisi bugil di depan banyak orang.
Apa sebenarnya proses body cheching? Apa iya sampai harus telanjang untuk melakukannya?
Secara umum, body cheching adalah proses pengecekan tubuh. Dikutip dari Healthline, pengecekan tubuh itu melibatkan pemeriksaan, pengukuran, atau pemantauan sesuatu yang berhubungan dengan tubuh, biasanya berat, ukuran, hingga bentuk tubuh.
![Para finalis Miss Universe Indonesia 2023. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/08/08/12008-miss-universe-indonesia-2023.jpg)
Pemeriksaan tubuh dalam jumlah tertentu sebenarnya normal saja dilakukan. Tapi itu bisa menjadi masalah jika perilakunya kompulsif dan mengganggu kemampuan orang yang diperiksa untuk menjalani kehidupan sehari-hari.
Seseorang mungkin berisiko lebih tinggi melakukan pemeriksaan tubuh kompulsif jika mengalami gangguan makan, gangguan kecemasan, pandangan tubuh, maupun masalah kesehatan yang tidak akurat. Paparan media sosial juga dapat memperburuk masalah.
Body checking itu aktifitas yang umum dilakukan di antara orang-orang dari semua jenis kelamin. Tetapi sebuah studi tahun 2019 menemukan bahwa bagi beberapa orang, body checking cenderung menyebabkan ketidakpuasan tubuh, tidak peduli bagian tubuh mana yang sedang dipantau.
Meta-analisis 2018 menunjukkan bahwa body checking kompulsif dapat membuat beberapa orang merasa lebih tidak puas dengan tubuh mereka sendiri dan dapat memperburuk suasana hati mereka. Ini juga dapat menyebabkan pandangan yang tidak akurat atau tidak realistis tentang berat dan bentuk tubuh.
Misalnya dalam pandangan pelaku, ukuran tubuhnya sangat gemuk, tetapi dalam pandangan orang lain tubuhnya sudah sangat kurus. Ia tidak bisa menerima nasehat untuk makan secara teratur, karena dirinya sendiri mengira sudah terlalu gemuk.
Mereka takut makan, karena berpikir bahwa makanan bisa menambah berat badan dan memicu respons ancaman seperti tubuh mereka tidak sempurna dan meningkatkan rasa takut berkelanjutan untuk makan.