Suara.com - Dalam menjaga lingkungan, saat ini tidak hanya difokuskan pada individu perorangan. Saat ini, banyak perusahaan yang juga mulai memiliki kesadaran untuk menerapkan keberlanjutan dalam produksi maupun berbagai kegiatannya.
Pada acara Indonesia Sustainability Forum (ISF) 2023, yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi serta Kamar Dagang Indonesia (KADIN), menggaet beberapa perusahan untuk menjadi Knowledge Partner, salah satunya perusahaan FMCG terkemuka, Procter & Gamble (P&G).
Presiden Direktur P&G Indonesia, Saranathan Ramaswamy mengatakan, dalam mendukung keberlanjutan ini, pihaknya mencoba untuk menggunakan materi-materi daur ulang pada kemasan produknya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga mengajak para konsumen untuk ikut andil dalam program keberlanjutan tersebut. Para konsumen nantinya dapat menyetor kemasan untuk didaur ulang via aplikasi digital Octopus.
“Kami selalu mempertimbangkan aspek lingkungan yang berkelanjutan, mulai dari proses produksi, rantai pasokan produk, hingga aspek kemasan setelah dipakai konsumen,” ucap Saranathan Ramaswamy dalam Indonesia Sustainability Forum, Kamis (7/9/2023).
Program yang dibuat ini juga tidak hanya memberikan keuntungan bagi lingkungan. Namun, dengan program keberlanjutan ini juga memberdayakan ribuan Pelestari (dulu dikenal ‘pemulung’) secara ekonomis. Keberlanjutan ini membantu mereka mendapat penghasilan tambahan hingga Rp 800.000 per bulan.
Sementara itu, Chief Executive Officer Octopus Indonesia, Moehammad Ichsan mengatakan, dengan adanya Octopus pada program Conscious Living juga membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengolahan sampah plastik.

“Program ini memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang terlibat, di antaranya adalah konsumen, pelestari, dan bank sampah lokal. Kami menyadari betul bahwa kesadaran masyarakat terhadap pengolahan sampah plastik masih kurang, namun melalui kolaborasi kami yakin dapat terus mengembangkan berbagai inovasi sehingga semakin banyak elemen masyarakat yang dapat berpartisipasi dan mengambil bagian aktif dalam gerakan ekonomi sirkular,” jelas Ichsan.
Program yang dibuat juga berhasil mengumpulkan lebih dari 250 ton sampah plastik dengan melibatkan sekitar 2.500 bank sampah lokal dalam pengelolaannya. Tercatat sebanyak kurang lebih 70.000 konsumen telah berpartisipasi.
Tidak hanya itu, program ini juga telah memberdayakan sekitar 10.000 Pelestari dari beragam latar belakang seperti ibu rumah tangga, ojek online, dan lainnya, dengan memberikan mereka kesempatan tambahan penghasilan hingga Rp 800.000 per bulan. Uniknya, dari jumlah keseluruhan Pelestari tersebut, sekitar 5,400 orang adalah perempuan dan kurang lebih 870 Pelestari adalah penyandang disabilitas.
Pihaknya juga berkolaborasi bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat hingga Super Indo. Dengan kolaborasi ini akan membantu memperluas program keberlanjutan serta memberikan berbagai manfaat besar bagi masyarakat sekitar.