Panji Petualangan Jarang Salat Hingga Disebut Murtad Gegara Keluar Masuk Hutan, Buya Yahya Pernah Bilang Begini

Bimo Aria Fundrika, Fajar Ramadhan

Senin, 25 September 2023 | 11:22 WIB
Panji Petualangan Jarang Salat Hingga Disebut Murtad Gegara Keluar Masuk Hutan, Buya Yahya Pernah Bilang Begini
Panji Petualang saat ditemui di kawasan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan. [Suara.com/Tiara Rosana]

Suara.com - Belum lama ini Panji Petualang menjadi sorotan usai bercerita jarang salat sehingga seperti seorang murtad. Rupanya, Panji Petualang memiliki alasan tersendiri mengapa ia jarang salat hingga merasa seperti seorang murtad. 

Dalam keterangannya, Panji Petualang mengaku, dirinya jarang salat karena sering menghabiskan waktu di alam. Hal tersebut membuat pria yang akrab dengan hewan buas itu tidak mendengar azan. Selain itu, menurutnya di hutan juga tidak ada masjid sehingga sulit untuk salat. 

"Jarang salat, terlalu sibuk di dunia, sibuk di alam jadi jarang dengar adzan, karena di hutan kan jarang ada masjid," kata Panji Petualang saat ditemui di kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan baru-baru ini.

Panji Petualang di kawasan Kapten P. Tendean, Jakarta Selaran pada Jumat (11/8/2023). [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]
Panji Petualang di kawasan Kapten P. Tendean, Jakarta Selaran pada Jumat (11/8/2023). [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]

Terkait jam salat sendiri pada dasarnya dapat diketahui meski tanpa jam. Buya Yahya menjelaskan, untuk melihat jam salat ini bisa diketahui dari tanda-tanda alam, salah satunya melihat matahari.

“Mengetahui waktu salat enggak susah, alami, enggak pakai jam pun bisa. Matahari terbenam, matahari terbit, alami semua, pakai alam bisa,” ucap Buya Yahya dalam video di kanala Youtube Al-Bahjah TV, lima tahun lalu.

Cahaya matahari ini biasanya dilihat dari pergerakannya. Untuk waktu dzuhur, biasanya dilihat dari perpindahan matahari dari Barat ke Timur. Jika matahari sudah tergelincir ke arah Barat, ini bisa menandakan masuk waktu dzuhur.

“Ada alam untuk mengetahui waktu, kalau kena sinar matahari biasanya ada bayangannya. Kalau sudah pindah dari Barat ke Timur, berarti sudah pindah mataharinya di Barat, berarti sudah tergelincir, sudah masuk dzuhur,” jelas Buya Yahya.

Sementara itu, jika bayangan dari sinar matahari mulai memanjang, ini menandakan waktu dzuhur telah usai. Hal ini juga menandakan sudah masuk waktu ashar.

“Kalau panjang bayangannya berakhir waktu dzuhur, karena berikutnya waktu ashar. Kalau bayangannya sudah lebih panjang, maka masuk waktu ashar,” sambungnya.

baca juga

Untuk maghrib, dilihat jika matahari telah sepenuhnya terbenam. Biasanya, di bagian barat ada pancaran merah dari sinar matahari. Terbenamnya ini juga dilihat di daerah datar. Jika hal ini terlihat, bisa menandakan masuk maghrib.

“Waktu maghrib bermula saat terbenamnya seluruh matahari di dataran yang bebas, bisa dilihat di laut. Kalau terbenam akan ada mega merah di ufuk Barat. Kalau sudah hilang mega merah semuanya, maka berakhir waktu maghrib,” jelas Buya Yahya.

Ketika cahaya merah di Barat telah sepenuhnya hilang, berarti waktu maghrib selesai. Hal ini juga menjadi tanda kalau waktu isya telah masuk. Waktu isya ini panjang hingga fajar tiba. Artinya, waktu isya muncul hingga adanya cahaya matahari muncul di timur. Itu menjadi tanda waktu subuh telah tiba.

“Permulaan waktu isya adalah setelah sirnanya mega merah di ufuk Barat. Akhirnya waktu isya ini terbitnya fajar shadiq yaitu terangnya tidak merata itu hanya sebentar baru muncul terang di seluruh penjuru. Kalau sudah kelihatan fajar shadiq, masuk waktu subuh. Akhirnya sampai matahari kelihatan, itu sudah keluar waktu subuh,” pungkasnya.

Terkait masalah Panji Petualang sendiri, usai dirinya tidak pernah salat itu, ia mengalami sakit di bagian dada ketika mendengar azan. Panji Petualang menuturkan, hal ini menjadi pertanda dan hidayah dari Allah untuk mengingatkannya salat. Setelah dirinya salat, rasa sakit di bagian dadanya itu menjadi hilang.

"Jadi dengar adzan panas di dada itu bukan panas badan, tapi dada saya panas, peringatan untuk salat," ucap Panji Petualang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Panji Petualang Ngaku Tak Pernah Salat: Cari Tahu Lagi Yuk Manfaatnya Selain Dapat Pahala

Panji Petualang Ngaku Tak Pernah Salat: Cari Tahu Lagi Yuk Manfaatnya Selain Dapat Pahala

Lifestyle | Minggu, 24 September 2023 | 11:00 WIB

Biodata dan Profil Panji Petualang: Ngaku Murtad Hingga Dadanya Terbakar Tiap Dengar Azan

Biodata dan Profil Panji Petualang: Ngaku Murtad Hingga Dadanya Terbakar Tiap Dengar Azan

Lifestyle | Minggu, 24 September 2023 | 08:41 WIB

Panji Petualang Ngaku Murtad Karena Tak Pernah Salat, 6 Hal Ini Juga Bisa Dianggap 'Keluar' dari Islam

Panji Petualang Ngaku Murtad Karena Tak Pernah Salat, 6 Hal Ini Juga Bisa Dianggap 'Keluar' dari Islam

Lifestyle | Minggu, 24 September 2023 | 09:15 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×