Pedagang Pasar Konvensional vs E-commerce, Kenapa Konsumen Tetap Ogah ke Pasar Meski TikTok Shop Ditutup?

Dany Garjito, Dyah Ayu Nur Wulan

Selasa, 10 Oktober 2023 | 16:45 WIB
Pedagang Pasar Konvensional vs E-commerce, Kenapa Konsumen Tetap Ogah ke Pasar Meski TikTok Shop Ditutup?
Infografis Pedagang Pasar vs TikTok Shop. (Suara.com/Rochmat Haryadi)

Suara.com - Kabar TikTok Shop ditutup hingga kini masih menuai pro kontra dari publik. Belum selesai dengan hal tersebut, muncul lagi kabar soal pedagang Tanah Abang yang meminta semua e-commerce yang ada di Indonesia minta ditutup juga.

Tentu saja kabar itu membuat publik turut bereaksi. Khususnya para pembeli dan beberapa juga sesama pedagang tanah abang yang lain.

Tak dapat dipungkiri dengan adanya toko berbasis online ini memudahkan konsumen untuk menemukan barang dengan efektif dan efisien. Namun, permintaan beberapa pedagang Tanah Abang yang meminta e-commerce ini ikut ditutup juga membuat publik menilai hal itu terkesan ngelunjak.

Tapi apakah pernah, mereka memikirkan soal hal-hal sepele tak mengenakan yang kerap terjadi di pasar tradisional. Yang mana hal itu menjadi pertimbangan pembeli jika ingin membeli barang di pasar tradisional

Berikut beberapa keluhan pembeli yang bisa menjadi bahan introspeksi pedagang dan pemerintah.

Infografis Pedagang Pasar vs TikTok Shop. (Suara.com/Rochmat Haryadi)
Infografis Pedagang Pasar vs TikTok Shop. (Suara.com/Rochmat Haryadi)

Pasar Konvensional: Identik dengan Pedagang yang Tidak Ramah

Melansir dari unggahan Instagram @folkative, ada seorang pengguna yang turut mengomentari kabar soal lingkungan Tanah Abang yang membuatnya enggan untuk bertransaksi di sana.

"Kalau dipikir-pikir mungkin bukan pure salah e-commerce ya wak. Tapi lingkungan dan pelayanan Tanah Abang yang bikin orang-orang enggan ke situ," tulis pemilik akun @mis.prabawati.

Komentar itu tentu mengundang sahutan lain. Mereka mengeluhkan soal pelayanan penjual yang kadang kurang mengenakan. Misalnya, penjual dengan gaya pelayanan yang jutek. Penjual dengan pelayanan yang jutek pun tak hanya ditemui di pasar Tanah Abang saja, mereka juga kerap ditemui di pasar-pasar tradisional lainnya.

baca juga

Biasanya tipe-tipe penjual jutek itulah yang membuat pembeli enggan bertransaksi. Tentu akan sangat menyebalkan jika sedang diposisi membutuhkan barang tapi sambil melihat wajah penjual yang masam.

E-commerce: Pedagang Relatif Lebih Interaktif dan Menyediakan Beragam Fitur Penilaian

Tentu pelayanan semacam itu akan sangat jarang ditemui di sebuah e-commerce. Jika ada pun, pembeli memiliki ruang untuk meluapkan kekesalannya dengan leluasa. Entah bisa direct message, bisa juga di kolom penilaian produk dan pelayanan. Dan hal tersebut bisa dianggap lebih fair atau adil.

Pasar Tradisional: Enggan Berkembang, Pedagang Dianggap Lebih Suka Nyinyir

Masih melansir dari unggahan yang sama, salah seorang pedagang di Tanah Abang pun melontarkan unek-uneknya yang kerap digunjing pedagang lain.

"Bener banget kak, malah kadang kita seller Tanah Abang yang biasa live langsung di toko offline aja bisa dinyinyirin sama tetangga toko yang mager berkembang dengan e-commerce lainnya, mengsedih," tulis pemilik akun @by.najaah.

E-commerce: Seller Mau Belajar dan Beradaptasi dengan Teknologi

Saat ini kita hidup di era yang hampir semuanya mengandalkan teknologi. Hal itu mengharuskan semua orang untuk mau beradaptasi dengan berkembangan yang ada. Karena inovasi akan terus berkembang dan bertumbuh, tak hanya dari segi perekonomian saja.

Pasar Tradisional: Pembeli Masih Merasa Kurang Aman

Untuk keluhan ini mungkin bisa menjadi bahan instrospeksi pemerintah. Ternyata hal yang membuat pembeli enggan datang karena kurangnya keamanan mereka ketika sedang berbelanja.

Hal itu pun pernah dialami oleh pemilik akun Instagram @ulyamhey11, ia menceritakan pengalamannya yang pernah jadi korban gendam atau hipnotis. Kejadian itu pun mengakibatkan uang hingga ponselnya lenyap.

"Bener kak, aku pernah waktu puasa lagi mau lebaran niat hati pengen belanja buat keluarga di kampung eh malah kena gendam duit hp lenyap," ceritanya.

Selain gendam, tindakan pencopetan pun kerap terjadi di tempat-tempat umum seperti pasar salah satunya. Maka dari itu, tak heran jika para pembeli lebih memilih berbelanja online ketimbang membeli langsung di pasar tradisional. 

E-commerce: Pembeli Relatif Lebih Nyaman Berbelanja dengan Beragam Fitur Keamanan 

Jika terjadi penipuan di toko online pun, sistem e-commerce memiliki kebijakan untuk mengatasi hal tersebut. Biasanya ada fitur pengembalian jika barang yang diterima tidak sesuai. Bagaimana jika terjadi di pasar konvensional? Apakah bisa seperti itu?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Video Penampakan Tanah Abang Usai TikTok Shop Dihapus, Sesuai Harapan?

Viral Video Penampakan Tanah Abang Usai TikTok Shop Dihapus, Sesuai Harapan?

Lifestyle | Selasa, 10 Oktober 2023 | 12:29 WIB

Profil Louisse Scarlett, Tiktok Affiliator Terkaya Pendapatan Rp45 Miliar Sekali Live

Profil Louisse Scarlett, Tiktok Affiliator Terkaya Pendapatan Rp45 Miliar Sekali Live

Bisnis | Senin, 09 Oktober 2023 | 17:28 WIB

Terkini

Jepang Stop Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan: Katanya Indonesia Bisa Tangani Sendiri

Jepang Stop Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan: Katanya Indonesia Bisa Tangani Sendiri

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Audisi Global Live Action Naruto Dibuka, Sutradara Ungkap Alasan Adaptasi

Audisi Global Live Action Naruto Dibuka, Sutradara Ungkap Alasan Adaptasi

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Sabun GIV Bengkuang Bisa Memutihkan Kulit? Ini Penjelasannya

Sabun GIV Bengkuang Bisa Memutihkan Kulit? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Auto Glowing! 5 Brightening Gel Cleanser Niacinamide Hempas Kulit Kusam

Auto Glowing! 5 Brightening Gel Cleanser Niacinamide Hempas Kulit Kusam

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Skor 2-0 untuk Prabowo atas Gibran: Siapa yang Lebih Siap Berlaga di Pilpres 2029?

Skor 2-0 untuk Prabowo atas Gibran: Siapa yang Lebih Siap Berlaga di Pilpres 2029?

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Antrean Mengular di SPBU Denpasar dan Badung, Polisi Turun Tangan, Gubernur Beri Penjelasan

Antrean Mengular di SPBU Denpasar dan Badung, Polisi Turun Tangan, Gubernur Beri Penjelasan

Bali | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:59 WIB

Israel Usir Pesawat Ethiopian Airlines karena Pilotnya Orang Indonesia

Israel Usir Pesawat Ethiopian Airlines karena Pilotnya Orang Indonesia

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:59 WIB

IHSG Anjlok dan 495 Saham Rontok, Analis Malah Sebut 'Diskon Besar'

IHSG Anjlok dan 495 Saham Rontok, Analis Malah Sebut 'Diskon Besar'

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:57 WIB

Warna Keberuntungan Rumah Berdasarkan Kua Number Feng Shui, dari Biru hingga Merah

Warna Keberuntungan Rumah Berdasarkan Kua Number Feng Shui, dari Biru hingga Merah

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:56 WIB

Belum 2040, Krisis Air Sudah Terasa: El Nino Ekstrem Tanda Peringatan Dini

Belum 2040, Krisis Air Sudah Terasa: El Nino Ekstrem Tanda Peringatan Dini

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:53 WIB

×