Gandeng UI dan University of Melbourne, Mattel Rilis Riset Fenomena "Dream Gap" Anak Muda di Asia Pasifik

Ririn Indriani | Suara.com

Jum'at, 13 Oktober 2023 | 18:40 WIB
Gandeng UI dan University of Melbourne, Mattel Rilis Riset Fenomena "Dream Gap" Anak Muda di Asia Pasifik
Mattel bermitra dengan Program New Colombo Plan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia, University of Melbourne, dan Mitra mereka, Universitas Indonesia, untuk memperkenalkan Inisiatif Dream Gap di Indonesia. (Foto: Istomewa)

Suara.com - Memeringati Hari Anak Perempuan Sedunia 2023, perusahaan mainan global, Mattel menggandeng Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia, melalui program New Colombo Plan (NCP) serta berbagai universitas terkemuka yakni University of Melbourne (UoM) dan mitranya, Universitas Indonesia (UI), meluncurkan Dream Gap Project di kawasan Asia Pasifik.

Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih lanjut mengenai fenomena "Dream Gap" di Australia dan Indonesia, serta memahami lebih spesifik mengenai bagaimana stereotip sosial mempengaruhi minat anak-anak muda pada bidang sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM).

Penelitian yang dilakukan di Australia dan Indonesia akan fokus pada anak-anak berusia 4-6 tahun, memelajari bagaimana stereotip sosial dapat membentuk aspirasi anak-anak perempuan dan laki-laki. Serta mengidentifikasi dampak dari Dream Gap terkait “Identitas STEM” mereka – yang melibatkan pemikiran tentang diri mereka sebagai individu yang berkaitan dengan STEM yang melibatkan proses keterampilan, kapabilitas dan kecenderungan tertentu.

Penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan wawasan kepada para pengambil keputusan untuk membantu mengatasi Dream Gap.

Bidang STEM merupakan topik utama bagi sebagian besar negara dan dianggap sebagai topik yang sangat penting dalam mengikuti perkembangan teknologi yang cepat untuk kemajuan ekonomi dan kemakmuran.

Diperkirakan bahwa para pekerja di masa depan akan menghabiskan lebih dari dua kali lipat waktunya pada tugas dan pekerjaan yang membutuhkan ilmu sains, matematika, dan pemikiran kritis dibandingkan pada saat ini.

Namun, para perempuan tidak masuk ke bidang yang berhubungan dengan STEM dengan tingkat yang sama jika dibandingkan dengan para laki-laki, serta pada umumnya para perempuan juga meremehkan kemampuan dan potensi mereka terhadap ilmu tersebut.

“Kami berkomitmen untuk mendukung pemberdayaan perempuan dan memberikan inspirasi untuk potensi yang tak terbatas pada setiap anak,” kata Paul Faulkner, Direktur Utama dari Mattel-Asia Pasifik, dalam keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Asia Pasifik memiliki peran yang signifikan bagi perusahaannya, dengan sebagian besar pengoperasian dan pekerjanya berbasis di wilayah ini. "Hal ini tentunya memberikan kami peluang yang besar untuk mendukung anak-anak muda di wilayah ini. Dream Gap Project bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai bias gender, untuk menghapus hambatan-hambatan di generasi mendatang.”

Dream Gap Project-nya diluncurkan pada 2018, setelah sebuah penelitian dari New York University (NYU) yang menunjukkan bahwa memasuki usia lima tahun, banyak anak perempuan yang mulai membentuk keyakinan yang membatasi diri mereka dan berpikir bahwa mereka tidak secerdas dan semampu anak laki-laki.

Dream Gap untuk anak-anak perempuan masih ada, tetapi penelitian terbaru dari New York University (NYU) menunjukkan bahwa tantangan tersebut bukan terletak pada kurangnya rasa percaya diri atau semangat pada anak perempuan — kesenjangan seringkali terjadi dalam lingkungan di sekitar mereka.

Meskipun telah ada kemajuan dalam mencapai kesetaraan gender, stereotip dan bias sosial masih ada dan dapat memengaruhi perjalanan dan pilihan masa depan seorang anak perempuan.

Barbie Dream Gap Project adalah misi global yang didedikasikan untuk mengatasi kesenjangan ini dengan menantang stereotip gender dan membantu menghilangkan bias yang menghambat anak perempuan mencapai potensi mereka sepenuhnya.

Untuk pertama kalinya, ekspansi Dream Gap Research Project oleh Mattel di Asia Pasifik akan mempelajari dampak dari faktor-faktor tersebut pada anak perempuan dan anak laki-laki.

Studi Dream Gap akan memberikan wawasan berharga yang akan membantu membentuk kemitraan, membangun diskusi di antara pemangku kepentingan, dan berkontribusi pada pengembangan kebijakan di dalam wilayah tersebut.

Hasil studi untuk Australia dan Indonesia akan tersedia pada Desember 2023, dengan rencana untuk memperluas inisiatif ini ke Jepang pada tahun 2024.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perkuat Jejaring Global, UI Kunjungi Universitas Ternama di Australia

Perkuat Jejaring Global, UI Kunjungi Universitas Ternama di Australia

Lifestyle | Selasa, 03 Oktober 2023 | 18:16 WIB

Tanpa Song Ui-yong Lawan Dewa United, Pelatih Persebaya Sudah Punya Nama Penggantinya

Tanpa Song Ui-yong Lawan Dewa United, Pelatih Persebaya Sudah Punya Nama Penggantinya

Jatim | Jum'at, 29 September 2023 | 11:50 WIB

Sosok Anak SMP Pelaku Pelecehan Seksual Mahasiswi UI: Bandel dan Suka Bolos Sekolah

Sosok Anak SMP Pelaku Pelecehan Seksual Mahasiswi UI: Bandel dan Suka Bolos Sekolah

News | Kamis, 28 September 2023 | 09:08 WIB

Terkini

Tarif Nginap di Four Seasons Hotel George V Paris, Tempat Prabowo Beri Kejutan Ultah ke Teddy

Tarif Nginap di Four Seasons Hotel George V Paris, Tempat Prabowo Beri Kejutan Ultah ke Teddy

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 14:00 WIB

7 Parfum Pria Elegan dan Tahan Lama, Murah Mulai Rp30 Ribu

7 Parfum Pria Elegan dan Tahan Lama, Murah Mulai Rp30 Ribu

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 13:59 WIB

4 Rekomendasi Body Lotion Indomaret yang Aman untuk Bumil

4 Rekomendasi Body Lotion Indomaret yang Aman untuk Bumil

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 13:59 WIB

Belajar dari Kasus Mahasiswa FH UI, Ini 8 Bentuk Kekerasan Seksual yang Jarang Disadari

Belajar dari Kasus Mahasiswa FH UI, Ini 8 Bentuk Kekerasan Seksual yang Jarang Disadari

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 13:34 WIB

Mikroplastik Ancam Dasar Laut, Cacing Bambu Jadi Korban Pertama

Mikroplastik Ancam Dasar Laut, Cacing Bambu Jadi Korban Pertama

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 13:30 WIB

5 Bedak Tabur di Alfamart yang Murah dan Tahan Lama, Bikin Makeup Flawless

5 Bedak Tabur di Alfamart yang Murah dan Tahan Lama, Bikin Makeup Flawless

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 13:18 WIB

6 Sepatu Adidas Unisex Termurah di Foot Locker, Diskon 64 Persen Jadi Satu Harga

6 Sepatu Adidas Unisex Termurah di Foot Locker, Diskon 64 Persen Jadi Satu Harga

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 13:15 WIB

5 Pilihan Foundation Wardah yang Tahan Lama dan Ampuh untuk Menutupi Flek Hitam

5 Pilihan Foundation Wardah yang Tahan Lama dan Ampuh untuk Menutupi Flek Hitam

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 13:10 WIB

Geger 16 Mahasiswa FH UI Dinonaktifkan Sementara Buntut Kasus Pelecehan Seksual, Apa Efeknya?

Geger 16 Mahasiswa FH UI Dinonaktifkan Sementara Buntut Kasus Pelecehan Seksual, Apa Efeknya?

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 12:53 WIB

Tren Staycation Berubah, Gen Z Cari Hotel Bisa Nyaman Work From Anywhere

Tren Staycation Berubah, Gen Z Cari Hotel Bisa Nyaman Work From Anywhere

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 12:48 WIB