Hati-Hati Polarisasi: Mari Dewasa Dalam Berdemokrasi

Senin, 20 November 2023 | 16:11 WIB
Hati-Hati Polarisasi: Mari Dewasa Dalam Berdemokrasi
Ilustrasi tiga Bacapres dan Bacawapres di Pilpres 2024. (Suara.com/Ema)

3. Menghilangkan Kredibilitas Partai Politik

Dampak selanjutnya yaitu menurunkan kredibilitas partai politik bisa terjadi di masyarakat. Hal itu karena minat masyarakat yang menurun dan merasa tidak puas. Bahkan, akibat dari polarisasi ini bisa menimbulkan aksi demontrasi dari masyarakat.

4. Meningkatkan Intoleransi Masyarakat

Polarisasi juga bisa membuat masyarakat menjadi intoleransi. Hal itu karena konflik antar kelompok masyarakat akan mudah muncul akibat adanya gesekan antara dua kubu.

Hati-Hati Polarisasi

Tak dapat dipungkiri kalau dampak dari polarisasi ini memang bahayanya tidak main-main. Mengingat pada Pemilu 2024 ini didominasi oleh kaum muda, maka tak heran jika polarisasi ini menjadi concern.

Hal itu pun disampaikan pada lirik lagu baru yang dirilis oleh mantan Youtuber yakni Jovial da Lopez dan Andovi da Lopez. Lagu ciptaan mereka berjudul 'Hati-Hati Polarisasi'.

Singkatnya, lagu tersebut mengisahkan para mahasiswa yang merasa bingung untuk memilih pemimpin negara. Lirik lagunya pun dibumbui dengan lirik-lirik yang rayuan dan janji-janji yang digaungkan oleh para calon pemimpin.

Selain itu, pada liriknya juga menyinggung diksi-diksi yang seolah saling menjatuhkan antar calon pemimpin negara. Salah satunya seperti diksi 'boneka partai' yang mana hal itu menjadi sebuah sentimen.

Baca Juga: Istilah 'Pesta Demokrasi' yang Dipopulerkan Soeharto, Dianggap Aneh?

Tak hanya itu, liriknya pun menggambarka kegelisahan anak muda zaman sekarang dengan media sosial yang menjadi tempat polarisasi politik itu terjadi.

"Setiap pemilu kita selalu (pecah belah) berlawanan arah, penuh emosi amarah, terhanyut arus dunia maya, terjebak lautan algoritma," bunyi lirik lagu 'Hati-hati Polarisasi'

Namun, pada lagu itu tentu membawa pesan yang sangat penting untuk Pemilu 2024 nantinya.

"Pemilu sudah di depan mata, kita semua ikut serta. Dewasa dalam demokrasi. Cari tau fakta-fakta jangan tertipu kata-kata. Hati-hati Polarisasi,"

Dari penggalan lirik di atas, tentu dalam menghadapi situasi politik yang beredar di dunia maya tidak perlu terjebak dalam emosi. Semua orang tentunya memiliki preferensi sendiri dalam memandang politik, namun bukan berarti kita tutup telinga bahkan menutup pikiran dengan preferensi orang lain. Maka dari itu, jangan sampai terpancing emosi hanya dengan kata tanpa fakta. Mari dewasa dalam berdemokrasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI