Wabah Pneumonia Misterius, Ini Penyebab dan Bagaimana Sikap dari WHO

Ruth Meliana | Dyah Ayu Nur Wulan | Suara.com

Kamis, 30 November 2023 | 08:43 WIB
Wabah Pneumonia Misterius, Ini Penyebab dan Bagaimana Sikap dari WHO
ilustrasi wabah pneumonia misterius di China (Freepik)

Suara.com - Belakangan ini sedang ramai menjadi perbincangan mengenai muncul wabah pneumonia misterius di China. Penemuan kasus pneumonia ini terjadi pada musim dingin pertama setelah China harus melwati tiga musim dingin dengan pembatasan ketat karena Covid-19.

Terkait pemberitaan ini, tentu saja banyak orang di berbagai penjuru dunia merasa khawatir mengingat Covid-19 telah meninggalkan banyak trauma dan duka.

Komisi Nasional Kesehatan China pada pertengahan November melaporkan adanya peningkatan penyakit pernapasan yang kebanyakan terjadi pada anak-anak. Para pasien mengalami sejumlah gejala seperti demam, kelelahan, dan batuk.

Klaster pneumonia misterius yang terjadi di sejumlah wilayah China, WHO meminta informasi lebih detail kepada China terkait penyakit tersebut.

Lantas apa sih penyebab dari wabah pneumonia ini? Berikut ulasannya.

Apa Penyebab Pneumonia Ini?

Mengingat China menerapkan lockdown yang jauh lebih lama dan ketat ketimbang beberapa negara lain di Bumi. Jadi, tak heran jika gelombang lockdown exit akan merebak di China.

Pada pertengahan November WHO mengajukan permintaan resmi kepada China untuk memberikan informasi epidemilogis dan klinis pun hasil laboraturium dari kasus yang dilaporkan tersebut. Menurut WHO, kenaikan jumlah pasien ini terjadi karena penyebaran bakteri Mycoplasma peneumoniae sejak Mei, dan virus RSV, adenovirus, dan virus influenza sejak Oktober.

"Pemerintah China mengatakan bahwa tidak terdekteksi adanya patogen yang tak biasa atau baru, atau presentasi klinis yang tidak biasa, termasuk di Beijing dan Liaoning, tetapi hanya kenaikan penyakit pernapasan secara umum yang disebabkan oleh beberapa patogen yang diketahui," ungkap WHO dalam siaran pers.

Lantas apa tindakan WHO mengenai wabah ini?

Tindakan WHO dan Pemerintah China Terkait Wabah Pneumonia

WHO menghimbau masyarakat China untuk menerapkan berbagai tindakan yang dapat mengurangi resiko penyakit pernapasan, seperti memakai masker dan mencuci tangan.

Pemerintah China menerapkan kebijakan 'pencegahan epidemi efektif' untuk mengatasi wabah ini yang diterapkan di sekolah dan tempat penitipan anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ulang Tahun Ke-31, Ini 4 Drama China Terbaik Gong Jun yang Wajib Tonton!

Ulang Tahun Ke-31, Ini 4 Drama China Terbaik Gong Jun yang Wajib Tonton!

Your Say | Rabu, 29 November 2023 | 16:31 WIB

Wabah Pneumonia Anak Misterius di China, Kemenkes Sebut Tak Ada Pembatasan Perjalanan dan Isolasi

Wabah Pneumonia Anak Misterius di China, Kemenkes Sebut Tak Ada Pembatasan Perjalanan dan Isolasi

Health | Rabu, 29 November 2023 | 16:09 WIB

Heboh Pneumonia Mycoplasma Anak di China Meningkat, Kemenkes Minta Petugas Waspada

Heboh Pneumonia Mycoplasma Anak di China Meningkat, Kemenkes Minta Petugas Waspada

Health | Rabu, 29 November 2023 | 14:45 WIB

Vaksinasi Pneumonia Bisa Cegah Penyakit Diabetes Melitus, Begini Penjelasannya

Vaksinasi Pneumonia Bisa Cegah Penyakit Diabetes Melitus, Begini Penjelasannya

Health | Rabu, 29 November 2023 | 14:20 WIB

Wabah Diare Meningkat di Pengungsian Gaza, WHO: Akan Lebih Banyak Orang Meninggal karena Penyakit

Wabah Diare Meningkat di Pengungsian Gaza, WHO: Akan Lebih Banyak Orang Meninggal karena Penyakit

News | Rabu, 29 November 2023 | 13:23 WIB

Belum Dapat Izin untuk Dirikan TPS di Hongkong dan Macau, KPU Kaji Pemungutan Suara Lewat Pos

Belum Dapat Izin untuk Dirikan TPS di Hongkong dan Macau, KPU Kaji Pemungutan Suara Lewat Pos

Kotak Suara | Rabu, 29 November 2023 | 12:00 WIB

Terkini

5 AC Portable Mini Watt Kecil untuk di Kamar: Angin Semriwing, Anti Ribet Pemasangan

5 AC Portable Mini Watt Kecil untuk di Kamar: Angin Semriwing, Anti Ribet Pemasangan

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 19:16 WIB

7 Mesin Cuci 2 Tabung yang Awet dan Hemat Listrik, Cucian Cepat Kering dan Bersih Maksimal

7 Mesin Cuci 2 Tabung yang Awet dan Hemat Listrik, Cucian Cepat Kering dan Bersih Maksimal

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 19:11 WIB

Pilah Sampah dari Sumber, Jalan Nyata Jakarta Tekan Timbulan hingga Tuntas

Pilah Sampah dari Sumber, Jalan Nyata Jakarta Tekan Timbulan hingga Tuntas

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 18:46 WIB

Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Harus Dimulai dari Hulu, Bukan Solusi Instan Hilir

Transformasi Pengelolaan Sampah Daerah Harus Dimulai dari Hulu, Bukan Solusi Instan Hilir

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 18:37 WIB

Bagaimana Cara agar Cushion Tidak Luntur Saat Berkeringat? 7 Tips Makeup Tahan Lama di Cuaca Panas

Bagaimana Cara agar Cushion Tidak Luntur Saat Berkeringat? 7 Tips Makeup Tahan Lama di Cuaca Panas

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 17:55 WIB

5 Serum Anti Aging Ampuh untuk Hilangkan Kerutan Wajah

5 Serum Anti Aging Ampuh untuk Hilangkan Kerutan Wajah

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 17:53 WIB

5 Bedak Glad2Glow untuk Kulit Sawo Matang yang Tahan Lama

5 Bedak Glad2Glow untuk Kulit Sawo Matang yang Tahan Lama

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 17:46 WIB

Akar Restaurant di K Club Ubud Tawarkan Fine Dining Unik, Gabungkan Teknik Prancis dan Rempah Bali

Akar Restaurant di K Club Ubud Tawarkan Fine Dining Unik, Gabungkan Teknik Prancis dan Rempah Bali

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 17:25 WIB

9 Rekomendasi Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kusam dan Pudarkan Flek Hitam

9 Rekomendasi Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kusam dan Pudarkan Flek Hitam

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 17:05 WIB

Bedak Apa yang Tahan 12 Jam? Cek 5 Rekomendasi Anti Luntur Berjam-jam

Bedak Apa yang Tahan 12 Jam? Cek 5 Rekomendasi Anti Luntur Berjam-jam

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 16:50 WIB