Suara.com - Ada banyak perhelatan lari di dunia, salah satu yang masuk dan populer adalah New York Marathin. Memiliki nama lain TCS New York City Marathon yang merupakan salah satu maraton terkenal di dunia ini pertama kali diadakan pada tahun 1970. Sejak itu, acara ini menjadi salah satu marathon terbesar dan paling ikonik di dunia. Ada puluhan ribu orang dari seluruh dunia yang mengikuti gelaran marathon tersebut.
Salah satunya adalah Founder dan CEO Ayobantu, Agnes Yuliavitriani. Tak sekada lari, Agnes membawa misi bertajuk #RUNNYFORCHANGE, sebuah kegiatan penggalangan donasi untuk pengadaan sumber air bersih di Jawa Barat.
Agnes meyakini, misi ini lebih dari sekadar menaklukkan target personal, tetapi juga tentang menjadi bagian dari misi yang lebih besar untuk membantu mereka yang membutuhkan.
"Ternyata berlari bisa memberikan banyak dampak positif bukan hanya untuk diri sendiri namun juga untuk orang lain yang membutuhkan, dengan Ayobantu.com sebagai jembatan kebaikan," tutur Agnes dalam keterangan persnya.
Menurut Agnes, ajang ini adalah momentum yang tepat untuk menjembatani antara semangat kompetitif dan semangat kemanusiaan, dengan menunjukkan bagaimana olahraga bisa menjadi platform yang efektif untuk mendorong perubahan sosial dan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.
Agens mengaku belum pernah sama sekali mengikuti ajang tersebut, namun misi mulia yang ia emban memberinya keberanian dan tekad untuk langsung mengikuti lomba di kategori Full Marathon dengan jarak tempuh 41,195 km.
Tantangan untuk menaklukkan medan NY Marathon 2023 juga bertambah lantaran rutenya menanjak dengan total elevation gain sepanjang 246 m, plus dengan kondisi cuaca yang tidak terduga. Agnes pun mengaku persiapan yang dilakukan terbilang cukup panjang, yaitu sekitar 10 bulan. Terdiri dari strength training selama 3-4 kali latihan berlari selama 1 minggu, dan mencegah cedera dengan menerapkan strategi “Triple S” dari Salonpas Cream, yaitu memakai salonpas gel sebelum latihan, menggunakan Salonpas jet spray atau Salonpas cream saat latihan, dan menggunakan Salonpas patch setelah berolahraga. Sementara dari segi mental, Agnes juga mempersiapkan diri dengan latihan longrun dengan peak training mencapai 36km pada rute hilly.
Beruntung, Agnes bukan pelari karbitan karena sebelumnya ia pernah mengikuti ajang Chicago Marathon pada tahun 2022 lalu. Selain itu, penggalangan dana yang ia lakukan pun juga mendapatkan dukungan dari berbagai brand peduli yaitu Salonpas, Oakley, apotek online-Farmaku, compact protein snack-Jolt, sportswear brand-Volt and Fast, dan komunitas Selari.
Nantinya, seluruh donasi yang terkumpul dalam penggalangan dana ini akan didonasikan untuk mengatasi masalah kekeringan yang terjadi di Kampung Gunung Perang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Berbeda dengan masyarakat umumnya yang jika kekeringan bisa membeli air minum dari depot isi ulang air minum terdekat, warga Kampung Gunung Perang hanya bisa menghemat minum. Bahkan menahan diri untuk mencuci piring dan pakaian, mengatur siklus mandi karena air yang sedikit. Hal ini disebabkan debit air yang kecil dan sumber air yang hanya mengandalkan air dari pegunungan yang dialirkan dengan bambu sederhana dengan jarak yang terbilang cukup jauh.
Untuk itulah, Agnes berharap #RUNNYFORCHANGE ini dapat menjadi sarana dalam membantu warga di Kampung Gunung Perang untuk mendapatkan air bersih beserta infrastrukturnya, seperti saluran air hingga kamar Mandi Cuci Kakus (MCK). Di sisi lain, Agnes juga ingin membuktikan bahwa olahraga pun dapat membuka gerbang untuk menyalurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.
"Semoga misi ini menginspirasi bukan hanya para pegiat maraton, namun juga kepada berbagai pihak individu maupun korporasi lainnya untuk membuka kesempatan kolaborasi dalam kegiatan CSR yang lebih berdampak,” tutupnya.