Iklan yang dimaksud memperlihatkan seorang model berlatar manekin dengan anggota tubuh yang hilang dan patung-patung dibungkus warna putih.
Banyak pihak yang menuding iklan tersebut seolah menghina penderitaan warga Gaza akibat serangan bertubi-tubi yang dilakukan oleh Israel.
Namun, mengutip Reuters, Inditex, pemilik Zara, berdalih bahwa hal tersebut merupakan bagian dari prosedur normal sebagai penyegaran konten.
Mereka menyatakan koleksi ini terinspirasi oleh seni penjahit pakaian pria dari abad-abad sebelumnya saat diluncurkan pada 7 Desember lalu.
Alasan tersebut nampaknya tidak mempengaruhi amarah dari para pendukung Palestina.Serangan demi serangan dilancarkan masyarakat dunia kepada akun Instagram resmi Zara. Alhasil, Zara menghapus beberapa foto yang kontroversial tersebut.