Jomblo Berisiko 2 Kali Alami Kesepian Picu Kematian, Nikah Jadi Solusi?

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 20 Desember 2023 | 10:10 WIB
Jomblo Berisiko 2 Kali Alami Kesepian Picu Kematian, Nikah Jadi Solusi?
Ilustrasi jomblo menunggu jodoh (Pexels.com/JuanPabloSerrano)

Suara.com - Penelitian terbaru Health Collaborative Center (HCC) mengungkap temuan menarik, single atau jomblo berisiko 2 kali lipat lebih besar alami kesepian sedang, yang bisa berdampak pada kesehatan fisik sakit jantung hingga kematian jika tidak ditangani.

Peneliti utama dan Ketua HCC Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK mengatakan temuan ini didapatkan pada 1.229 responden warga Jabodetabek, yang dinilai bisa mewakili hampir seluruh masyarakat Indonesia karena ada urbanisasi penduduk desa ke kota.

"Sebenarnya studi kami menemukan bahwa 60 persen orang yang tidak menikah atau jomblo itu ternyata diidentifikasi sebagai kesepian derajat sedang," ujar Dr. Ray di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (19/10/2023).

Ilustrasi jomblo (Unsplash.com/@hannahbusing)
Ilustrasi jomblo (Unsplash.com/@hannahbusing)

Dr. Ray menjelaskan kategori kesepian derajat sedang, adalah seseorang yang perlu mendapat bantuan ahli atau pakar seperti psikolog maupun psikiater untuk menangani kondisinya, dan tidak bisa diatasi sendiri. Tapi jika dibiarkan maka bisa masuk kategori derajat berat, yang efeknya bisa mengalami depresi, skizofrenia atau gangguan kesehatan mental lainnya.

Adapun tingkat skor kesepian secara umum dibagi dalam 4 tahap yaitu tidak kesepian, kesepian rendah, kesepian sedang dan kesepian berat. Pada tahap kesepian rendah mungkin bisa diatasi diri sendiri dengan bantuan support sistem, tapi pada tahap kesepian sedang dan berat maka harus segera mendaoat bantuan profesional.

Meski jomblo berisiko 2 kali lipat atau 60 persen alami kesepian sedang, tapi Dr. Ray menegaskan kondisi ini tidak serta merta terjadi, karena ada faktor lain yang meningkatkan risiko kesepian sedang yaitu perantau 56 persen, usia muda 20 hingga 40 tahun risikonya 51 persen, dan perempuan 52 persen.

Bahkan terdapat satu indikator penting yaitu 62 persen indikator kesepian dibentuk oleh perasaan tidak merasa cocok dengan pergaulan dan orang-orang di sekitarnya.

Dari data berbagai faktor inilah kata Dr. Ray tidak serta merta membuat status jomblo atau belum menikah selalu berhubungan dengan kesepian sedang, karena memerlukan skrining atau pemeriksaan dasar gangguan kesehatan mental lebih dulu. 

"Jadi yang perlu dilakukan adalah skrining lagi, apakah benar karena status jomblonya? Atau karena dia tidak memiliki akses ruang publik. Atau mungkin dia tidak memiliki support yang mendukung, atau mungkin sebaliknya dia memiliki gangguan organik lain yang tidak disadari," jelas dokter yang juga kerap melakukan riset dan edukasi promosi kesehatan masyarakat itu.

Dokter yang juga inisiator Kaukus Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa itu mengingatkan, setelah skrining dan dipastikan alami kesepian, tidak lantas jomblo harus menikah. Ini karena menikah juga bukanlah jawaban dan solusi masalah kesepian, tapi faktor pencetus kesepian tersebut. 

"Kalau sudah jomblo dan kesepian disuruh nikah saja gitu, belum tentu. Karena kita tahu akan begitu banyak masalah yang ditemukan ketika orang belum siap nikah untuk nikah, tetapi komunikasi sekarang bukan soal status jomblo atau status belum menikah, cari variabel penghubungnya dulu," jelas Dr. Ray.

"Tetapi 47 persen yang sudah menikah pun tetap kesepian. Jadi tidak ada jaminan, satatus pernikahan itu memang tidak bisa dikatakan penyebab atau bukan penyebab kesepian," lanjutnya.

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) itu mengingatkan seorang jomblo harus mengetahui status kesehatan jiwanya, dan jika masuk kategori kesepian sedang hingga berat maka segera diterapi.

"Karena kesepian bisa memberikan dampak yang cukup fatal kalau dibiarkan," paparnya.

Terakhir, Dr. Ray mengingatkan kondisi ini bukan angka yang baik bakan cenderunh tidak menyenangkan, mengingat Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, sudah memperingatkan tentang bahaya laten dari kesepian itu sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Liburan Akhir Tahun Bagi 4 Zodiak Ini Akan Terasa Menyenangkan, Scorpio Jomblo Bertemu Gebetan Lama!

Liburan Akhir Tahun Bagi 4 Zodiak Ini Akan Terasa Menyenangkan, Scorpio Jomblo Bertemu Gebetan Lama!

Lifestyle | Sabtu, 09 Desember 2023 | 09:05 WIB

Masalah Serius Itu Bernama Kesepian

Masalah Serius Itu Bernama Kesepian

Lifestyle | Kamis, 23 November 2023 | 10:28 WIB

Ria Ricis Keciduk Ganti Caption Curhat Kesepian, Warganet Curiga: Emang Lakinya Ke Mana?

Ria Ricis Keciduk Ganti Caption Curhat Kesepian, Warganet Curiga: Emang Lakinya Ke Mana?

Your Say | Rabu, 18 Oktober 2023 | 15:27 WIB

Terkini

5 Moisturizer Cowok untuk Mencerahkan Kulit, Nyaman Dipakai dan Tidak Lengket

5 Moisturizer Cowok untuk Mencerahkan Kulit, Nyaman Dipakai dan Tidak Lengket

Lifestyle | Kamis, 02 April 2026 | 16:15 WIB

Uma Oma Heritage Menteng: Restoran Nusantara Autentik dengan Sentuhan Hangat Para Oma

Uma Oma Heritage Menteng: Restoran Nusantara Autentik dengan Sentuhan Hangat Para Oma

Lifestyle | Kamis, 02 April 2026 | 15:57 WIB

Bisakah Sunscreen Dipakai di Tangan? Ini 7 Lotion SPF Tinggi untuk Badan, Khasiat Lebih Nampol

Bisakah Sunscreen Dipakai di Tangan? Ini 7 Lotion SPF Tinggi untuk Badan, Khasiat Lebih Nampol

Lifestyle | Kamis, 02 April 2026 | 15:44 WIB

Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, Mulai dari Makna hingga Tradisinya

Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, Mulai dari Makna hingga Tradisinya

Lifestyle | Kamis, 02 April 2026 | 15:40 WIB

4 Sabun Batangan Animate untuk Cerahkan Kulit Wajah dan Tubuh

4 Sabun Batangan Animate untuk Cerahkan Kulit Wajah dan Tubuh

Lifestyle | Kamis, 02 April 2026 | 15:32 WIB

5 Urutan Skincare Animate untuk Menghilangkan Flek Hitam, Lokal Rasa Premium

5 Urutan Skincare Animate untuk Menghilangkan Flek Hitam, Lokal Rasa Premium

Lifestyle | Kamis, 02 April 2026 | 15:30 WIB

Tren Akuakultur Semakin Menjauh dari Target Iklim, Rumput Laut Ditinggalkan

Tren Akuakultur Semakin Menjauh dari Target Iklim, Rumput Laut Ditinggalkan

Lifestyle | Kamis, 02 April 2026 | 15:15 WIB

5 Rekomendasi Parfum Lokal Aroma Buah Pir yang Segar dan Manis

5 Rekomendasi Parfum Lokal Aroma Buah Pir yang Segar dan Manis

Lifestyle | Kamis, 02 April 2026 | 14:37 WIB

Aturan WFH untuk Swasta Berlaku Kapan? Ini Penjelasan Terbarunya

Aturan WFH untuk Swasta Berlaku Kapan? Ini Penjelasan Terbarunya

Lifestyle | Kamis, 02 April 2026 | 14:37 WIB

20 Desain Kartu Ucapan Selamat Hari Paskah 2026 yang Menyentuh untuk Keluarga dan Sahabat

20 Desain Kartu Ucapan Selamat Hari Paskah 2026 yang Menyentuh untuk Keluarga dan Sahabat

Lifestyle | Kamis, 02 April 2026 | 14:27 WIB