Sejarah KBAK Gunungsewu: Mau Dipangkas Pemda Gunungkidul, Kini Dibangun Beach Club Raffi Ahmad

Chyntia Sami Bhayangkara

Rabu, 27 Desember 2023 | 11:02 WIB
Sejarah KBAK Gunungsewu: Mau Dipangkas Pemda Gunungkidul, Kini Dibangun Beach Club Raffi Ahmad
Sejarah KBAK Gunungsewu: Mau Dipangkas Pemda Gunungkidul, Kini Dibangun Beach Club Raffi Ahmad (Ig/@raffinagita1717)

Suara.com - Rencana Raffi Ahmad yang akan membangunn beach club di kawasan Pantai Krakal di Ngestirejo, Gunungkidul, Yogyakarta menuai sorotan. Pasalnya, lokasi pembangunan tempat wisata itu disebut dilindungi. Selengkapnya, ini dia sejarah kawasan Bentang Alam Karst Gunung Sewu yang akan dibagun beach club oleh Raffi Ahmad. 

Beach club sendiri rencananya akan dibangun di atas tanah dengan luas 10 hektare di wilayah Kawasan Bentangan Alam Karst (KBAK) Gunungsewu di bagian timur. Melansir dari unggahan Instagram pribadinya, Raffi menyebut kalau pembangunan bisnis barunya itu baru akan dilakukan pada awal 2024. Tak hanya beach club, suami dari Nagita Slavina itu juga berencana membangun villa dan juga resort spa di atas wilayah itu. 

Lantas seperti apa sejarah lokasi pembangunan bisnis baru Raffi Ahmad yang disebut kawasan dilindungi itu? 

Sejarah Kawasan Bentang Alam Karst Gunungsewu 

Karst Gunungsewu merupakan aset yang dimiliki pemerintah Indonesia bertaraf internasional berdasarkan tipologi karst (holokarst-tropik) dan juga kelas karst (kelas i, ii). Terdapat keunikan landscape bukit, sungai bawah tanah, lembah purba, serta potensi sumber daya.  

Karst Gunungsewu sendiei secara geologis geomorfologi berusia tersier, berada di zona selatan wilayah Jawa yang berbatasan langsung dengan laut Samudera Hindia yang membentang dari kawasan Bantul, Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan. 

Terdapat keunikan flora dan fauna di kawasan karst, baik itu yang hidup di ekosistem eksokarst ataupun endokarst seperti ketela, jambu mete, srikaya, sirsak, hingga pohon jati. Demikian pula dengan hewan seperti ular kobra, betet, landak, kelelawar, dan kera ekor panjang.

Prospek pengembangan pada ekosistem karst bisa dimanfaatkan sumber dayanya untuk pembangunan tempat wisata, lingkungan, pendidikan, kehutanan, perkebunan, dan juga jasa. 

Sejarah gagasan kawasan karst di Gunungsewu yang dimotori oleh para akademisi itu lantas dijadikan dasar pengusulan kawasan karst Gunungsewu sebagai tempat ekokarst yang dilestarikan serta diresmikan oleh Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, di pendopo wilayah Kabupaten Gunungkidul. Kawasan tersebut secara resmi menjadi embrio karst Gunungsewu ke UNESCO menjadi geopark dunia. 

baca juga

Berikut ini lika-liku berdirinya Kawasan Bentang Alam Karst Gunungsewu yang kini mulai terancam, dikutip dari keterangan pers Walhi Yogyakarta:

• Kawasan karst Gunung Sewu yang diakui UNESCO terancam karena Pemerintah Gunungkidul ingin mengurangi luas wilayah karst. Diketahui, luasan Kawasan Bentang Alam Karst Gunungkidul sebesar 75.835,45 Hektar. Pemerintah Gunungkidul mengusulkan agar kawasan tersebut dikurangi menjadi 37.018,06 hektar atau setara dengan 51,19 persen dari luas yang telah sudah ditetapkan sebagai KBAK. 

• Pada tanggal 1 November 2022 lalu, pemerintah melakukan rapat koordinasi tentang peninjauan kembali KBAK Gunungsewu di Gunungkidul. Adapun tujuan dipangkasnya luas wilayah ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, yakni dengan pengembangan pariwisata, pembangunan infrastruktur, dan juha Industri. Padahal pembangunan di kawasan karst tidak seharusnya menghilangkan fungsi dari kawasan lindung di suatu bentang alam. 

•  Koalisi Masyarakat Pemerhati Karst Indonesia melakukan protes dan menolak usulan terhadap penyusutan Kawasan karst Gunungsewu tersebut. Koalisi itu terdiri dari berbagai kelompok masyarakat, mulai dari akademisi, organisasi masyarakat sipil hingga berbagai elemen masyarakat sipil. 

• Ketua Pusat Studi Manajemen bencana UPN Veteran Yogyakarta, Eko Teguh Paripurno menyayangkan atas seluruh upaya yang dilakukan dengan tujuan pada pemanfaatan karst eksploratif dan eksploitatif, dengan mengubah luas KBAK. Itu artinya, usulan pengubahan status Kawasan tersebut sama dengan mengurangi luasan karst itu sendiri. 

• Koalisi Masyarakat Pemerhati Karst Indonesia pun menyampaikan penolakan terhadap rencana pengurangan luasan di Kawasan Bentang Alam Karst yang diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. 

Nah demikianlah ulasan tentang sejarah kawasan Bentangan Alam Karst Gunung Sewu yang akan dibagun beach club oleh Raffi Ahmad. Sampai berita ini dipublikasi, tim redaksi Suara.com masih mencoba mengonfirmasi pihak Pemda Gunungkidul terkait hal ini. Semoga bermanfaat! 

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berpotensi Bencana, Polemik Beach Club Raffi Ahmad di Gunung Kidul yang Ada di Kawasan Lindung

Berpotensi Bencana, Polemik Beach Club Raffi Ahmad di Gunung Kidul yang Ada di Kawasan Lindung

Lifestyle | Rabu, 27 Desember 2023 | 10:38 WIB

Mau Bangun Beach Club di Lahan Dilindungi, 7 Bisnis Raffi Ahmad Ini Gulung Tikar

Mau Bangun Beach Club di Lahan Dilindungi, 7 Bisnis Raffi Ahmad Ini Gulung Tikar

Lifestyle | Rabu, 27 Desember 2023 | 10:05 WIB

Deretan Bisnis Beach Club Milik Raffi Ahmad, Ada di Bali sampai Padang

Deretan Bisnis Beach Club Milik Raffi Ahmad, Ada di Bali sampai Padang

Lifestyle | Rabu, 27 Desember 2023 | 09:55 WIB

Selain Kekeringan, Pembangunan Beach Club Raffi Ahmad di Gunungkidul Bisa Sebabkan Banjir dan Longsor

Selain Kekeringan, Pembangunan Beach Club Raffi Ahmad di Gunungkidul Bisa Sebabkan Banjir dan Longsor

Entertainment | Selasa, 26 Desember 2023 | 15:43 WIB

WALHI Protes Pembangunan Beach Club Raffi Ahmad, Dampaknya Bikin Warga Sekitar Kekurangan Air

WALHI Protes Pembangunan Beach Club Raffi Ahmad, Dampaknya Bikin Warga Sekitar Kekurangan Air

Entertainment | Selasa, 26 Desember 2023 | 14:56 WIB

Berapa Kekayaan Raffi Ahmad? Bos RANS yang Geger Bangun Beach Club di Kawasan Lindung Yogyakarta

Berapa Kekayaan Raffi Ahmad? Bos RANS yang Geger Bangun Beach Club di Kawasan Lindung Yogyakarta

Bola | Selasa, 26 Desember 2023 | 13:24 WIB

Terkini

Kebijakan Rombak Pejabat Kemenkeu Berpotensi Dianulir, Purbaya: Suka-Suka Menteri (Baru) Lah!

Kebijakan Rombak Pejabat Kemenkeu Berpotensi Dianulir, Purbaya: Suka-Suka Menteri (Baru) Lah!

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 14:56 WIB

Wanita Hamil 7 Bulan Tewas Dicekik di Bekasi, Pria 23 Tahun Ditangkap

Wanita Hamil 7 Bulan Tewas Dicekik di Bekasi, Pria 23 Tahun Ditangkap

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:56 WIB

5 Rekomendasi Cafe Tempat Nugas dan WFC di Jogja, Nyaman dan Terjangkau

5 Rekomendasi Cafe Tempat Nugas dan WFC di Jogja, Nyaman dan Terjangkau

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 14:56 WIB

Lima Titik Api Karhutla Menyala Lagi di Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir

Lima Titik Api Karhutla Menyala Lagi di Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 14:56 WIB

Ulasan Toy Story 5: Ketika Gadget Perlahan Mengambil Alih Masa Kecil Anak

Ulasan Toy Story 5: Ketika Gadget Perlahan Mengambil Alih Masa Kecil Anak

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 14:50 WIB

Buntut Demo Geruduk Balai Kota, Wawali Blitar Dipolisikan Terkait Eksploitasi Atlet Anak

Buntut Demo Geruduk Balai Kota, Wawali Blitar Dipolisikan Terkait Eksploitasi Atlet Anak

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 14:47 WIB

Sidak Pasar hingga Supermarket, Polda Metro Pastikan Stok Beras Aman dan Sesuai HET

Sidak Pasar hingga Supermarket, Polda Metro Pastikan Stok Beras Aman dan Sesuai HET

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:46 WIB

Persib Rilis Jersey Khusus ACL 2, Bawa Identitas Bandung dan Indonesia ke Panggung Asia

Persib Rilis Jersey Khusus ACL 2, Bawa Identitas Bandung dan Indonesia ke Panggung Asia

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 14:43 WIB

Cara Mencegah Bintik Freckles Bertambah Banyak dan Makin Gelap, Sunscreen Berperan Penting

Cara Mencegah Bintik Freckles Bertambah Banyak dan Makin Gelap, Sunscreen Berperan Penting

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 14:42 WIB

Gubernur Sherly Curhat ke DPR 'Kena PHP' Kementerian Nusron Wahid soal Legalitas Lahan Petani

Gubernur Sherly Curhat ke DPR 'Kena PHP' Kementerian Nusron Wahid soal Legalitas Lahan Petani

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:37 WIB

×