Prabowo Subianto Ngaku Saat Muda Tak Punya Apa-apa: Padahal Ayahnya Begawan Ekonomi, Kakeknya Pendiri BNI

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 23 Januari 2024 | 08:47 WIB
Prabowo Subianto Ngaku Saat Muda Tak Punya Apa-apa: Padahal Ayahnya Begawan Ekonomi, Kakeknya Pendiri BNI
Prabowo Sebut Ada Orang Pintar dan Kaya Tapi Kerjanya Nyolong: Banyak Omon-omon [Suara.com/Mae Harsa]

Suara.com - Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, baru-baru ini mengaku bahwa sejak muda tidak mempunyai apa-apa. Hal itu ia ungkapkan dalam pertemuan dengan para pedagang bakso dan mie ayam di Summarecon Bekasi, Jawa Barat.

Awalnya, Prabowo Subianto menyampaikan bahwa banyak individu yang memiliki kecerdasan dan kekayaan, namun memilih untuk terlibat dalam tindakan pencurian dan penipuan.

“Banyak orang pintar, orang kaya, kerjanya maling. Pintarnya nyolong. Pintarnya nipu. Banyak omon-omon,” ucapnya.

Prabowo Ogah Diminta Hati-hati Kalau Bicara: Sori ye, Emang Gua Pikiran? Lo Siape? [Suara.com/Mae Harsa]
Prabowo Ogah Diminta Hati-hati Kalau Bicara: Sori ye, Emang Gua Pikiran? Lo Siape? [Suara.com/Mae Harsa]

Selanjutnya, Prabowo menekankan bahwa sejak usia muda, dia telah bersumpah untuk memberikan dedikasi penuhnya bagi kemajuan bangsa Indonesia. Dia berkomitmen untuk terus membela dan melayani rakyat Indonesia.

"Sejak saya masih muda dan tidak memiliki banyak harta, saya telah bersumpah untuk memberikan segalanya demi kesejahteraan rakyat Indonesia. Saya bertekad untuk terus memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan mereka," tambah Prabowo.

Lantas, benarkah sejak muda Prabowo Subianto tidak punya apa-apa? Untuk mencari tahu, penting menelusuri riwayat keluarga Prabowo Subianto.

Seperti diketahui, bahwa ia merupakan anak dari seorang ekonom terpandang pada masanya, yakni mendiang Soemitro Djojohadikusumo yang juga berlatar belakang sebagai seorang politikus. 

Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, seorang begawan ekonomi yang sangat berpengaruh dalam sejarah Indonesia, lahir dari keluarga ningrat Jawa. Pendidikan tingginya diraih di Sekolah Tinggi Ekonomi Rotterdam, Belanda, dan lulus pada tahun 1937.

Soemitro Djojohadikoesoemo, Ayah Prabowo (Dok. Perpusnas)
Soemitro Djojohadikoesoemo, Ayah Prabowo (Dok. Perpusnas)

Setelah Perang Dunia Kedua, Soemitro kembali ke Indonesia dan menjadi delegasi Indonesia di PBB di Amerika Serikat. Aktif dalam mengumpulkan dana untuk mendukung kemerdekaan Indonesia, ia terlibat dalam Konferensi Meja Bundar sebelum bergabung dengan Partai Sosialis Indonesia.

baca juga

Muncul sebagai Menteri Perdagangan dan Industri dalam Kabinet Natsir pada tahun 1950, Soemitro kemudian menjabat sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Wilopo dan Kabinet Burhanuddin Harahap. Selama masa jabatannya, Indonesia mulai menarik investasi asing dan menjalin kerja sama ekonomi dengan pihak luar.

Di samping kiprahnya di pemerintahan, Soemitro juga menjadi Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Namun, ia kemudian terlibat dalam pemberontakan PRRI di Sumatra pada tahun 1967, menyebabkan Soemitro tinggal di luar negeri untuk menjauhkan diri dari situasi politik yang tidak stabil.

Ketika Soeharto menjadi presiden pada 1967, Soemitro diundang kembali dan menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Industri dalam Kabinet Pembangunan I pada tahun 1968. Kebijakan perdagangan yang diterapkan, termasuk pengawasan ketat terhadap ekspor dan impor, menjadi sorotan.

Soemitro dikenal mendorong ekspor agar mendatangkan pemasukan untuk pemerintah. Meskipun ada kritik terhadap kebijakannya yang dianggap terlalu ambisius, Soemitro terus berperan aktif dan bahkan menjadi Menteri Riset dalam Kabinet Pembangunan II pada tahun 1973.

Setelah pensiun dari jabatan menteri, Soemitro tetap menjadi tokoh ekonomi dan kritis terhadap pemerintahan Soeharto. Kekhawatirannya terhadap kebijakan ekonomi dan kritik kerasnya selama krisis moneter menggambarkan dedikasinya terhadap perbaikan kondisi ekonomi Indonesia. Soemitro tetap menjadi figur yang berpengaruh dan berani menyuarakan pendapatnya hingga akhir hayatnya.

Ketika Soeharto menjadi presiden pada 1967, Soemitro diundang kembali dan menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Industri dalam Kabinet Pembangunan I pada tahun 1968. Kebijakan perdagangan yang diterapkan, termasuk pengawasan ketat terhadap ekspor dan impor, menjadi sorotan.

Soemitro dikenal mendorong ekspor agar mendatangkan pemasukan untuk pemerintah. Meskipun ada kritik terhadap kebijakannya yang dianggap terlalu ambisius, Soemitro terus berperan aktif dan bahkan menjadi Menteri Riset dalam Kabinet Pembangunan II pada tahun 1973.

Setelah pensiun dari jabatan menteri, Soemitro tetap menjadi tokoh ekonomi dan kritis terhadap pemerintahan Soeharto. Kekhawatirannya terhadap kebijakan ekonomi dan kritik kerasnya selama krisis moneter menggambarkan dedikasinya terhadap perbaikan kondisi ekonomi Indonesia. Soemitro tetap menjadi figur yang berpengaruh dan berani menyuarakan pendapatnya hingga akhir hayatnya.

Sementara itu, kakeknya, Margono Djojohadikoesoemo, yang dilahirkan pada 16 Mei 1894 di Banyumas, merupakan cucu buyut dari Raden Tumenggung Banyakwide, yang lebih dikenal dengan Panglima Banyakwide.

Panglima Banyakwide merupakan pengikut setia Pangeran Diponegoro, sementara Margono adalah anak dari asisten Wedana Banyumas. Pendidikannya dimulai di Europeesche Lagere School (ELS) Banyumas, sebuah Sekolah Dasar pada era kolonial Belanda di Banyumas, yang dijalaninya dari tahun 1900 hingga 1907. Ia juga merupakan pendiri dari Pusat Bank Indonesia, cikal bakal Bank Nasional Indonesia (BNI).
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anisa Pohan Pede Tenteng Tas Hermes Nyaris Rp 200 Juta Depan Prabowo Subianto di Acara Debat Pilpres

Anisa Pohan Pede Tenteng Tas Hermes Nyaris Rp 200 Juta Depan Prabowo Subianto di Acara Debat Pilpres

Lifestyle | Selasa, 23 Januari 2024 | 07:23 WIB

Gibran Refleks Bantu Petugas KPU yang Jatuh di Panggung Debat Cawapres, Tuai Pujian: Bukan Gimmick

Gibran Refleks Bantu Petugas KPU yang Jatuh di Panggung Debat Cawapres, Tuai Pujian: Bukan Gimmick

Lifestyle | Senin, 22 Januari 2024 | 15:21 WIB

Berbeda Pilihan dengan Anang dan KD, Dukungan Aurel Hermansyah Untuk Prabowo Subianto Disebut Bukan karena FOMO Semata

Berbeda Pilihan dengan Anang dan KD, Dukungan Aurel Hermansyah Untuk Prabowo Subianto Disebut Bukan karena FOMO Semata

Lifestyle | Senin, 22 Januari 2024 | 15:00 WIB

Terkini

Layanan Digital MNC Bank Lumpuh, Nasabah Ngamuk: Itu Duit Kita, Bukan Duit Lu!

Layanan Digital MNC Bank Lumpuh, Nasabah Ngamuk: Itu Duit Kita, Bukan Duit Lu!

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:05 WIB

Ramalan Zodiak Paling Beruntung 3 November 2026, Siap Panen Hoki Hari Ini

Ramalan Zodiak Paling Beruntung 3 November 2026, Siap Panen Hoki Hari Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 08:55 WIB

Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026 Berkat Inovasi Transformasi Digital

Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026 Berkat Inovasi Transformasi Digital

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 08:52 WIB

Anime Charisma Tayang Januari 2027, Kisah 7 Penghuni dengan Karisma Berbeda

Anime Charisma Tayang Januari 2027, Kisah 7 Penghuni dengan Karisma Berbeda

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 08:50 WIB

Nama Ahmad Dhani Muncul di Sidang Korupsi Bea Cukai, KPK Buka Peluang Hadirkan sebagai Saksi!

Nama Ahmad Dhani Muncul di Sidang Korupsi Bea Cukai, KPK Buka Peluang Hadirkan sebagai Saksi!

News | Selasa, 03 November 2026 | 08:49 WIB

Lahar Hujan Semeru Terjang Permukiman, Tiga Rumah Rusak dan 117 KK Terisolasi

Lahar Hujan Semeru Terjang Permukiman, Tiga Rumah Rusak dan 117 KK Terisolasi

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 08:30 WIB

Video Petugas Tegur Penumpang Viral, MRT Beberkan Alasan Larang Makan dan Minum di Kereta

Video Petugas Tegur Penumpang Viral, MRT Beberkan Alasan Larang Makan dan Minum di Kereta

News | Selasa, 03 November 2026 | 08:28 WIB

Perpanjang SIM Berapa Hari Sebelum Habis? Ini Ketentuannya agar Tidak Terlambat

Perpanjang SIM Berapa Hari Sebelum Habis? Ini Ketentuannya agar Tidak Terlambat

Otomotif | Selasa, 03 November 2026 | 08:20 WIB

Review Unlocked: Satu Ponsel Hilang, Seluruh Kehidupan Berubah Jadi Teror

Review Unlocked: Satu Ponsel Hilang, Seluruh Kehidupan Berubah Jadi Teror

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 08:20 WIB

Tabrak Warga hingga 6 Tewas! Sopir Truk Molen di Bekasi Jadi Tersangka Terancam 6 Tahun Bui

Tabrak Warga hingga 6 Tewas! Sopir Truk Molen di Bekasi Jadi Tersangka Terancam 6 Tahun Bui

News | Selasa, 03 November 2026 | 08:15 WIB

×