Suara.com - Raffi Ahmad diterpa rumor tak sedap. Suami Nagita Slavina tersebut dituduh terlibat pencucian uang ratusan miliar dari kejahatan korupsi, sebagaimana yang digaungkan oleh Ketua Umum DPP National Corruption Watch (NCW) Hanifa Sutrisna.
Nama Raffi Ahmad tengah jadi perbincangan akibat tuduhan tersebut. Artis yang dijuluki Sultan Andara tersebut telah memberikan klarifikasi. Ia secara gamblang membantah tuduhan pencucian uang yang menyeret namanya.
Menurut ayah dua anak itu, tuduhan tersebut adalah fitnah yang ketertaluan sehingga dirinya merasa perlu buka suara setelah selama ini tak acuh.
Bersamaan dengan ramainya kabar cuci uang, tak sedikit yang menyinggung bisnis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Terlebih diketahui, keduanya memiliki gurita bisnis yang meliputi berbagai sektor mulai dari kuliner, fashion, olahraga, tempat hiburan hingga media hiburan.
Raffi Ahmad pernah bercerita mengenai bisnis perdana yang dikelola. Rupanya bisnis tersebut adalah makanan ringan.
![Raffi Ahmad ditemui di kantornya kawasan BSD, Tangerang Selatan pada Kamis (1/2/2024) [Suara.com/Rena Pangesti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/02/02/95140-raffi-ahmad.jpg)
Kebetulan saat itu, Raffi Ahmad menjadi salah satu duta merek atau brand ambassador (BA) sebuah toko retail. Sosok keturunan Sunda itu memutuskan untuk menjual camilan berbahan dasar singkong yang diberi nama King Kong Snack.
"Bisnis pertama kali, waktu itu aku bikin keripik. Ya, keripik singkong," beber Raffi Ahmad dalam YouTube Bicara Pagi pada 2021 lalu.
Raffi Ahmad menjual snack tersebut di gerai minimarket yang mempercayainya sebagai BA. Ia tak menyangka meraup untung besar dari bisnis ini.
"Gak menyangka-nyangka, kebetulan aku salah satu brand ambassador salah satu market, minimarket, bukan ya pokoknya yang banyak itu.," sambungnya.
Tak tanggung-tanggung, diakui Raffi Ahmad, omzet yang didapatnya saat itu menembus 100 miliar dalam satu tahun penjualan snack.
Meski heran dengan pendapatan yang didapat, Raffi Ahmad mengakui, ini tak lepas dari promosi yang dilakukannya secara gencar di media sosial.
"Aku jual ke sana, cuma satu market itu aja, satu tahun omzetnya Rp100 M, itu aku gak menyangka-nyangka. Karena itu, aku mengoptimalkan digital yang aku punya, Instagram yang aku punya," ujarnya.
Di sisi lain, presenter berusia 37 tahun itu kelemahannya saat itu. Ia mengaku belum berpengalaman menjaga agar penjualan tetap stabil.
"Tapi waktu itu aku belum pengalaman, jadi aku gak bisa membuatnya stabil. (Penjualan) Turun, tapi dari situ aku banyak belajar," pungkasnya.