Aghnia Punjabi Kena Victim Blaming Dari Warganet Usai Anaknya Dianiaya, Dampaknya Bahaya Banget!

Senin, 01 April 2024 | 10:30 WIB
Aghnia Punjabi Kena Victim Blaming Dari Warganet Usai Anaknya Dianiaya, Dampaknya Bahaya Banget!
Potret Aghnia Punjabi Dan Anak yang Jadi Korban Kekerasan Pengasuhnya. (Instagram/@emyaghnia)

Suara.com - Kasus kekerasan yang menimpa anak Aghnia Punjabi memang dapat sorotan publik. Sayangnya, sejumlah warganet justru ada saja yang menyalahkan Aghnia Punjabi karena dinilai lalai telah meninggalkan anaknya hanya bersama pengasuh.

Berbagai sikap menyudutkan itu membuat Aghnia Punjabi jadi ikut menyalahkan dirinya sendiri. Pada postingannya di Instagram, dia beberapa kali curhat karena merasa kesal dengan diri sendiri.

"Working mom pakai suster salah? yang salah itu aku aku ibunya aku ini salah salah bgt bgt bgt bgt bgt bgt sampe gabisa di maafkan aku aja nggak memaafkan diriku. Tapi aku sayang bgt bgt bgt bgt bgt bgt sama anakku ya Allah ya rabb," tulis Aghnia pada Instagram story pribadinya, dikutip Senin (1/4/2024).

Aghnia Punjabi Siapanya Manoj Punjabi (Instagram)
Aghnia Punjabi Siapanya Manoj Punjabi (Instagram)

Tak cukup menyalahkan dirinya sendiri, Aghnia juga mengaku telah benci dengan dirinya sendiri. Respon dari warganet yang diterima Aghnia itu sebenarnya termasuk tindakan victim blaming. Yakni, tindakan atau sikap menyalahkan korban atas kejahatan yang menimpanya. Dikutip dari KlikDokter, orang yang melakukan victim blaming juga cenderung tidak menyalahkan si pelaku.

Bukannya mendukung korban secara moral dan psikologis, pelaku victim blaming cenderung menyalahkan korban sebagai penyebab tindak kejahatan terjadi. Padahal tindakan tersebut dapat berdampak buruk terhadap korban yang tengah mengalami mjsibah tapi masih juga disalahkan.

Berikut dampak victim blaming terhadap kesehatan mental korban.

  1. Membuat korban justru menyalahkan dirinya sendiri.
  2. Membuat korban merasa depresi maupun cemas.
  3. Menimbulkan rasa trauma bagi korban.
  4. Adanya anggapan bahwa suatu kejadian tersebut adalah aib sehingga harus ditutupi.
  5. Korban menjadi tidak mempunyai keberanian untuk melaporkan suatu kejadian. Karena masyarakat sering menganggapnya sebagai hal negatif.
  6. Deptesi dan muncul keinginan untuk bunuh diri.
  7. Memendam sendiri penderitaan yang dialaminya
  8. Trauma di masa depan
  9. Tidak dapat melanjutkan kehidupan layaknya orang normal

Dampak kesehatan yang ditimbulkan sungguh besar. Bahkan, bisa menyebabkan seseorang tidak dapat melanjutkan hidup atau melakukan bunuh diri. Untuk itu, jika melihat adanya korban pelecehan sebaiknya, dukung secara fisik dan mental.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI