Pertanian Jadi Penyumbang Utama Emisi Metana di Indonesia, Apa Dampaknya bagi Iklim?

Vania Rossa

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:07 WIB
Pertanian Jadi Penyumbang Utama Emisi Metana di Indonesia, Apa Dampaknya bagi Iklim?
Ilustrasi sektor pertanian jadi salah satu penyumbang emisi metana terbesar (Freepik/jcomp)
baca 10 detik
  • ECADIN dan Kementerian ESDM membahas urgensi pengendalian emisi metana yang memiliki daya perusak panas jauh lebih tinggi daripada karbon dioksida.
  • Sektor minyak dan gas dinilai mampu menekan emisi metana dengan cepat karena dukungan teknologi pemantauan yang matang dan terukur.
  • Pengurangan emisi metana sebesar 30 persen pada tahun 2030 ditargetkan dunia untuk memperlambat laju pemanasan global secara signifikan dan cepat.

Suara.com - Ketika membahas perubahan iklim, masyarakat umumnya lebih mengenal karbon dioksida (CO) sebagai penyebab utama pemanasan global. Namun, ada gas rumah kaca lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan, yaitu metana.

Meski keberadaannya di atmosfer jauh lebih sedikit dibandingkan CO, metana memiliki kemampuan memerangkap panas yang jauh lebih kuat. Dalam periode 20 tahun, dampak pemanasan yang ditimbulkan metana bahkan sekitar 80 kali lebih besar dibandingkan karbon dioksida.

Hal tersebut menjadi salah satu sorotan dalam media briefing bertajuk Methane Management in Oil and Gas Sector yang digelar ECADIN bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta, Senin (8/6).

COO ECADIN, Candra Sutama, menjelaskan bahwa metana telah memberikan kontribusi besar terhadap pemanasan global yang terjadi saat ini.

"Sejak revolusi industri, metana berkontribusi hampir sepertiga terhadap penghangatan bumi. Namun masyarakat jarang mendengar soal metana karena biasanya dampaknya diterjemahkan dalam bentuk ekuivalen karbon dioksida," kata Candra.

Candra Sutama dan Monika Bergeron dalam media briefing Methane Management in Oil and Gas Sector (Suara.com/Vania)
Candra Sutama dan Monika Bergeron dalam media briefing Methane Management in Oil and Gas Sector (Suara.com/Vania)

Selama ini, banyak orang mengaitkan emisi metana dengan tumpukan sampah atau peternakan sapi. Padahal, sumber emisi metana jauh lebih beragam.

Di Indonesia, sektor pertanian, termasuk area persawahan, menjadi salah satu penyumbang terbesar emisi metana. Selain itu, sektor energi, khususnya minyak dan gas bumi, juga menghasilkan emisi metana dalam jumlah signifikan.

Menurut Candra, sektor minyak dan gas menjadi salah satu sektor yang paling memungkinkan untuk segera menurunkan emisi metana. Alasannya, industri ini memiliki teknologi dan sistem pemantauan yang relatif lebih matang dibanding sektor lain.

"Di sektor minyak dan gas, sumber emisinya lebih mudah diidentifikasi dan tersedia teknologi untuk menguranginya. Selain itu jumlah operatornya juga lebih terbatas dibanding sektor pertanian yang melibatkan jutaan petani," ujarnya.

baca juga

Sementara itu, Lead Coordinator UNEP's International Methane Emissions Observatory (IMEO), Monika Bergeron, mengatakan pengurangan emisi metana kini menjadi prioritas global karena dampaknya dapat dirasakan lebih cepat dibanding pengurangan emisi karbon dioksida.

Menurut Monika, metana memiliki karakteristik unik. Selain sangat kuat memerangkap panas, gas ini hanya bertahan sekitar 10 tahun di atmosfer. Karena itu, ketika emisinya berhasil ditekan, manfaatnya terhadap perlambatan pemanasan global dapat terlihat dalam waktu yang relatif singkat.

"Metana bertanggung jawab atas sekitar sepertiga pemanasan global yang kita alami saat ini. Jika kita mengurangi emisi metana sekarang, dampaknya bisa dirasakan dalam masa hidup kita," kata Monika.

Ia menjelaskan, negara-negara dunia telah menyepakati target pengurangan emisi metana sebesar 30 persen pada 2030 melalui Global Methane Pledge yang diluncurkan pada Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP26) di Glasgow pada 2021.

Selain bermanfaat bagi lingkungan, pengurangan emisi metana juga dinilai menguntungkan secara ekonomi. Dalam sektor minyak dan gas, metana yang selama ini terlepas ke atmosfer sebenarnya merupakan gas yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.

Karena itu, pengurangan emisi metana tidak hanya membantu menekan laju perubahan iklim, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional industri energi.

"Ini salah satu peluang iklim yang paling cepat dan paling nyata yang bisa dilakukan saat ini. Manfaatnya tidak hanya untuk lingkungan, tetapi juga untuk kualitas udara, kesehatan masyarakat, dan ketahanan energi," ujar Monika.

Dengan dampaknya yang besar terhadap pemanasan global, metana kini semakin mendapat perhatian dalam upaya pengendalian perubahan iklim. Para ahli menilai, selain tetap mengurangi emisi karbon dioksida, langkah menekan emisi metana dapat menjadi solusi cepat untuk membantu menjaga kenaikan suhu bumi tetap terkendali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

97 dari 104 Pertandingan Piala Dunia 2026 Akan Dilanda Cuaca Panas, Rusak Tempo Bermain

97 dari 104 Pertandingan Piala Dunia 2026 Akan Dilanda Cuaca Panas, Rusak Tempo Bermain

Bola | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:30 WIB

Empat Dekade Dipantau Satelit, Hutan Mangrove Dunia Menunjukkan Tanda-Tanda Pemulihan

Empat Dekade Dipantau Satelit, Hutan Mangrove Dunia Menunjukkan Tanda-Tanda Pemulihan

Lifestyle | Senin, 08 Juni 2026 | 11:27 WIB

Krisis Iklim Bikin Ruang Kelas Makin Panas: Ngaruh ke Konsentrasi Siswa?

Krisis Iklim Bikin Ruang Kelas Makin Panas: Ngaruh ke Konsentrasi Siswa?

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:12 WIB

Terkini

Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme

Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 07:54 WIB

Warung Makan Non Halal di Sukoharjo Diduga Dibakar oleh OTK

Warung Makan Non Halal di Sukoharjo Diduga Dibakar oleh OTK

Surakarta | Senin, 14 September 2026 | 07:51 WIB

5 Pilihan HP Murah 5G Mulai Rp 2 Jutaan, Performa Stabil Fitur Melimpah

5 Pilihan HP Murah 5G Mulai Rp 2 Jutaan, Performa Stabil Fitur Melimpah

Tekno | Senin, 14 September 2026 | 07:38 WIB

Pertamina Patra Niaga dan Pemprov Sulsel Bersinergi, Antrean BBM di SPBU Makassar Mulai Melandai

Pertamina Patra Niaga dan Pemprov Sulsel Bersinergi, Antrean BBM di SPBU Makassar Mulai Melandai

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 07:37 WIB

Pertamina Patra Niaga Pastikan Kebijakan Harga BBM Berjalan Sesuai Kebijakan Pemerintah

Pertamina Patra Niaga Pastikan Kebijakan Harga BBM Berjalan Sesuai Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 07:30 WIB

4 Shio Beruntung Dapat Bayaran Tambahan Minggu Ini, Ada Rezeki Tak Terduga?

4 Shio Beruntung Dapat Bayaran Tambahan Minggu Ini, Ada Rezeki Tak Terduga?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 07:30 WIB

Pertamina Janji Dua Hari ke Depan Kondisi SPBU di Makassar Normal

Pertamina Janji Dua Hari ke Depan Kondisi SPBU di Makassar Normal

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 07:30 WIB

PSSI Kerja Sama dengan Ajax Amsterdam Kembangkan Sepak Bola RI

PSSI Kerja Sama dengan Ajax Amsterdam Kembangkan Sepak Bola RI

Video | Senin, 14 September 2026 | 07:30 WIB

69 Korban Selamat Kapal Virgo Tiba di Banjarmasin, Langsung Jalani Pemeriksaan Medis

69 Korban Selamat Kapal Virgo Tiba di Banjarmasin, Langsung Jalani Pemeriksaan Medis

News | Senin, 14 September 2026 | 07:08 WIB

BPH Migas Beberkan Alasan SPBU di Makassar Terus Diserbu Warga

BPH Migas Beberkan Alasan SPBU di Makassar Terus Diserbu Warga

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 07:07 WIB

×