Berani Kritik Jokowi, Latar Belakang Romo Magnis Ternyata dari Keluarga Bangsawan Jerman

Ruth Meliana

Kamis, 04 April 2024 | 18:35 WIB
Berani Kritik Jokowi, Latar Belakang Romo Magnis Ternyata dari Keluarga Bangsawan Jerman
Ahli dari kubu Ganjar-Mahfud MD, Franz Magnis-Suseno atau Romo Magnis dalam sidang sengketa Pilpres 2024 di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2024). (tangkap layar YouTube Mahkamah Konstitusi)

Suara.com - Sosok Romo Magnis belakangan ini santer menjadi sorotan setelah menjadi saksi ahli di sidang sengketa Pilpres 2024. Guru Besar Filsafat STF Driyarkara ini bahkan berani mengkritik tajam Presiden Jokowi yang kerap bagi-bagi bansos jelang Pemilu 2024.

Pemilik nama lengkap Franz Magnis Suseno ini menyebut presiden tak ubahnya pemimpin organisasi mafia jika menggunakan kekuasaan hanya untuk menguntungkan pihak-pihak tertentu.

Kritikan itu disampaikan Romo Magnis saat dihadirkan sebagai ahli oleh kubu Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di sidang Mahkamah Konstitusi, Selasa (2/4/2024).

Menurut Romo Magnis, Presiden selaku penguasa seluruh masyarakat seharusnya sadar bahwa tanggung jawabnya adalah keselamatan seluruh bangsa. Oleh karenanya, kata Romo Magnis, Presiden tidak boleh menggunakan kekuasaan demi keuntungan pribadi dan juga keluarganya.

Buntut kritikan tajam itu, sosok Romo Magnis pun menuai sorotan luas. Tak terkecuali terkait profil dan rekam jejaknya. Ternyata Romo Magnis sendiri berasal dari keluarga bangsawan yang memilih meninggalkan kekayaannya.

Latar Belakang Romo Magnis

Romo Magnis merupakan seorang tokoh umat Katolik sekaligus seorang budayawan Indonesia. Mulanya, ia merupakan anak dari keluarga bangsawan Jerman keturunan Italia.

Keluarga Magnis, tepatnya Franz von Magnis, sempat mendapat kehormatan besar dari kaisar semasa hidup, pada 1958-1652. Keluarga Magnis diberi hadiah tanah di Moravia dan Silesia atas jasanya dalam perang 30 tahun di Eropa antara Katolik dan Prostetan.

Sejak itu, keluarga Magnis kerap aktif dalam panggung sejarah Jerman. Bahkan kakek Romo Magnis, Anton Franz Ferdinand Wilhelm Karl von Magnis pernah menjadi parlemen Jerman.

baca juga

Sementara itu, Romo Magnis sekarang menjabat sebagai Direktur program Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Ia diketahui datang ke Indonesia karena ingin belajar di Yogyakarta tentang filsafat dan teologi.

Karena dominasi yang ada di lingkungan sekitar, maka Romo Magnis mulai mempelajari bahasa Jawa agar bisa berkomunikasi dengan masyarakat setempat.

Tak berselang lama, Magnis kemudian diangkat menjadi seorang pastur. Ia kemudian mendapatkan tugas belajar di Jerman sampai mendapatkan gelar doktor bidang filsafat. Setelah itu, ia menyusun sebuah disertai terkait dengan Karl Max saat menempuh pendidikan tersebut.

Saat masih berkewarganegaraan Jerman, nama aslinya adalah Franz Graf von Magnis. Namun setelah ia pindah kewarganegaraan Indonesia, Romo Magnis mengganti namanya sebagai ‘Suseno’ untuk nama belakangnya.

Ia diketahui banyak menulis buku dan juga artikel tentang Jawa. Salah satunya yaitu yang berjudul “Etika Jawa” yang ia tulis setelah menjalankan tahun sabbat di Paroki Sukoharjo, Jawa Tengah.

Sosoknya dikenal sebagai pribadi yang ramah dan hangat kepada siapapun tanpa memandang adanya perbedaan. Ia juga menjadi cendekiawan yang cerdas, sehingga mendapatkan gelar doktor kehormatan bidang teologi dari Universitas Luzern Swiss.

Tak hanya itu, Romo Magnis juga tidak segan untuk membantu kandidat doktor dalam menyelesaikan disertasi mereka.

Kontributor : Syifa Khoerunnisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bawa-bawa Hadis Nabi di Sidang MK, Tim Hukum Ganjar-Mahfud Singgung Ayah Gunakan Anak Demi Kekuasaan

Bawa-bawa Hadis Nabi di Sidang MK, Tim Hukum Ganjar-Mahfud Singgung Ayah Gunakan Anak Demi Kekuasaan

News | Kamis, 04 April 2024 | 17:56 WIB

Lagi Skors Sidang MK, Hotman Paris Tiba-tiba Doakan Yusril Ihza Mahendra Segera Jadi Jaksa Agung

Lagi Skors Sidang MK, Hotman Paris Tiba-tiba Doakan Yusril Ihza Mahendra Segera Jadi Jaksa Agung

Kotak Suara | Kamis, 04 April 2024 | 17:24 WIB

Di Sidang MK, Margarito Kamis: Pendaftaran Gibran Sebagai Cawapres Sah Tanpa Perubahan PKPU

Di Sidang MK, Margarito Kamis: Pendaftaran Gibran Sebagai Cawapres Sah Tanpa Perubahan PKPU

Kotak Suara | Kamis, 04 April 2024 | 16:30 WIB

Bantah Pj Kepala Daerah Menangkan Prabowo-Gibran, Ahli IPDN Bandingkan Perolehan Suara di Aceh dan Bengkulu

Bantah Pj Kepala Daerah Menangkan Prabowo-Gibran, Ahli IPDN Bandingkan Perolehan Suara di Aceh dan Bengkulu

Kotak Suara | Kamis, 04 April 2024 | 16:00 WIB

Dibandingkan dengan Gibran, Tim Hukum Ganjar-Mahfud Sebut Yusril Lebih Pantas Jadi Cawapres

Dibandingkan dengan Gibran, Tim Hukum Ganjar-Mahfud Sebut Yusril Lebih Pantas Jadi Cawapres

Kotak Suara | Kamis, 04 April 2024 | 15:20 WIB

Kubu Anies Merasa Dicurangi di Pilpres, Otto Hasibuan Bela Jokowi: Tuduhan Mereka Gak Benar, Cuma Asumsi Aja

Kubu Anies Merasa Dicurangi di Pilpres, Otto Hasibuan Bela Jokowi: Tuduhan Mereka Gak Benar, Cuma Asumsi Aja

News | Kamis, 04 April 2024 | 15:14 WIB

Terkini

Orang Dalam Berkhianat! Eks Satpam Dalangi Pencurian Kabel Rp480 Juta di Lampung Tengah

Orang Dalam Berkhianat! Eks Satpam Dalangi Pencurian Kabel Rp480 Juta di Lampung Tengah

Lampung | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:45 WIB

ICCN Sampaikan 10 Manifesto Suara Ekraf Indonesia Lewat Pertunjukan Teatrikal di WCCE 2026

ICCN Sampaikan 10 Manifesto Suara Ekraf Indonesia Lewat Pertunjukan Teatrikal di WCCE 2026

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Perhatikan Urutan Skincare, Ini 7 Cara Mencegah agar Sunscreen Tidak Pilling

Perhatikan Urutan Skincare, Ini 7 Cara Mencegah agar Sunscreen Tidak Pilling

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:20 WIB

SGER Lunasi Obligasi Senilai Rp273,64 Miliar

SGER Lunasi Obligasi Senilai Rp273,64 Miliar

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Belajar Atur Waktu Layar Anak Lewat Buku Cerita Gara-Gara Game Online

Belajar Atur Waktu Layar Anak Lewat Buku Cerita Gara-Gara Game Online

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:04 WIB

Kali Bekasi Kembali Menghitam dan Berbusa

Kali Bekasi Kembali Menghitam dan Berbusa

Foto | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Tak Sekadar Syarat Keberangkatan, Mengapa Pemeriksaan Kesehatan Calon Pekerja Migran Penting?

Tak Sekadar Syarat Keberangkatan, Mengapa Pemeriksaan Kesehatan Calon Pekerja Migran Penting?

Health | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:57 WIB

BMKG: Ada Potensi Hujan di Sumatra dan Kalimantan Hari Ini

BMKG: Ada Potensi Hujan di Sumatra dan Kalimantan Hari Ini

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:56 WIB

Riset: Adaptasi Hunian terhadap Panas Perkotaan Tentukan Masa Depan Kota di Asia Tenggara

Riset: Adaptasi Hunian terhadap Panas Perkotaan Tentukan Masa Depan Kota di Asia Tenggara

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:51 WIB

Bank Mandiri Sudah Salurkan Kredit Rp1,606 Triliun, Tumbuh 16 Persen

Bank Mandiri Sudah Salurkan Kredit Rp1,606 Triliun, Tumbuh 16 Persen

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:43 WIB

×