Makna Kirab Waisak, Dilakukan Umat Buddha dari Candi Mendut ke Candi Borobudur

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 23 Mei 2024 | 16:04 WIB
Makna Kirab Waisak, Dilakukan Umat Buddha dari Candi Mendut ke Candi Borobudur
Kirab Waisak dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur, Senin (16/5/2022).   [Suara.com/Angga Haksoro Ardi]

Suara.com - Umat Buddha melangsungkan Kirab Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur pada Kamis, 23 Mei 2024, sebelum akhirnya ditutup dengan kegiatan pelepasan ribuan lampion. Lalu, apa makna Kirab Waisak ini?

Hari Raya Waisak 2568/2024 digelar untuk memperingati tiga peristiwa penting dalam ajaran Buddha, yakni kelahiran Pangeran Siddharta, Pangeran Siddharta saat mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha, serta wafatnya Buddha Gautama.

Rangkaian kegiatan Tri Suci Waisak di Indonesia sudah dimulai sejak beberapa hari sebelumnya, dari mulai pengambilan api dharma atau api abadi di Mrapen, ritual Pensakralan, hingga pengambilan air berkah di Umbul Jumprit.

Nah, menariknya sebelum memperingati Detik Detik Waisak pada pukul 20.30 WIB nanti malam, para biksu hingga umat Buddha akan melakukan Kirab Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur. Kirab ini bisa disaksikan oleh masyarakat umum karena digelar cukup semarak.

Kirab Waisak adalah kegiatan berjalan yang dilakukan secara bersama-sama. Kegiatan berjalan bersama ini juga dikenal sebagai meditasi berjalan. Tujuan dari meditasi berjalan ini adalah untuk mendapatkan perasaan rendah hati sehingga pikiran lebih tenang. Jadi Kirab Waisak akan dilakukan secara hening alias tanpa berbicara.

Melansir situs resmi Wonderful Indonesia, Kirab Waisak ini juga akan diakhiri dengan ritual sembahyang pradaksina dengan cara mengelilingi Candi Borobudur sebanyak tiga kali, bergerak searah jarum jam dari timur ke barat.

Di Candi Borobudur ini juga nantinya akan dinyalakan lilin dan dilantunkan nyanyian Puja Ghata Visakha. Selanjutnya menjelang Detik-Detik Waisak, seluruh umat Buddha akan melakukan meditasi spiritualitas mendalam yang dilanjutkan dengan pemberkahan yang diberikan biksu. Setelah itu barulah ditutup dengan pelepasan ribuan lampion ke angkasa dari Candi Borobudur.

Di sisi lain, melansir Thay Thich Truc Thai Minh, meditasi berjalan seperti saat Kirab Waisak ini merupakan kegiatan untuk meninggalkan sejenak kehidupan yang serba cepat. Kegiatan meditasi berjalan ini juga seumpama seperti mengistirahatkan tubuh.

Meditasi berjalan ini juga bermanfaat untuk benar-benar mampu menguasai dan mengendalikan pikiran, yang akhirnya membuat kita mampu menguasai tubuh hingga akhirnya mampu menguasai hidup diri sendiri.

baca juga

"Sang Buddha mengajarkan kita untuk berhati-hati dalam segala tindakan, bahkan langkah kaki kita. Latihan ini dikenal sebagai meditasi kesadaran, membawa pikiran kembali ke tubuh, apa pun yang dilakukan tubuh, pikiran menyadarinya sepenuhnya," ujar Pemberi Khotbah Kuil Gwanmun, Korea Selatan, Thay Thich Truc Thai Minh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KATANYA: Fakta-fakta Unik Tentang Waisak, Salah Satunya Thudong

KATANYA: Fakta-fakta Unik Tentang Waisak, Salah Satunya Thudong

Video | Kamis, 23 Mei 2024 | 12:00 WIB

Hari Waisak 2024, Puan Ajak Masyarakat Tebar Kebajikan dan Pererat Kerukunan

Hari Waisak 2024, Puan Ajak Masyarakat Tebar Kebajikan dan Pererat Kerukunan

DPR | Kamis, 23 Mei 2024 | 13:13 WIB

Ini 3 Peristiwa Penting Ajaran Buddha, Jadi Asal Usul Perayaan Tri Suci Waisak

Ini 3 Peristiwa Penting Ajaran Buddha, Jadi Asal Usul Perayaan Tri Suci Waisak

Lifestyle | Kamis, 23 Mei 2024 | 11:22 WIB

Terkini

Jakarta Ramai Aksi Hari Ini: 61 Demo Digelar dari BEM UNJ sampai Gerakan Ojol Bersatu

Jakarta Ramai Aksi Hari Ini: 61 Demo Digelar dari BEM UNJ sampai Gerakan Ojol Bersatu

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Profil Supra Sekuritas: Broker Terafiliasi Pejabat Danantara di Pusaran Skandal DSSA

Profil Supra Sekuritas: Broker Terafiliasi Pejabat Danantara di Pusaran Skandal DSSA

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Wamendagri Bima Ajak Generasi Muda Terus Suarakan Gagasan Untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Wamendagri Bima Ajak Generasi Muda Terus Suarakan Gagasan Untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:06 WIB

Agus Suparmanto: Pemecatan oleh Mardiono Langgar AD/ART, Tak Disahkan Menkum

Agus Suparmanto: Pemecatan oleh Mardiono Langgar AD/ART, Tak Disahkan Menkum

Jakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:06 WIB

Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari

Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:05 WIB

Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:03 WIB

Kericuhan Malioboro Dinilai Jadi Kanal Frustrasi Sosial, Represif Aparat Hanya Perburuk Keadaan

Kericuhan Malioboro Dinilai Jadi Kanal Frustrasi Sosial, Represif Aparat Hanya Perburuk Keadaan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Buku Revolusi Nuklir: Menjelajahi Masa Depan dan Keganjilan Hidup Manusia

Buku Revolusi Nuklir: Menjelajahi Masa Depan dan Keganjilan Hidup Manusia

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Bicara Kasus Keracunan MBG, Kepala BGN Sudaryono: Hancur Hatiku, Saya Baper

Bicara Kasus Keracunan MBG, Kepala BGN Sudaryono: Hancur Hatiku, Saya Baper

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:59 WIB

Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan

Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:57 WIB

×