Suara.com - Pandji Pragiwaksono dikenal sebagai komika yang kritis dengan berbagai hal, termasuk perpolitikan dalam negeri.
Baru-baru ini, ia mencuri perhatian publik setelah skakmat salah dua host siniar di channel YouTube Total Politik, yakni Arie Putra dan Budi Adiputro.
Dalam video yang diunggah pada Selasa (4/6/2024), Pandji menjadi bintang tamu. Tema yang dibahas seputar dinasti politik yang belakangan ini kembali menghangat.
Nalar kritis Pandji terusik tatkala presenter Arie Putra menyebut kalau dinasti politik adalah bagian dari hak asasi manusia atau human rights.
Selama ini, Pandji memang tak hanya melawak melalui komedi tunggal atau stand up comedy. Tapi juga kerap lantang menyampaikan pandangannya soal politik dalam beberapa kesempatan.
Dalam bicang-bincang tersebut, Arie Putra mempertanyakan sikap Pandji yang dinilainya agak tendensius pada dinasti politik.
“Kenapa lu agak sensi kayaknya, gua lihat ada sensitivitas soal politik dinasti, kan itu hak warga negara, mau lu dinasti atau nggak,” tanya Arie kapada Pandji.
Belum sempat dijawab oleh Pandji, Arie lalu menguraikan alasan mengenai pendapatnya tersebut.
“Ini pernah digugat orang MK dan diterima oleh MK, loh. Waktu itu dinasti nggak boleh maju, anak dari bupati nggak boleh maju, saudara, istri dari bupati nggak boleh maju. Ini pendapat MK.” Jelas Arie.
Tak berhenti di sana, Arie terus mengungkapkan alasan keberpihakannya pada dinasti politik.
“Gua sebagai warga negara konstitusional, dong. Gua berbicara hak warga negara. Gua punya opini, gua Asian values.” ungkap Arie.
Mendengar pertanyaan sekaligus pernyataan Arie, Pandji lantas menilai pendapat Arie berbelit.
Ia lalu meminta Arie untuk mengungkapkan secara tegas inti pandangannya tentang dinasti politik.
“Hentikan omong kosong itu, omong aja apa yang lu maksud,” tegas Pandji dalam bahasa Inggris.
“Ini human rights (hak asasi manusia),” tegas Arie singkat.
Pandji lalu menyatakan, anggapan dinasti politik adalah human rights tak bisa dibenarkan. Menurut dia, dinasti politik dapat melanggengkan kejahatan di pemerintahan.
Sebab, lanjut Pandji, dengan dinasti politik, anggota keluarga yang sama-sama memegang posisi di pemerintahan, memiliki kecenderungan untuk menutupi kesalahan satu sama lain.
Pandangan Pandji yang demikian tidak mengubah pendirian Arie. Ia tetap tak mempermasalahkan dinasti politik karena bagian dari human rights.
Kritisnya Pandji terhadap pemerintahan, membuat sebagian orang bertanya-tanya mengenai latar belakang pendidikannya.
Pandji Pragiwaksono lulusan kampus mana?
Usut punya usut, Pandji merupakan lulusan kampus bergengsi, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB). Bapak dua anak ini tercatat sebagai mahasiswa ITB Angkatan 1997, jurusan Desain Produk Industri.
Hal itu ia ungkapkan dalam kesempatan lain, ketika ia diundang di kanal YouTube CGV Kreasi, beberapa waktu lalu.
Meski kini kariernya tak sejalan dengan pendidikan formalnya, Pandji beranggapan sedikit banyak masih ada ilmunya yang terpakai hingga kini.
Menurutnya, ketika berkuliah ia sempat mempelajari mengenai ilmu pemasaran. Ilmu itulah yang kini ia bisa terapkan di dunia komedi.
"Karena gue belajarnya di desain produk industri, gue tuh diajarin soal mempelajari market, melihat peluang pada pasar, terus bikin presentasi produk. Prinsip-prinsip ini kepakai mulu dalam (melawak)," ujarnya dalam sebuah video.
Kontributor : Damayanti Kahyangan