“Siapa sih yang enggak tahu kalau di Indonesia, hampir semua hal selalu dikaitkan dengan agama? Tapi jangan sampai kita tutup mata dan tidak peduli dengan fakta dan data di lapangan bahwa banyak remaja sudah aktif secara seksual,” ungkapnya.
Diketahui ini bukanlah kali pertama pemerintah menuai kritik ihwal kebijakan yang berkenaan dengan pelayanan alat kontrasepsi. Pada 2012 silam, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi kala itu menggaungkan aksi terobosan dan kampanye mengenai penggunaan alat kontrasepsi mengingat jumlah orang yang terinfeksi HIV di Indonesia saat itu jumlahnya cukup besar mencapai 1,8 juta jiwa.
Meski demikian, Nafsih membantah tudingan jika pemerintah berencana melakukan kampanye kondom di kalangan pelajar sekolah menengah. Alih-alih, kampanye pembagian kondom hanya menyasar ke tempat-tempat seks berisiko tinggi.
Itu tadi penjelesan tentang alat kontrasepsi untuk pelajar mulai dari aturan hingga pro kontra.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari