Profil Imam Besar Masjid Istiqlal, Jadi Sorotan Usai Mengecup Kening Paus Fransiskus

Vania Rossa

Kamis, 05 September 2024 | 17:38 WIB
Profil Imam Besar Masjid Istiqlal, Jadi Sorotan Usai Mengecup Kening Paus Fransiskus
Imam Besar Masjid Istiqlal dan Paus Fransiskus. (kolase/Instagram @vaticannews)

Suara.com - Kedekatan antara Paus Fransiskus dan tokoh terkemuka Islam Indonesia, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, telah berhasil menarik perhatian publik. Dalam sebuah pertemuan bersejarah yang berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis, 5 September 2024, berlangsung sebuah momen yang sangat simbolis, yaitu ketika Nasaruddin Umar mencium kening Paus yang berusia 87 tahun tersebut. Momen tersebut segera mencuri perhatian banyak orang, karena mencerminkan rasa hormat dan persaudaraan lintas agama yang mendalam antara kedua tokoh tersebut.

Dalam pertemuan itu, baik Nasaruddin Umar maupun Paus Fransiskus tampak akrab dan hangat. Di akhir pertemuan, saat mereka akan berpisah di halaman Masjid Istiqlal, terjadi momen yang semakin menegaskan kedekatan mereka. Keduanya berjabat tangan, dan Nasaruddin dengan penuh takzim mencium kening Paus sebanyak dua kali.

Sebagai balasan atas sikap hormat tersebut, Paus Fransiskus membalas dengan mencium tangan Nasaruddin Umar, sebuah gestur yang sangat kuat dalam menyimbolkan penghormatan dan saling pengertian antara pemimpin dua agama besar dunia tersebut.

Seperti apa profil Imam Besar Masjid Istiqlal? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini. 

Profil Imam Besar Masjid Istiqlal

Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal, bukanlah sosok asing di Indonesia, khususnya di kalangan umat Islam. Sebagai seorang guru besar tafsir Al-Qur’an, ia memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang sangat mendalam. Lahir di Ujung Bone, Sulawesi Selatan, pada 23 Juni 1959, dari pasangan Andi Muhammad Umar dan Andi Bunga Tungke, Nasaruddin memulai pendidikannya di pesantren.

Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Pesantren As'adiyah, Sengkang, yang kemudian menjadi fondasi kuat bagi perkembangan intelektual dan spiritualnya. Setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren, Nasaruddin melanjutkan studi di Fakultas Syariah IAIN Alauddin Ujung Pandang, Makassar. Ia berhasil lulus pada tahun 1976 dan melanjutkan pendidikannya ke jenjang magister di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Di sana, ia semakin mendalami ilmu-ilmu keislaman, khususnya tafsir Al-Qur'an, dan pada tahun 1998 berhasil meraih gelar doktor dengan disertasi berjudul "Perspektif Gender Dalam Al-Qur’an," sebuah karya yang menandai kontribusi pentingnya dalam wacana gender dalam Islam.

Selain kiprahnya di dunia akademik, Nasaruddin juga aktif dalam berbagai peran publik dan keagamaan. Pada tahun 2002, ia diangkat menjadi Guru Besar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sebuah pencapaian yang memperkokoh reputasinya sebagai intelektual muslim terkemuka.

Di luar akademik, Nasaruddin pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Agama pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari tahun 2011 hingga 2014. Pada masa itu, ia mendampingi Menteri Agama Suryadharma Ali dalam berbagai program dan kebijakan keagamaan yang bertujuan mempererat hubungan antarumat beragama di Indonesia.

baca juga

Sebagai tokoh yang dihormati dalam dunia Islam, Nasaruddin juga terlibat aktif dalam organisasi keagamaan. Ia menjabat sebagai Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul 'Ulama (PBNU) serta Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada periode 2015-2020. Peran-peran tersebut memperlihatkan bagaimana Nasaruddin dihormati dan dipercaya di kalangan ulama dan pemimpin Islam di Indonesia.

Puncak pengabdiannya di dunia keagamaan datang pada tahun 2016 ketika ia diangkat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo. Peran ini menjadikannya sebagai salah satu figur kunci dalam mengelola masjid terbesar di Asia Tenggara, yang menjadi simbol persatuan umat Islam Indonesia. Dalam peran tersebut, Nasaruddin tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga membangun dialog antaragama yang lebih inklusif, seperti yang terlihat dalam momen penuh makna bersama Paus Fransiskus.

Pertemuan antara Paus Fransiskus dan Nasaruddin Umar di Masjid Istiqlal menjadi simbol kuat dari pentingnya dialog lintas agama di tengah dunia yang sering kali diwarnai ketegangan antarumat beragama. Gestur saling menghormati yang mereka tunjukkan mengirimkan pesan penting bahwa perdamaian dan persaudaraan bisa dicapai melalui penghargaan terhadap perbedaan dan kerja sama dalam kebaikan. Ini adalah sebuah pelajaran berharga bagi dunia, bahwa agama seharusnya menjadi jembatan, bukan pemisah, dalam menciptakan kedamaian dan keharmonisan.

Demikian ulasan mengenai sosok imam besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Papua Nugini Diguncang Gempa 6,2 Magnitudo, Jelang Kunjungan Paus Fransiskus

Papua Nugini Diguncang Gempa 6,2 Magnitudo, Jelang Kunjungan Paus Fransiskus

News | Kamis, 05 September 2024 | 16:43 WIB

Sejarah Terowongan Silaturahmi Penghubung Masjid Istiqlal dan Katedral: Sukses Buat Paus Fransiskus Terpukau

Sejarah Terowongan Silaturahmi Penghubung Masjid Istiqlal dan Katedral: Sukses Buat Paus Fransiskus Terpukau

Lifestyle | Kamis, 05 September 2024 | 16:42 WIB

Paus Fransiskus Ternyata Doyan dengan Moge Custom, Dilelang Laku Nyaris Rp 1M

Paus Fransiskus Ternyata Doyan dengan Moge Custom, Dilelang Laku Nyaris Rp 1M

Otomotif | Kamis, 05 September 2024 | 16:23 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×