Cara Orang Tua Cegah Anak Jadi Korban atau Pelaku Pelecehan Seksual

Riki Chandra Suara.Com
Sabtu, 07 September 2024 | 06:10 WIB
Cara Orang Tua Cegah Anak Jadi Korban atau Pelaku Pelecehan Seksual
Ilustrasi pelecehan seksual. [Suara.com/Iqbal Asaputro]

Suara.com - Psikolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Novi Poespita Candra bersama psikolog lulusan Universitas Indonesia, Rahmatika Septina Chairunnisa, membagikan kiat penting bagi orang tua dalam mengedukasi anak untuk mencegah mereka menjadi pelaku atau korban pelecehan seksual.

Novi mengatakan pentingnya peran orang tua, terutama ayah, dalam memberikan contoh nyata tentang menghormati orang lain.

"Anak-anak cenderung belajar dari perilaku orang dewasa di sekitar mereka. Orang tua harus memberi contoh bagaimana menghormati sesama, baik sesama jenis maupun lawan jenis," jelas Novi, Jumat (6/9/2024).

Selain itu, orang tua juga perlu berdialog dengan anak agar mereka dapat berpikir kritis dan mempertanggungjawabkan sikapnya. "Penting untuk mengajarkan anak agar memahami nilai penting menjaga tubuh mereka dari pelecehan seksual," tambahnya.

Novi juga menyarankan agar orang tua mengajarkan anak tentang literasi tubuh.

"Anak-anak perlu mengenali dan menghargai tubuh mereka sendiri, baik laki-laki maupun perempuan, serta memahami dampak jangka panjang jika mereka tidak menghormati tubuh orang lain," kata Novi.

Sementara itu, Psikolog dari Sekolah Bianglala Bandung, Rahmatika Septina Chairunnisa, mengingatkan pentingnya orang tua membangun hubungan positif dengan anak. Selain mendengarkan, memahami, dan memenuhi kebutuhan anak, orang tua juga harus memberikan aturan dan batasan yang perlu anak patuhi agar mereka tidak bertindak di luar batas.

"Penanaman nilai-nilai keluarga, budaya, dan agama sejak dini sangat penting. Orang tua harus menjadi contoh nyata dalam penerapan nilai-nilai tersebut," ujar Rahmatika.

Rahmatika juga memberikan tips penting tentang bagaimana mengedukasi anak-anak mengenai pelecehan seksual. Salah satunya adalah dengan memberi tahu anak tentang nama dan fungsi dari setiap bagian tubuh mereka.

"Ajarkan mereka bagian mana yang boleh dan tidak boleh dilihat atau disentuh oleh orang lain," katanya.

Selain itu, penting bagi orang tua untuk membahas seksualitas dengan cara yang tidak tabu.

"Ketika anak mulai penasaran dengan topik seksualitas, orang tua harus merespons dengan tenang dan memberikan penjelasan yang sesuai dengan usia anak," jelas Rahmatika. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI