Benarkah Kopi dan Rebahan Bisa Sebabkan Kanker? Ini Faktanya

Riki Chandra Suara.Com
Jum'at, 27 September 2024 | 18:20 WIB
Benarkah Kopi dan Rebahan Bisa Sebabkan Kanker? Ini Faktanya
Ilustrasi kopi hitam (pixabay.com/ryanhidajat)

Suara.com - Penyakit kanker sering kali menjadi momok yang menakutkan, sehingga banyak mitos berkembang di masyarakat terkait penyebabnya. Salah satunya adalah anggapan bahwa minum kopi bisa mencegah kematian akibat kanker.

Menanggapi hal ini, dokter spesialis penyakit dalam hematologi onkologi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Andhika Rachman, menjelaskan bahwa kopi memang memiliki manfaat, tetapi tidak bisa langsung dianggap sebagai obat pencegah kanker.

"Minum tiga gelas kopi sehari memang bisa menyelamatkan jantung karena kandungan antioksidannya yang tinggi, tetapi tidak serta merta menjadi anti kanker," ungkap Andhika, dikutip Jumat (27/9/2024).

Menurutnya, meski kopi memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan, hal ini tidak menjadikannya sebagai obat utama untuk mengatasi kanker. Penting juga untuk memperhatikan kondisi kesehatan lain seperti tekanan darah tinggi dan gangguan lambung sebelum mengonsumsi kopi.

Mitos lain yang sering muncul adalah kemampuan kuku mendeteksi kanker. Andhika meluruskan bahwa kuku bisa menunjukkan kondisi kesehatan, seperti anemia atau masalah metabolisme, namun tidak langsung berhubungan dengan kanker.

"Garis-garis pada kuku bisa menandakan gangguan pembentukan tubuh, namun lebih sering terkait dengan gangguan gizi, bukan kanker," jelasnya.

Selain itu, adanya pembengkakan pada kuku tanpa celah saat disatukan bisa mengindikasikan kanker paru akibat kekurangan oksigen atau chronic hypoxia. Namun, hal ini pun perlu didiagnosis lebih lanjut oleh tenaga medis untuk memastikan penyebabnya.

Isu lain yang juga perlu diluruskan adalah anggapan bahwa kebiasaan rebahan bisa menyebabkan kanker pankreas. Andhika menegaskan bahwa rebahan tidak langsung memicu kanker, namun bisa memperburuk kondisi metabolisme jika diiringi dengan gaya hidup tak sehat seperti kurang gerak dan kebiasaan makan berlebihan.

"Kebiasaan rebahan yang berlebihan bisa memicu obesitas dan penyakit metabolik lainnya, tetapi itu tidak berarti langsung menyebabkan kanker," katanya.

Sebagai langkah pencegahan, menjaga pola makan sehat dan aktif bergerak tetap menjadi kunci utama untuk menghindari risiko penyakit metabolik, termasuk kanker. (antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI