Dari Cangkir ke Komunitas: Cara Baru Menikmati Kopi di Era Keberlanjutan

M. Reza Sulaiman

Rabu, 29 Oktober 2025 | 13:00 WIB
Dari Cangkir ke Komunitas: Cara Baru Menikmati Kopi di Era Keberlanjutan
Ilustrasi Budaya Minum Kopi. (freepik)
baca 10 detik
  • Di kota-kota besar seperti Jakarta, kopi telah menjelma menjadi simbol pertemuan, kreativitas, bahkan ruang refleksi.
  •  Kini, industri kopi Indonesia tidak hanya berbicara tentang cita rasa, tetapi juga tentang keberlanjutan.

Suara.com - Bagi banyak orang, secangkir kopi bukan lagi sekadar cara memulai hari. Di kota-kota besar seperti Jakarta, kopi telah menjelma menjadi simbol pertemuan, kreativitas, bahkan ruang refleksi. Dari kedai pinggir jalan hingga kafe berkonsep modern, kopi menjadi bagian dari cara masyarakat berjejaring dan mengekspresikan identitas.

Fenomena sosial ini berkembang bersamaan dengan kesadaran baru: bahwa secangkir kopi juga menyimpan cerita panjang tentang petani, lingkungan, dan kerja kolaboratif di baliknya. Kini, industri kopi Indonesia tidak hanya berbicara tentang cita rasa, tetapi juga tentang keberlanjutan. Perubahan itu terasa jelas dalam satu dekade terakhir, ketika kopi tumbuh menjadi medium untuk membangun ekosistem yang lebih inklusif dan bertanggung jawab.

Satu Dekade Budaya Kopi dan Kolaborasi

Transformasi ini terlihat dari perjalanan Jakarta Coffee Week (Jacoweek), festival kopi yang tahun ini merayakan usia ke-10 dengan tema A Decade of Passion. Dari awalnya hanya ruang komunal untuk mempertemukan petani, barista, dan komunitas F&B lokal, Jacoweek kini berkembang menjadi ajang pertemuan strategis pelaku industri kopi nasional dan internasional.

“Sejak pertama kali digelar, Jacoweek konsisten menunjukkan dukungan kuat terhadap perkembangan industri kopi Indonesia,” ujar Hendri Kurniawan, Co-Founder Jacoweek. “Kini kami memperluas upaya untuk melahirkan sinergi yang lebih besar demi memastikan pertumbuhan industri kopi yang berkelanjutan di masa depan.”

Semangat itu tercermin dari keberagaman kolaborasi di Jacoweek 2025. Selain menampilkan lebih dari 200 brand kopi dan teh, festival ini juga menggandeng Indonesia Tea Culture, membuka dialog baru antara budaya kopi dan budaya teh di tengah meningkatnya tren konsumsi teh di kalangan generasi muda. Langkah kecil menuju keberlanjutan diwujudkan lewat kerja sama dengan Daur Baur Micro Factory untuk mengolah limbah gelas plastik selama acara berlangsung.

Kreativitas di Cangkir Barista

Ekosistem kopi tak akan tumbuh tanpa generasi baru yang berani bereksperimen. Di panggung Jacoweek 2025, berbagai kompetisi seperti Delifru Drink Expert, Iron Tongue by Young Baek, dan Nordic E-Roasting Challenge menjadi ajang bagi barista dan roaster muda menunjukkan kemampuan mereka.

Dari sisi merek lokal, Roemah Koffie kembali menjadi sorotan. CEO-nya, Felix TJ, mengatakan bahwa partisipasi mereka di momen satu dekade ini adalah bentuk konsistensi dalam mengembangkan budaya kopi Nusantara. “Melalui Roemah Koffie Latte Art Competition 2025, kami ingin mendorong kreativitas dan semangat kolaborasi di kalangan barista Indonesia sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi ekosistem kopi nasional,” ujarnya.

baca juga

Kehadiran kategori baru seperti Matcha Match, hasil kolaborasi dengan Indonesia Tea Culture, menandai keterbukaan industri kopi terhadap budaya lain. Dengan begitu, kopi tidak lagi berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari gaya hidup yang cair dan terus berevolusi.

Menjaga Rasa, Merawat Nilai

Kopi, pada akhirnya, adalah refleksi dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat. Di tengah derasnya arus globalisasi, budaya ngopi tetap menjadi ruang untuk memperlambat langkah dan berbincang, sekaligus ruang bagi inovasi sosial dan ekonomi.

Jacoweek 2025 menjadi salah satu cermin bagaimana industri ini bergerak ke arah yang lebih sadar dan berkelanjutan. Bukan hanya ajang pameran, melainkan juga wadah bagi komunitas untuk saling belajar dan membangun masa depan industri kreatif berbasis kolaborasi.

“Bank Mandiri melihat potensi besar dari perhelatan Jacoweek 2025 dan senang dapat mendampingi perjalanannya dalam sepuluh tahun memajukan industri kopi Indonesia,” kata Diah Eka Purwanti, Senior Vice President Digital Marketing Bank Mandiri.

Dari petani di lereng pegunungan hingga barista di tengah kota, dari komunitas teh hingga pelaku industri kreatif, kopi kini menjadi bahasa universal yang menghubungkan banyak cerita. Dan di setiap cangkir yang diseduh, selalu ada makna baru tentang kebersamaan, keberlanjutan, dan semangat untuk tumbuh bersama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sensasi Ngopi Ekstrem di Gelas -86 Derajat: Pahit, Creamy, dan Lembut dalam Satu Tegukan

Sensasi Ngopi Ekstrem di Gelas -86 Derajat: Pahit, Creamy, dan Lembut dalam Satu Tegukan

Lifestyle | Selasa, 28 Oktober 2025 | 23:28 WIB

Lagi Jadi Tren, Cara Unik Merawat Kulit Pakai Skincare Kopi: Apa Manfaatnya?

Lagi Jadi Tren, Cara Unik Merawat Kulit Pakai Skincare Kopi: Apa Manfaatnya?

Lifestyle | Selasa, 28 Oktober 2025 | 15:50 WIB

Susu Sapi Siap Digeser? Pecinta Kopi Beralih ke Bahan Nabati Seperti Oat dan Coconut Milk

Susu Sapi Siap Digeser? Pecinta Kopi Beralih ke Bahan Nabati Seperti Oat dan Coconut Milk

Lifestyle | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 19:20 WIB

Tentang Waktu yang Berjalan Pelan dan Aroma Kopi yang Menenangkan

Tentang Waktu yang Berjalan Pelan dan Aroma Kopi yang Menenangkan

Liks | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 13:06 WIB

Emiten Gerai Kopi FORE Cetak Laba Gede, Kuartal III-2025 Meroket 41 Persen

Emiten Gerai Kopi FORE Cetak Laba Gede, Kuartal III-2025 Meroket 41 Persen

Bisnis | Kamis, 23 Oktober 2025 | 18:56 WIB

CSR BRI Peduli - Yok Kita Gas Wujudkan Ekonomi Sirkular Lewat Daur Ulang Sampah

CSR BRI Peduli - Yok Kita Gas Wujudkan Ekonomi Sirkular Lewat Daur Ulang Sampah

Bisnis | Kamis, 23 Oktober 2025 | 18:07 WIB

Terkini

17 September 2026 Weton Kamis Pahing, Apa Keistimewaannya?

17 September 2026 Weton Kamis Pahing, Apa Keistimewaannya?

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 07:07 WIB

Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!

Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 07:00 WIB

1.276 SPPG Di-Suspend, 654 Lainnya Terancam Tutup Permanen: Ada Apa dengan Dapur MBG?

1.276 SPPG Di-Suspend, 654 Lainnya Terancam Tutup Permanen: Ada Apa dengan Dapur MBG?

News | Kamis, 17 September 2026 | 07:00 WIB

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

×