Asal Usul Anggur Muscat, Varietas Anggur Tertua di Dunia Sejak Yunani Kuno Bikin Geger, Diduga Berbahaya

Rifan Aditya

Jum'at, 01 November 2024 | 19:05 WIB
Asal Usul Anggur Muscat, Varietas Anggur Tertua di Dunia Sejak Yunani Kuno Bikin Geger, Diduga Berbahaya
Ilustrasi Anggur - Bahaya Pestisida Anggur Shine Muscat (Freepik)

Suara.com - Belakangan ini anggur Muscat menjadi perhatian setelah diduga terkontaminasi dengan residu kimia atau pestisida yang dapat membahayakan kesehatan. Lantas, bagaimana asal usul anggur Muscat?

Jaringan Peringatan Pestisida Thailand (Thai-PAN) melaporkan bahwa 23 dari 24 sampel anggur Shine Muscat yang diambil dari 15 toko di Bangkok menunjukkan adanya residu pestisida melebihi batas yang diperbolehkan.

Namun, hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Malaysia, Singapura, dan Indonesia terhadap anggur Shine Muscat menunjukkan temuan yang berbeda. Kementerian Kesehatan Malaysia mengungkapkan hasil uji residu zat kimia berbahaya yang diduga ada pada anggur tersebut.

Penyelidikan ini menunjukkan bahwa anggur Shine Muscat tidak mengandung residu kimia yang melebihi batas maksimum.

Badan Pangan Singapura (SFA) juga mengumumkan pada 30 Oktober bahwa mereka tidak menemukan zat kimia berbahaya pada anggur Shine Muscat, setelah melakukan penyelidikan serupa.

Sementara itu, hasil uji dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga menegaskan bahwa anggur Shine Muscat aman untuk dikonsumsi. Setelah dinyatakan bahwa tak ada zat berbahaya dan aman untuk dikonsumsi, banyak yang penasaran dengan asal usul anggur Muscat. Berikut ulasannya.

Asal Usul Anggur Muscat

Mengutip dari muscatwines.com, anggur Muscat merupakan varietas anggur tertua di dunia. Saat ini, anggur Muscat telah menjadi jenis anggur premium yang sangat populer dan digemari.

Menurut Specialty Produce, Shine Muscat merupakan hasil persilangan antara Akitsu No. 21 dan Hakunan, dua varietas yang dipilih untuk menghasilkan buah berkualitas tinggi dengan adaptasi yang baik terhadap iklim Jepang.

Meskipun telah dikembangkan sejak zaman Yunani kuno, anggur Muscat kini ditanam di berbagai negara. Ciri khas dari anggur ini adalah aromanya yang kuat, rasa musky, serta bentuk buahnya yang mirip dengan aprikot.

baca juga

Sebagai anggur tertua di dunia, varietas Muscat telah ada dan berkembang selama sekitar 3.000 tahun. Berasal dari kawasan Mediterania, benih anggur Muscat kemudian menyebar ke Benua Asia. Anggur ini sangat peka terhadap perubahan iklim. Karena asalnya dari Eropa, ia membutuhkan kondisi cuaca yang lembab dan suhu yang rendah.

Anggur Muscat pertama kali dibudidayakan di Asia, tepatnya di Jepang pada tahun 1997, dengan uji coba varietas dilakukan pada tahun 1999 di 30 lokasi terpilih di Jepang.

Awalnya, anggur Eropa, seperti Muscat of Alexandria, sulit untuk tumbuh di Jepang karena perbedaan iklim, tanah, dan cuaca. Namun, upaya yang dimulai sejak tahun 1973 menghasilkan Shine Muscat, yang menggabungkan aroma khas Muscat Eropa dengan ketahanan varietas Jepang.

Butuh lebih dari 30 tahun untuk mengembangkan dan menyempurnakan varietas ini, hingga pada tahun 2006, Shine Muscat resmi diluncurkan sebagai buah unggulan yang besar, tanpa biji, dengan rasa manis yang kuat dan kulit yang bisa dimakan.

Perkembangan Shine Muscat semakin maju berkat para petani Jepang, seperti Yoshiyuki Okaki dari Okaki Farm di Prefektur Nagano, yang dikenal sebagai salah satu produsen utama anggur ini.

Di Jepang, anggur Muscat dikenal sebagai varietas yang paling unggul dan premium, dengan ukuran buah yang besar, daging yang kenyal, banyak air, dan rasa yang manis.

Masyarakat Jepang sering membeli anggur Muscat untuk perayaan tahun baru dan sebagai hadiah. Benih anggur Muscat juga diekspor dari Jepang ke pasar di Hong Kong, Taiwan, Tiongkok, dan Korea. Jepang mengelola 1.200 hektar kebun anggur Muscat, sementara di Tiongkok, kebun anggur ini telah diperluas hingga 53 ribu hektare.

Demikianlah ulasan terkait asal usul anggur Muscat. Semoga bermanfaat.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Anggur Shine Muscat Anjlok! Bagaimana Nasib Para Pedagang?

Harga Anggur Shine Muscat Anjlok! Bagaimana Nasib Para Pedagang?

Lifestyle | Jum'at, 01 November 2024 | 18:10 WIB

Viral Anggur Muscat Tercemar Pestisida, Bisa Sefatal Ini Dampaknya pada Tubuh

Viral Anggur Muscat Tercemar Pestisida, Bisa Sefatal Ini Dampaknya pada Tubuh

Health | Jum'at, 01 November 2024 | 19:00 WIB

Kementan Bersiap Hentikan Impor Anggur Shine Muscat, Tunggu Hasil Cek dari BPOM

Kementan Bersiap Hentikan Impor Anggur Shine Muscat, Tunggu Hasil Cek dari BPOM

Video | Kamis, 31 Oktober 2024 | 17:00 WIB

Bapanas Ungkap Hasil Rapid Test Anggur Muscat, Ada Residu Tapi Aman Dikonsumsi

Bapanas Ungkap Hasil Rapid Test Anggur Muscat, Ada Residu Tapi Aman Dikonsumsi

Bisnis | Kamis, 31 Oktober 2024 | 16:17 WIB

Masih Dicek BPOM, Kementan Siap Setop Impor Anggur Shine Muscat jika Memang Berbahaya

Masih Dicek BPOM, Kementan Siap Setop Impor Anggur Shine Muscat jika Memang Berbahaya

News | Kamis, 31 Oktober 2024 | 14:26 WIB

Terkini

Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Sumbar | Selasa, 15 September 2026 | 18:05 WIB

20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI

20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

Patroli Titik Rawan Karhutla, Pesawat Khusus Disiagakan Amankan Habitat Gajah Sumatra di Jambi

Patroli Titik Rawan Karhutla, Pesawat Khusus Disiagakan Amankan Habitat Gajah Sumatra di Jambi

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

Breakingnews! Arab Saudi Umumkan Waspada Serangan Udara ke Makkah dan Jeddah

Breakingnews! Arab Saudi Umumkan Waspada Serangan Udara ke Makkah dan Jeddah

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

DBH Kurang Bayar Sumsel Hampir Rp1 Triliun, Fiskal Daerah Masih Tertekan

DBH Kurang Bayar Sumsel Hampir Rp1 Triliun, Fiskal Daerah Masih Tertekan

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 18:00 WIB

Jangan Campur Dompet Pribadi dan Bisnis! Ini Cara Atur Keuangan ala BRI

Jangan Campur Dompet Pribadi dan Bisnis! Ini Cara Atur Keuangan ala BRI

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 18:00 WIB

Ada OTT KPK di Kantah Bogor, Wamen ATR/BPN Jamin Pelayanan Masyarakat Tak Terganggu

Ada OTT KPK di Kantah Bogor, Wamen ATR/BPN Jamin Pelayanan Masyarakat Tak Terganggu

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:59 WIB

Masa Pensiun Lebih Tenang, Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Masa Pensiun Lebih Tenang, Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 17:57 WIB

Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, Buka BRI DPLK via BRImo dan Raih Bonus

Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, Buka BRI DPLK via BRImo dan Raih Bonus

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 17:53 WIB

Komdigi Rilis 22 Daftar Platform Digital Berisiko Tinggi bagi Anak, Orangtua Perlu Waspada

Komdigi Rilis 22 Daftar Platform Digital Berisiko Tinggi bagi Anak, Orangtua Perlu Waspada

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 17:52 WIB

×