Cerita 4 Perempuan Peneliti Hadirkan Solusi dari Tantangan Dunia Melalui Sains

Vania Rossa

Senin, 18 November 2024 | 15:13 WIB
Cerita 4 Perempuan Peneliti Hadirkan Solusi dari Tantangan Dunia Melalui Sains
4 Perempuan Peneliti Memenangkan L’Oréal-UNESCO For Women In Science 2024. (Dok. L’Oréal)

Suara.com - Perempuan Indonesia semakin menunjukkan eksistensinya di dunia sains. Berbagai program beasiswa dan fellowship hadir untuk mendukung para peneliti muda, khususnya perempuan, agar dapat berkontribusi dalam menemukan solusi atas berbagai tantangan global.

Untuk kesekian kalinya, L'Oréal-UNESCO For Women in Science (FWIS) kembali hadir dengan misi mendukung kontribusi perempuan peneliti Indonesia. Pada tahun ini, empat perempuan peneliti masing-masing berhasil memenangkan pendanaan riset senilai Rp100.000.000 berkat menciptakan solusi inovatif yang berfokus pada ketahanan pangan, energi berkelanjutan, dan ketangguhan bencana.

Mereka adalah Della Rahmawati, Ph.D. (Dosen dari Universitas Swiss German), Rachma Wikandari, Ph.D. (Dosen Universitas Gadjah Mada), Prasanti Widyasih Sarli, Ph.D., (Dosen dari Institut Teknologi Bandung), dan Deliana Dahnum, Ph.D., (Peneliti Ahli Madya dari Pusat Riset Kimia, Badan Riset dan Inovasi Nasional).

Keempat perempuan peneliti tersebut menghadirkan penelitian mengenai solusi konkret dan inovatif yang berpotensi mendukung ketahanan pangan, energi berkelanjutan, dan ketangguhan bencana di Indonesia. Berikut adalah cerita mereka dalam menghadirkan solusi dari berbagai tantangan dunia melalui sains.

Della Rahmawati, S. Si, M. Si, PhD.
Dosen dari Jurusan Teknologi Pangan - Universitas Swiss German

Lulus S1 dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di bidang Kimia, Della melanjutkan S2 di Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan beasiswa unggulan DIKTI untuk calon dosen, dan juga menerima beasiswa JASSO dari pemerintah Jepang untuk mengikuti program riset di Hokkaido University. Aktif di bidang penelitian pangan, Della berfokus pada pemanfaatan bahan alami Indonesia, seperti tanaman kelakai dari Palangkaraya. Penelitian ini dilakukan bersama kolaborator dari SGU, DIKTI, dan peneliti dari Hokkaido University, dengan dukungan pendanaan swasta dari Jepang (Heiwa Nakajima). Pada 2019, ia melanjutkan studi doktoral di Osaka University, Jepang, dengan fokus pada metabolomik tempe non-kedelai, dan melanjutkan sebagai peneliti post-doktoral hingga 2023.

Della sangat tertarik pada sumber pangan alami Indonesia sebagai bahan makanan kaya gizi bagi masyarakat. Terinspirasi dari furikake Jepang, pada FWIS 2024, ia akan meneliti tentang “Kelakai-Tempe Nori” yang memanfaatkan tanaman kelakai sebagai sumber zat besi dan vitamin untuk ibu hamil, serta tempe dari kacang lokal sebagai sumber protein mudah cerna.

Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan produk makanan berbentuk taburan nori yang berbahan daun kelakai dan tempe non-kedelai yang diformulasikan untuk meningkatkan asupan gizi ibu hamil dan anak-anak.

Melalui penelitian ini, Della berharap dapat menghadirkan produk kaya nutrisi yang lezat dan mudah dikonsumsi serta dapat mengurangi masalah gizi di Indonesia, khususnya stunting, dan mendorong perempuan untuk berperan aktif bagi keluarga dan
masyarakat.

baca juga

Rachma Wikandari, S.T.P., M.Biotech, Ph.D
Dosen dari Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian - Universitas Gadjah Mada

Setelah menyelesaikan studi S3 dalam bidang bioteknologi industri di University of Boras, Swedia, Rachma bergabung sebagai dosen di Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian UGM pada tahun 2016. Sejak itu, ia telah menghasilkan 47 publikasi ilmiah di jurnal internasional dan 3 paten, dengan fokus pada penelitian jamur pangan.

Minatnya dalam penelitian dimulai sejak ia mendapat kesempatan riset skripsi di Chalmers University of Technology, Swedia, pada jenjang S1. Melalui penelitian, ia berharap perguruan tinggi dapat berkontribusi nyata pada masyarakat, tidak hanya sebagai menara ilmu yang tinggi tetapi menjadi sumber manfaat yang terus mengalir bagi sekitarnya.

Rachma menyadari bahwa kebutuhan akan makanan sehat yang juga mendukung proses diet merupakan bagian dari gaya hidup berkelanjutan yang digemari saat ini. Melihat kebutuhan tersebut, pada FWIS 2024, Rachma akan melakukan penelitian yang berfokus pada bioteknologi jamur pangan untuk menghadirkan variasi makanan diet vegan dengan mineral esensial. Penelitian ini dilakukan dengan mengembangkan mikoprotein dari miselia jamur tempe sebagai alternatif protein yang berkelanjutan.

Melalui teknologi sederhana, ia memanfaatkan limbah kedelai untuk menghasilkan mikroprotein tinggi gizi yang dapat mendukung ketahanan pangan dan juga ekonomi sirkular. Harapannya penelitiannya dapat memperkaya mikoprotein dengan mineral esensial, seperti zat besi.

Selain itu, pemilihan jamur tempe sebagai fokus penelitian didukung oleh bagaimana jamur tempe dapat tumbuh dengan cepat, dapat dibudidayakan pada lahan sempit, dan mudah dikembangkan dalam berbagai jenis media, sehingga jamur tempe berpotensi menjadi superfood bagi Indonesia yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan dan, tetapi juga ekonomi sirkular.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Islam dan Evolusi: Telaah Filosofis dan Teologis Menurut Shoaib Ahmed Malik

Islam dan Evolusi: Telaah Filosofis dan Teologis Menurut Shoaib Ahmed Malik

Your Say | Jum'at, 25 Oktober 2024 | 11:10 WIB

Kacamata Neon Wamen Stella Christie Curi Perhatian, Ternyata Harganya Cuma Segini

Kacamata Neon Wamen Stella Christie Curi Perhatian, Ternyata Harganya Cuma Segini

Lifestyle | Rabu, 23 Oktober 2024 | 16:22 WIB

Profil Bartek Czech Suami Stella Christie, Bule Polandia Tak Kalah Jenius dari Sang Istri

Profil Bartek Czech Suami Stella Christie, Bule Polandia Tak Kalah Jenius dari Sang Istri

Lifestyle | Selasa, 22 Oktober 2024 | 12:44 WIB

Terkini

Cara Atasi Uap Keluar dari Gagang Panci Presto agar Daging Cepat Empuk

Cara Atasi Uap Keluar dari Gagang Panci Presto agar Daging Cepat Empuk

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:15 WIB

Saat Ekonomi Sulit, Mal Andalkan Hiburan Anak untuk Dongkrak Belanja?

Saat Ekonomi Sulit, Mal Andalkan Hiburan Anak untuk Dongkrak Belanja?

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:36 WIB

5 Tips Layering Parfum agar Wanginya Tidak Pasaran, Ini Aroma yang Cocok Dipadukan

5 Tips Layering Parfum agar Wanginya Tidak Pasaran, Ini Aroma yang Cocok Dipadukan

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:17 WIB

Jerawat Tak Kunjung Sembuh? 4 Rekomendasi Vitamin dari Dokter Estetika untuk Wajah Berjerawat

Jerawat Tak Kunjung Sembuh? 4 Rekomendasi Vitamin dari Dokter Estetika untuk Wajah Berjerawat

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:14 WIB

12 Destinasi Wisata Hits di Jakarta untuk Libur Sekolah, dari Pantai hingga Hutan Mangrove

12 Destinasi Wisata Hits di Jakarta untuk Libur Sekolah, dari Pantai hingga Hutan Mangrove

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:06 WIB

Bedak Padat Purbasari Bisa Dipakai untuk Umur Berapa? Lengkap dengan 4 Keunggulannya

Bedak Padat Purbasari Bisa Dipakai untuk Umur Berapa? Lengkap dengan 4 Keunggulannya

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:30 WIB

Beda Cream, Liquid, dan Powder Blush: Kenali Tekstur, Hasil Akhir, dan Cara Pakainya

Beda Cream, Liquid, dan Powder Blush: Kenali Tekstur, Hasil Akhir, dan Cara Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:26 WIB

Instaperfect Cushion untuk Kulit Apa? Ini Varian, Manfaat, dan Kelebihannya Menurut Review

Instaperfect Cushion untuk Kulit Apa? Ini Varian, Manfaat, dan Kelebihannya Menurut Review

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:47 WIB

7 Cara Membedakan Sepatu Ortuseight Asli dan KW agar Tidak Salah Beli

7 Cara Membedakan Sepatu Ortuseight Asli dan KW agar Tidak Salah Beli

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:47 WIB

Sering Pakai Masker Hitam Bikin Jerawat Makin Parah? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Kulit

Sering Pakai Masker Hitam Bikin Jerawat Makin Parah? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Kulit

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:16 WIB