Sosok Kombes Irwan Anwar, Kapolrestabes Semarang Disorot Buntut Penembakan Pelajar Paskibraka

Chyntia Sami Bhayangkara

Sabtu, 30 November 2024 | 22:08 WIB
Sosok Kombes Irwan Anwar, Kapolrestabes Semarang Disorot Buntut Penembakan Pelajar Paskibraka
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar. [Suara.com/dok]

Suara.com - Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar disebut-sebut ogah angkat telpon DPR soal tembak mati pelajar. Korban merupakan seorang anggota Paskibraka. Simak profil Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar.

Irwan Anwar, selaku Kapolrestabes Semarang mengakui bahwa ada anggotanya yang melakukan penembakan terhadap SMK N 4 Semarang. Ia mengklaim bahwa anggotanya menembak bertujuan untuk melerai pelajar yang melakukan aksi tawuran antar gangster. Masalahnya, korban yang mendapatkan tembakan dari polisi mengalami luka tembak di bagian pinggul hingga meninggal dunia. Irwan menyebut bahwa korban merupakan anggota gangster Pojok Tanggul tengah tawuran dengan gangster Seroja.

Akan tetapi, klaim Irwan yang menyebut ada tawuran tersebut bertolakbelakang dengan keterangan satpam perumahan. Pihak sekolah memberi keterangan bahwa sangat diragukan jika korban merupakan anggota gangster.

Profil Kombes Irwan Anwar

Kombes Irwan Anwar lahir pada 17 Februari 1972, di Makassar, Sulawesi Selatan. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994.

Setelah lulus Akpol, Irwan Anwar melanjutkan Pendidikan ke Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Sekolah Staf dan Pimpinan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polisi Republik Indonesia (SESPIM). Setelah itu, melanjutkan Pendidikan ke Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Sespim Lemdiklat Polri (SESPIMTI) tahun 2019.

Jejak Karier Kombes Irwan Anwar

Sebelum menjabat sebagai Kapolrestabes Semarang, Irwan Anwar bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Polda Sumatera Utara (Sumut) 2020. Ia menjabat sebagai Kapolrestabes Semarang sejak 2021.

Jabatan penting lain yang pernah diemban oleh Irwan Anwar adalah sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pidsiber Bareskrim Polri 2018 dan menjabat sebagai Kapolrestabes Makassar 2017. Selain itu pernah menjabat sebagai Ditreskrim Polda NTB 2017, Kepala SPN Lido Polda Metro Jaya 2016, Wakapolres Metro Depok 2013, dan Kapolres Madiun 2011.

Kekayaan Kombes Irwan Anwar

Total kekayaan Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang dilaporkan pada 28 Februari 2024 sebesar Rp2.826.000.000 (Dua miliar delapan ratus dua puluh enam juta rupiah). Harta kekayaan Kombes Irwan Anwar tersebut terdiri atas tanah dan bangunan sebesar Rp2.500.000.000, harta bergerak lainnya sebesar Rp8.000.000, Kas dan setara kas sebesar Rp318.000.000.

Demikian itu informasi profil Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar.

baca juga

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Bunuh Ayah di Lebak Bulus Gegara 'Bisikan', Hasil Urine Negatif Narkoba

Anak Bunuh Ayah di Lebak Bulus Gegara 'Bisikan', Hasil Urine Negatif Narkoba

Video | Sabtu, 30 November 2024 | 16:55 WIB

Gibran Ngaku SMA di Singapura, Muncul Pengakuan Warganet Pernah Satu Sekolah di SMK Kristen Solo

Gibran Ngaku SMA di Singapura, Muncul Pengakuan Warganet Pernah Satu Sekolah di SMK Kristen Solo

Tekno | Sabtu, 30 November 2024 | 11:29 WIB

Gelar Naker Fest di Semarang, Kemnaker Hadirkan 28 Ribu Lowongan Kerja

Gelar Naker Fest di Semarang, Kemnaker Hadirkan 28 Ribu Lowongan Kerja

Bisnis | Jum'at, 29 November 2024 | 22:25 WIB

Terkini

Setelah Kantor PT Djarum, KPK Geledah 6 Perusahaan Afiliasi

Setelah Kantor PT Djarum, KPK Geledah 6 Perusahaan Afiliasi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Penyerapan Tembakau oleh Industri Rokok Melambat, Pabrik Pilih Habiskan Stok Lama

Penyerapan Tembakau oleh Industri Rokok Melambat, Pabrik Pilih Habiskan Stok Lama

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Bibit Siklon 91B Picu Ancaman Banjir dan Longsor, BNPB Beri Imbauan Waspada

Bibit Siklon 91B Picu Ancaman Banjir dan Longsor, BNPB Beri Imbauan Waspada

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026

BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Tinjau Irigasi, Gubsu Bobby Serap Aspirasi dan Beri Solusi untuk Petani di Gunungsitoli Nias

Tinjau Irigasi, Gubsu Bobby Serap Aspirasi dan Beri Solusi untuk Petani di Gunungsitoli Nias

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel

Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel

Bekaci | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit

Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:33 WIB

Izin Obligasi Rp5,6 Triliun Belum Terbit, Pembahasan APBD DKI 2026 Kian Pelik

Izin Obligasi Rp5,6 Triliun Belum Terbit, Pembahasan APBD DKI 2026 Kian Pelik

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:32 WIB

BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM

BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali

Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:30 WIB

×