Sejarah Gelar Kiai, Mengapa Titel yang Disandang Gus Miftah Dianggap Istimewa?

Nur Khotimah

Rabu, 11 Desember 2024 | 14:04 WIB
Sejarah Gelar Kiai, Mengapa Titel yang Disandang Gus Miftah Dianggap Istimewa?
Miftah Maulana alias Gus Miftah. (Instagram/pengajiangusmiftah)

Suara.com - Gus Miftah kini membeberkan alasan dirinya menyandang gelar kiai. Pengakuan tersebut dilontarkan Gus Miftah kala diwawancarai oleh wartawan senior, Andy F. Noya. Gus Miftah kala itu mengaku dipanggil ustaz dan kiai lantaran dirinya memiliki pesantren.

Diketahui, Gus Miftah adalah pendiri Pesantren Ora Aji yang bertempat di Sleman, Yogyakarta.

"Kita nggak punya pekerjaan karena bagi saya, dakwah itu bukan profesi. Tapi karena saya punya pesantren, orang manggil saya ustaz. Orang manggil saya kiai,"bunyi pengakuan Gus Miftah dari cuplikan wawancara dengan Andy Noya, dikutip Rabu (11/12/2024).

Usai pengakuan tersebut viral, publik mencari-cari tahu sejarah dan makna gelar kiai lalu sontak menilai apakah Gus Miftah layak menyandang gelar itu. Lantas, seperti apa sejarah dan apa makna gelar kiai sebenarnya?

Sejarah dan Makna Gelar Kiai Menurut Sejarawan

Miftah Maulana alias Gus Miftah. (Instagram/pengajiangusmiftah)
Miftah Maulana alias Gus Miftah. (Instagram/pengajiangusmiftah)

Catatan sejarah yang merekam penggunaan gelar kiai adalah Puncak Kekuasaan Mataram: Politik Ekspansi Sultan Agung karya de Graaf dan Kamus Jawa Kuna karya Zoetmulder.

Kedua sejarawan asal Belanda tersebut menemukan fakta sejarah bahwa istilah kiai digunakan sejak zaman Mataram Kuno. Tercatat bahwa gelar kiai diperuntukkan bagi para tokoh agama atau orang yang memimpin pondok pesantren.

Kata kiai berasal dari bahasa Jawa kuno yakni ki yayi. Ki merujuk pada gender atau jenis kelamin penyandang gelar, sedangkan yayi berarti adik.

Maka jika diterjemahkan secara harfiah, ki yayi berarti adik laki-laki. Versi feminin atau versi perempuan dari kyai adalah nyai yang diambil dari kata ni yayi. Tak jauh berbeda dari ki yayi, ni yayi berarti adik perempuan. 

baca juga

Adik dalam konteks yang lebih spesifik dalam penggunaan kata kyai dan nyai diperuntukkan bagi adik seorang raja. 

Adapun Zoetmulder melalui karya sejarahnya mencatat bahwa kyai dan nyai digunakan untuk menghormati adik bangsawan sebagai bentuk penghormatan kerabat raja.

Lambat laun istilah kiai dan nyai berubah fungsi. Kini, kiai dan nyai digunakan untuk memanggil seorang tokoh pondok pesantren yang dihormati.

Selain untuk sosok tokoh agama, kiai juga kerap dipakai untuk memberi nama pusaka atau senjata sakti seperti keris Kiai Joko Piturun.

Istilah kiai juga diberikan kepada binatang-binatang yang dianggap spesial atau keramat seperti kerbau Kiai Slamet dan kuda Kiai Gentayu.

Berdasarkan penjelasan dari kedua sejarawan tersebut, maka Gus Miftah menerima gelar kiai bukan tanpa alasan.

Ia dipanggil kiai usai berhasil merintis Pondok Pesantren Ora Aji yang menyediakan wadah pembelajaran agama bagi beraneka ragam santri dari berbagai kalangan ekonomi.

Kontributor : Armand Ilham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Penyebar Pertama Video Gus Miftah, Cuitan Ini Ungkap Fakta Mengejutkan!

Kronologi Penyebar Pertama Video Gus Miftah, Cuitan Ini Ungkap Fakta Mengejutkan!

News | Rabu, 11 Desember 2024 | 13:39 WIB

Ustaz Yusuf Mansur Temui Gus MIftah Untuk Belajar, Malah Disarankan Pendakwah yang Lain

Ustaz Yusuf Mansur Temui Gus MIftah Untuk Belajar, Malah Disarankan Pendakwah yang Lain

Entertainment | Rabu, 11 Desember 2024 | 14:01 WIB

Respons Clara Shinta Usai Dituding Sebagai Penyebar Video Gus Miftah Hina PenjualEs Teh, Singgung Anak Abah

Respons Clara Shinta Usai Dituding Sebagai Penyebar Video Gus Miftah Hina PenjualEs Teh, Singgung Anak Abah

Entertainment | Rabu, 11 Desember 2024 | 13:27 WIB

Terkini

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:30 WIB

×