Mengenal Induksi Laktasi, Proses Menyusui Tanpa Kehamilan yang Dijalani Zaskia Sungkar untuk Anak Adopsinya

Kamis, 16 Januari 2025 | 11:25 WIB
Mengenal Induksi Laktasi, Proses Menyusui Tanpa Kehamilan yang Dijalani Zaskia Sungkar untuk Anak Adopsinya
Zaskia Sungkar dan Irwansyah Bersama Anak Adopsi (Instagram)

Suara.com - Pasangan Zaskia Sungkar dan Irwansyah mengejutkan publik saat mengenalkan seorang bayi perempuan bernama Humaira di Instagram pribadinya pada Selasa (14/1/2025).

Bagaimana tidak, keduanya menyebut diri mereka sebagai mami dan abi untuk bayi tersebut, yang diduga merupakan anak adopsi dari keduanya.

"Humaira anak shalehah Mami, abi, abang ukkasya sayang," tulis dia seperti Suara.com kutip pada Rabu (15/1/2025).

Tak main-main, untuk memenuhi kebutuhan anak mereka, Zaskia Sungkar bahkan menjalani program induksi laktasi. Hal tersebut memungkinkan kakak Shireen Sungkar ini dapat menyusui langsung anak adopsi mereka tanpa kehamilan.

Untuk alasan agama, dengan Zaskia Sungkar menyusui anak angkatnya tersebut, maka statusnya bayi perempuan tersebut dapat menjadi mahram layaknya anak kandung mereka. 

Hal ini pun terlihat saat Zaskia Sungkar melakukan pumping atau pemeraham ASI dari program induksi laktasi yang ia jalani oleh seorang ahli. 

"Bismillah dibantu dokter @drtiwi. Program laktasi. Pesen dokter jalani dengan ikhlas, santai, happy gak boleh stress dan dan banyak berdoa. ASI mulai keluar perlahan. Doain ya," tulis dia.

Zaskia Sungkar Menyusui Bayi Angkatnya Secara Alami (Instagram)
Zaskia Sungkar Menyusui Bayi Angkatnya Secara Alami (Instagram)

Apa itu induksi laktasi?

Dikutip Hello Sehat, induksi laktasi adalah proses merangsang produksi ASI pada wanita yang ingin menyusui bayi tanpa kehamilan. Metode menyusui ini biasanya dilakukan oleh ibu adopsi atau ibu angkat.

Baca Juga: Beda Usia Janin, Beda Kalori! Begini Aturan MBG di Ciracas

Pada dasarnya, tubuh bisa memproduksi ASI tanpa pernah hamil atau melahirkan sebelumnya. Namun, ibu tetap membutuhkan proses untuk merangsang ASI agar bisa keluar dari payudara.

Mengutip dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), proses laktasi melibatkan unsur hormonal. Meski induksi laktasi bisa ibu lakukan, biasanya wanita yang tidak hamil sebelumnya tidak bisa memproduksi kolostrum. 

Walau begitu, total protein dan imunoglobulin pada ibu yang hamil dan tidak akan tetap sama yakni pada hari ke lima setelah menyusui.

Cara melakukan induksi laktasi

Memproduksi ASI pada wanita yang tidak hamil sebelumnya, seperti ibu angkat atau ibu adopsi, dilakukan dengan mengosongkan payudara.

Dalam hal ini ada tiga tahap, menyusui, memompa, atau memerah dengan tangan. 

Ketiga teknik ini bisa ibu barengi dengan penggunaan berbagai obat-obatan, suplemen, atau jamu untuk meningkatkan produksi ASI.

Mengutip dari La Leche League USA, Jack Newman, Konsultan Laktasi Bersertifikat Internasional, membagi proses induksi laktasi menjadi tiga tahap berikut.

1. Mempersiapkan payudara untuk menyusui

Untuk mempersiapkan payudara, ibu bisa melakukan terapi hormon untuk mengembangkan jaringan kelenjar payudara.

Petugas kesehatan mungkin akan meresepkan terapi hormon berupa penambah hormon estrogen dan progesteron untuk meniru efek kehamilan.

Selain itu, petugas medis juga akan memberikan galactagogue yang mampu meningkatkan produksi ASI secara alami.

Terapi ini bisa Anda lakukan selama beberapa bulan dan berhenti saat dua bulan menjelang menyusui bayi. Tujuannya untuk mendorong produksi ASI dan melepas hormon prolaktin.

2. Memproduksi ASI sebelum bayi lahir

Pada ibu angkat atau ibu adopsi, produksi ASI akan lebih lambat daripada ibu yang sebelumnya hamil. 

Beberapa cara yang bisa ibu lakukan untuk meningkatkan produksi ASI sebelum bayi lahir yaitu memompa ASI, mengonsumsi suplemen penambah ASI, dan pijat payudara.

Memompa ASI saat payudara dalam keadaan kosong dan tidak ada rangsangan hormon prolaktin mungkin akan terasa menyakitkan. Lakukan secara perlahan dan tidak perlu terburu-buru. Setiap satu sesi memompa ASI, lakukan selama 5—10 menit.

Setelah merasa nyaman, bisa ibu tingkatkan menjadi 15—20 menit. Rutinitas ini perlu Anda lakukan sampai mulai menyusu bayi yang Anda adopsi.

3. Menyusui bayi secara langsung

Ini adalah saat yang paling penting dalam proses induksi laktasi, Anda bisa langsung menyusui bayi secara langsung.

Setelah berbagai latihan yang Anda lakukan untuk meningkatkan produksi ASI, kini bisa Anda praktikkan pada si Kecil.

ASI akan mulai keluar dalam waktu 6—8 minggu sejak mulai proses induksi laktasi. Jadi, bila Anda sudah melakukan proses induksi 6 minggu yang lalu, ASI seharusnya sudah mulai keluar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI