Menilik Sejarah Gas LPG 3 Kg di Indonesia: Dulu Jadi Solusi, Kini Malah Sulit Dicari

Nur Khotimah

Selasa, 04 Februari 2025 | 13:59 WIB
Menilik Sejarah Gas LPG 3 Kg di Indonesia: Dulu Jadi Solusi, Kini Malah Sulit Dicari
Ilustrasi Gas LPG 3 Kg.[Dok.Humas Pemprov Kaltim]

Suara.com - LPG atau Liquefied Petroleum Gas ukuran 3 kilogram telah lama menjadi salah satu sumber kebutuhan utama di Indonesia. Gas LPG 3 kg atau yang juga disebut sebagai gas melon itu banyak dipakai dalam industri kecil serta rumah tangga.

Namun, saat ini pemerintah mengeluarkan kebijakan bahwa gas elpiji 3 kilogram tidak diperjualbelikan secara eceran per 1 Februari 2025. Gas itu hanya bisa dibeli di pangkalan atau subpenyalur resmi seperti Pertamina.

Sejak diberlakukannya peraturan tersebut, gas elpiji 3 kilogram diklaim menjadi sulit dicari di beberapa daerah hingga topik LPG 3 kg langka menjadi perbincangan hangat.

Padahal jika menilik sejarahnya, dulu LPG hadir sebagai solusi untuk masyarakat.  Berikut akan dibahas sejarah gas LPG 3 kg dari awal muncul, bisa menjadi kebutuhan utama masyarakat, hingga berujung langka.

Sejarah Gas LPG 3 Kg yang Kini Langka

Ilustrasi tabung gas LPG 3 kg (X/Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI)
Ilustrasi tabung gas LPG 3 kg (X/Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI)

Penggunaan gas elpiji di Indonesia sendiri dimulai pada tahun 1968 silam. Saat itu, produk pertama yang diperkenalkan adalah gas elpiji 12 kg dengan tabung berwarna biru. Peredarannya tersebut bukan tanpa tujuan.

Diadakannya gas elpiji sebagai pilihan lain bagi minyak tanah dan kayu bakar yang kala itu banyak dipakai masyarakat. Kedua sumber energi ini memiliki sejumlah kelemahan, sehingga gas elpiji mulai diberlakukan.

Kelemahan itu mencakup pasokan yang terbatas, pembakaran yang tidak efisien, serta dampak buruk bagi lingkungan. Gas elpiji dianggap sebagai solusi yang efektif karena terbuat dari propana dan butana.

Awalnya, gas elpiji lebih banyak dipakai di kota-kota besar saja. Seiring berjalannya waktu, penggunaannya semakin meluas ke daerah lain hingga akhirnya menjadi sumber utama masyarakat untuk mengolah makanan.

baca juga

Sementara itu, tabung gas elpiji 3 kilogram mulai diluncurkan pada tahun 2007. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan rakyat dengan penghasilan rendah yang diatur dalam Peraturan Presiden No. 5 tahun 2006.

Gas melon berukuran kecil yang harganya lebih murah membuatnya mudah diakses, terlebih bagi keluarga tidak mampu dan usaha kecil. Ide ini juga menjadi solusi bagi harga minyak tanah yang sering berubah.

Gas tersebut telah membawa perubahan positif dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Selain rumah tangga, banyak warung makan hingga pedagang kaki lima mengandalkannya sebagai sumber energi.

Meski begitu, ada masalah dalam kehadiran gas elpiji 3 kilogram di Indonesia, yakni penyebaran yang salah sasaran. Tak sedikit usaha besar dan orang-orang kaya mengambil yang bukan haknya dengan menggunakan gas tersebut.

Untuk mengatasi persoalan itu, pemerintah mengambil langkah tegas dengan mengubah sistem distribusi. Per tanggal 1 Februari 2025, penjualannya hanya dilakukan di pangkalan atau subpenyalur resmi Pertamina saja.

Kebijakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengawasan. Selain itu, pemerintah ingin memastikan bahwa gas elpiji 3 kilogram bisa sampai ke tangan masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan.

Sebelumnya, pendistribusian gas elpiji 3 kilogram yang tidak tepat sasaran sempat dibahas dalam Analisis Ringkas Cepat DPR pada tahun 2020. Penjualan yang bebas disebut mampu membuatnya bisa diakses oleh siapapun, termasuk kelompok atas.

"Subsidi gas LPG 3 kg secara bebas. Mayoritas penerima subsidi berasal dari kelompok menengah ke atas, sedangkan 30 persen masyarakat termiskin hanya menerima 25 persen dari total subsidi yang diberikan pemerintah," demikian bunyi dari isi laporan tersebut, dikutip Selasa (4/2/2025).

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Istana Tegaskan Pengecer Boleh Kembali Jual Gas Melon

Istana Tegaskan Pengecer Boleh Kembali Jual Gas Melon

News | Selasa, 04 Februari 2025 | 11:47 WIB

Daftar Lengkap Lokasi Pangkalan LPG 3 Kg di Medan, Cek di Sini

Daftar Lengkap Lokasi Pangkalan LPG 3 Kg di Medan, Cek di Sini

Lifestyle | Selasa, 04 Februari 2025 | 11:42 WIB

Cek Fakta: Gas LPG 3 Kg Nonsubsidi Akan Segera Beredar

Cek Fakta: Gas LPG 3 Kg Nonsubsidi Akan Segera Beredar

News | Selasa, 04 Februari 2025 | 11:30 WIB

Terkini

Mundur dari Polri, Netty Rosdiana Siapkan Langkah Baru: Mengajar di Kampus hingga Kegiatan Sosial

Mundur dari Polri, Netty Rosdiana Siapkan Langkah Baru: Mengajar di Kampus hingga Kegiatan Sosial

News | Senin, 02 November 2026 | 08:41 WIB

Samsung Sindir Layar Lipat iPhone Duo yang Retak, Singgung Ketahanan Galaxy Fold8

Samsung Sindir Layar Lipat iPhone Duo yang Retak, Singgung Ketahanan Galaxy Fold8

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 08:41 WIB

Cara Mengecek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat WA, Catat Nomor Resminya!

Cara Mengecek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat WA, Catat Nomor Resminya!

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 08:40 WIB

Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya

Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya

Lampung | Senin, 02 November 2026 | 08:39 WIB

Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton

Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton

Lampung | Senin, 02 November 2026 | 08:25 WIB

Ditopang Bisnis Film, Emiten RAAM Pangkas Kerugian

Ditopang Bisnis Film, Emiten RAAM Pangkas Kerugian

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 08:11 WIB

Indonesia Negara Maritim, tetapi Makan Lobster Harus Menunggu Kaya

Indonesia Negara Maritim, tetapi Makan Lobster Harus Menunggu Kaya

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 08:10 WIB

Kisah Darwati, Agen BRILink yang Dekatkan Layanan Perbankan hingga Pelosok Kabupaten Semarang

Kisah Darwati, Agen BRILink yang Dekatkan Layanan Perbankan hingga Pelosok Kabupaten Semarang

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 08:06 WIB

Belajar dari Kasus Madiun: Mengapa Orang 'Pintar' Seperti Dwi Bagus Bisa Berbuat Sadis?

Belajar dari Kasus Madiun: Mengapa Orang 'Pintar' Seperti Dwi Bagus Bisa Berbuat Sadis?

News | Senin, 02 November 2026 | 08:05 WIB

Banjir Luapan Dua Sungai Rendam 17 Desa di Aceh Barat

Banjir Luapan Dua Sungai Rendam 17 Desa di Aceh Barat

Foto | Senin, 02 November 2026 | 08:00 WIB

×