Pertamax Oplosan Rugikan Kendaraanmu? Lapor dan Tuntut Ganti Rugi di Sini!

Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 06 Maret 2025 | 09:58 WIB
Pertamax Oplosan Rugikan Kendaraanmu? Lapor dan Tuntut Ganti Rugi di Sini!
cara lapor jadi korban pertamax oplosan (freepik)

Suara.com - Merasa menjadi korban pertamax oplosan? Anda bisa melaporkan hal tersebut pada Yayasan lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) bersama Center of Economic and Law Studies (Celios).

“Harapannya warga dapat berpartisipasi secara leluasa dan dapat bersama-sama mendorong pemulihan hak warga sebagai konsumen utama BBM,” ujar Fadhil Alfathan selaku Direktur LBH Jakarta (28/02/25).

Beberapa waktu ini, warga Indonesia memang dirugikan lantaran dugaan korupsi Pertamax oleh Pertamina yang akhirnya membuat Pertamax yang dijual memiliki kualitas lebih buruk dari yang seharusnya.

Cara lapor jadi korban pertamax oplosan

Bagi Anda yang merasa kendaraannya mengalami kerusakan karena Pertamax Oplosan, aduan bisa diajukan melalui link berikut.

https://docs.google.com/forms/u/0/d/18PipqZuwRnU2BDDFMen-Fy9Ob93F3IUu_t4dPb_JBMA/viewform 

Nantinya, Anda akan diminta untuk memberikan beberapa informasi, seperti

  • Jenis bahan bakar yang dibeli (RON 90 Pertalite atau RON 92 Pertamax).
  • Lamanya pemakaian bahan bakar.
  • Perkiraan frekuensi pembelian dalam satu bulan.
  • Kerugian yang dirasakan.
  • Perkiraan jumlah kerugian.
  • Bukti foto (jika ada).

Selain online, Anda bisa langsung melaporkan langsung ke kantor LBH Jakarta dengan mempersiapkan data-data yang sesuai pada formulir di atas.

Data-data yang terkumpul itu nantinya akan menjadi dasar untuk menuntut pertanggungjawaban pihak terkait. Posko pengaduan oleh LBH Jakarta ini telah dibuka sejak 25 Februari 2025 dan akan ditutup pada 5 Maret 2025 pukul 23.59 WIB jika tidak ada perpanjangan.

Menurut laporan sementara, LBH telah menerima lebih dari 590 laporan dari korban pertamax oplosan dalam kurun waktu satu pekan saja.

baca juga

Apabila pengoplosan pertamax ini terbukti benar, LBH Jakarta akan menjembatani masyarakat untuk mendapatkan hak atas kerugian dari tindak rasuah para bos Pertamina. LBH Jakarta dan Celios akan mengurungkan niat jalur hukum apabila nantinya Pertamina bersedia ganti rugi pada masyarakat.

Kasus dugaan pertamax oplosan ini mencuat ketika Kejaksaan Agung menetapkan sembilan tersangka kasus impor minyak. Di dalamnya terdapat sejumlah petinggi Pertamina, yaitu Yoki Firnandi selaku Direktur Utama Optimasi Feedstock & Produk PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Riva Siahaan selaku Direktur Utama Patra Niaga, serta Maya Kusuma selaku Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga. Sampai saat ini, Kejagung memperkirakan bahwa kerugian negara mencapai Rp193,7 triliun.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dipanggil Kejagung, Influencer Fitra Eri Ngaku Diperiksa Soal Pengaruh BBM ke Mesin Kendaraan

Dipanggil Kejagung, Influencer Fitra Eri Ngaku Diperiksa Soal Pengaruh BBM ke Mesin Kendaraan

News | Rabu, 05 Maret 2025 | 19:51 WIB

Kasus Korupsi Pertamina: Kejagung Periksa 8 Saksi, Salah Satunya Influencer Otomotif Fitra Eri

Kasus Korupsi Pertamina: Kejagung Periksa 8 Saksi, Salah Satunya Influencer Otomotif Fitra Eri

News | Rabu, 05 Maret 2025 | 19:19 WIB

Terkini

Tak Cukup Propam, Reza Minta Kemenko Polkam dan Presiden Turun Tangan Usut Penggeledahan Pesantren

Tak Cukup Propam, Reza Minta Kemenko Polkam dan Presiden Turun Tangan Usut Penggeledahan Pesantren

News | Senin, 02 November 2026 | 17:41 WIB

Buntut Geledah Ponpes Pakai Senjata, Kapolri Resmi Copot Kapolres Sukoharjo!

Buntut Geledah Ponpes Pakai Senjata, Kapolri Resmi Copot Kapolres Sukoharjo!

News | Senin, 02 November 2026 | 17:39 WIB

Polisi Ciduk Pengedar Uang Palsu di Cengkareng, Pelaku Sempat Beli Narkoba di Kampung Ambon

Polisi Ciduk Pengedar Uang Palsu di Cengkareng, Pelaku Sempat Beli Narkoba di Kampung Ambon

News | Senin, 02 November 2026 | 17:39 WIB

Geger Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan!

Geger Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan!

Surakarta | Senin, 02 November 2026 | 17:39 WIB

BFI Finance Perluas Layanan Pembiayaan Berjaminan Mobil Listrik Lewat Dana Express Mobil

BFI Finance Perluas Layanan Pembiayaan Berjaminan Mobil Listrik Lewat Dana Express Mobil

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 17:36 WIB

Bukti Biaya Hidup Warga RI Naik

Bukti Biaya Hidup Warga RI Naik

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 17:32 WIB

Kunjungan di Wonosobo, Menteri Riefky Main Bundengan Dibimbing Sri Mulyani, Ananda Mikola Bernyanyi

Kunjungan di Wonosobo, Menteri Riefky Main Bundengan Dibimbing Sri Mulyani, Ananda Mikola Bernyanyi

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 17:31 WIB

Son Suk Ku dan Park Bo Young Dipastikan Bintangi Film Kiss For Tomorrow

Son Suk Ku dan Park Bo Young Dipastikan Bintangi Film Kiss For Tomorrow

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 17:30 WIB

Tunggakan Sewa Manahan Persis Solo, Penegak Hukum Didesak Telusuri Dugaan Pelanggaran

Tunggakan Sewa Manahan Persis Solo, Penegak Hukum Didesak Telusuri Dugaan Pelanggaran

Surakarta | Senin, 02 November 2026 | 17:24 WIB

Penjual Vape Khawatir Larangan Rokok Elektrik Meluas: Usaha Saya Bisa Mati

Penjual Vape Khawatir Larangan Rokok Elektrik Meluas: Usaha Saya Bisa Mati

News | Senin, 02 November 2026 | 17:22 WIB

×