Suara.com - Usaha menurunkan berat badan memang tidak mudah. Awalnya, kamu mungkin menyadari menurunkan berat badan tampak lebih mudah. Namun seiring berjalannya waktu, perjalanan penurunan berat badan kerap melambat, bahkan mencapai titik puncak.
Ada beberapa alasan mengapa kamu mungkin mengalami kesulitan menurunkan berat badan, atau mencapai berat badan yang sehat, meski sudah rajin olahraga dan makan makanan sehat. Oleh sebab itu, penting untuk mengubah strategi penurunan berat badan.
Menyadur Very Well Health, berikut adalah 20 alasan mengapa berat badan kamu susah turun.
1. Menurunkan berat badan tanpa menyadarinya

Proses menurunkan berat badan berlangsung lambat, dan kamu mungkin tidak langsung menyadari perubahannya. Dalam kasus ini, berat badan kamu biasanya tetap sama, sementara tubuhmu kehilangan lemak dan bertambah otot.
Jaringan otot lebih berat daripada lemak, jadi wajar jika berat badan kamu tetap sama, atau bahkan bertambah saat kamu membentuk otot.
2. Menetapkan harapan yang tidak realistis

Sangat mudah untuk berkecil hati ketika kamu belum mencapai target penurunan berat badan. Apalagi jika kamu sudah memasang jangka waktu yang diinginkan.
Perlu diingat, ukuran dan bentuk tubuh setiap orang unik. Hal ini mempengaruhi target penurunan berat badan. Alhasil, mencapai penampilan atau angka tertentu pada timbangan mungkin tidak mungkin dilakukan.
3. Tidak mencatat apa yang dimakan

Mencatat apa yang kamu makan merupakan cara yang efektif untuk menurunkan berat badan. Orang yang mencatat makanan, camilan, dan minuman mereka secara konsisten mengalami penurunan berat badan lebih banyak daripada mereka yang tidak melakukannya.
Tipsnya, kamu dapat mencatat asupan makanan sehari-hari di buku harian atau jurnal, kamera, atau aplikasi.
4. Tidak cukup berolahraga

Aktivitas fisik yang teratur merupakan bagian penting dari penurunan berat badan. Baik latihan kardio maupun latihan kekuatan telah terbukti membantu penurunan berat badan. Penelitian menunjukkan bahwa olahraga paling efektif jika dipadukan dengan pola makan sehat.
5. Tidak minum air yang cukup

Tetap terhidrasi dapat membantu kamu menurunkan berat badan. Minum air putih membuat tubuh tetap terhidrasi dan meningkatkan metabolisme.
Penelitian menunjukkan bahwa mengganti minuman berkalori dengan air putih merupakan strategi penurunan berat badan yang efektif. Selalu bawa botol air minum sepanjang hari agar kamu mudah mengingat untuk minum air putih.
6. Tidak menghindari minuman manis dan alkohol

Minuman manis dan alkohol kaya akan kalori, serta dapat memperlambat upaya penurunan berat badan. Minuman beralkohol, soda, jus, dan minuman manis lainnya menambah kalori tanpa nutrisi pada pola makan.
Minum alkohol juga dapat membuat kamu merasa lebih lapar dari biasanya. Jika kamu berniat menurunkan berat badan, sebaiknya mengurangi atau menghilangkan alkohol dari pola makan. Selain mempercepat penurunan berat badan, kebiasaan ini juga memperbaiki faktor risiko diabetes.
7. Melewatkan sarapan

Melewatkan sarapan dapat memengaruhi hasil penurunan berat badan, tetapi penelitiannya beragam. Beberapa penelitian menemukan hubungan antara melewatkan sarapan secara teratur dan penambahan berat badan, tetapi penelitian lainnya gagal menemukan hubungan tersebut.
8. Makan terlalu dekat dengan jam tidur

Makan makanan atau camilan tepat sebelum tidur dapat menyebabkan penambahan berat badan, tetapi penelitiannya tidak jelas. Jika kamu terus-menerus merasa lapar pada waktu tidur, kamu mungkin tidak makan cukup sepanjang hari.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan siklus makan berlebihan yang tidak sehat di malam hari. Alhasil, kamu tidak merasa lapar di pagi hari. Pada akhirnya, kebiasaan ini menghambat usaha menurunkan berat badan.
9. Makan terlalu sedikit

Saat memulai program penurunan berat badan, banyak orang berasumsi bahwa mereka perlu mengonsumsi lebih sedikit makanan setiap hari. Namun, tidak memberi tubuh nutrisi yang diperlukan justru bisa menyebabkan penambahan berat badan.
Membatasi kalori dapat meningkatkan rasa lapar dan menyebabkan kamu makan lebih banyak dari yang direncanakan. Makan lebih sedikit juga menurunkan laju metabolisme tubuh, sehingga kamu secara alami akan membakar lebih sedikit kalori.
10. Makan terlalu cepat

Makan makanan dan camilan terlalu cepat dapat menyebabkan penambahan berat badan seiring berjalannya waktu. Makan cepat saat terburu-buru adalah hal yang umum. Namun, makan cepat secara terus-menerus dapat memengaruhi berat badan dan kesehatan.
Perlambat diri kamu saat makan, perhatikan makanan, dan perhatikan tekstur serta rasa makanan tersebut. Setiap beberapa suap, berhentilah sejenak dan tanyakan pada diri sendiri apakah perut masih lapar.
11. Tidak mengonsumsi protein dan makanan utuh yang cukup

Mengonsumsi makanan yang kaya protein dan makanan utuh sangat penting untuk menjaga berat badan yang sehat. Termasuk memberi tubuh bahan bakar yang dibutuhkannya.
Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi lebih banyak makanan berprotein tinggi dikaitkan dengan penurunan berat badan dan risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Protein juga dapat membantu kamu menjaga berat badan yang sehat, serta mencegah penambahan berat badan di masa mendatang.
12. Mengonsumsi makanan olahan

Mengonsumsi makanan olahan bisa membuat berat badan kamu susah turun. Makanan olahan mengacu pada makanan yang dibuat manusia, seperti kue dan permen, makanan yang digoreng, dan makanan kemasan.
Sebaliknya, penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan utuh, seperti buah-buahan, sayuran, protein rendah lemak, dan biji-bijian dapat menurunkan berat badan. Ini karena makanan utuh membantu tubuh merasa kenyang dan menyediakan energi.
13. Terlalu banyak stres

Stres kronis dapat menyebabkan penambahan berat badan seiring waktu. Stres emosional menyebabkan tubuh melepaskan kortisol, hormon stres. Kortisol memberikan beberapa manfaat yang bermanfaat, seperti energi yang cepat.
Di sisi lain, kortisol juga memiliki efek buruk seperti penumpukan lemak. Stres emosional juga dapat menyebabkan makan lebih banyak atau menginginkan comfort food, seperti permen.
14. Tidak cukup tidur

Tidur sangat penting untuk setiap fungsi tubuh, termasuk metabolisme. Tidak cukup tidur meningkatkan risiko obesitas seiring waktu.
Ini karena tubuh tidak memiliki kesempatan untuk "mengatur ulang" di malam hari. Merupakan hal yang umum untuk mencari makanan padat kalori saat kamu lelah. Orang dewasa baiknya tidur selama tujuh hingga delapan jam per malam.
15. Jenis kelamin

Jenis kelamin seseorang dapat memengaruhi upaya penurunan berat badan mereka. Laki-laki cenderung memiliki massa otot yang lebih tinggi daripada perempuan. Alasannya, jaringan otot membakar lebih banyak kalori daripada lemak, sehingga laki-laki lebih mudah untuk menurunkan berat badan ketimbang perempuan.
16. Genetika

Genetika dan riwayat keluarga dapat memengaruhi hasil penurunan berat badan. Para peneliti mengetahui 15 gen yang memengaruhi risiko obesitas, dan perubahan pada gen ini dapat memengaruhi tingkat rasa lapar. Ras atau etnis kamu juga dapat memengaruhi berat badan.
17. Metabolisme

Metabolisme menentukan seberapa cepat tubuh menggunakan energi dan membakar kalori. Metabolisme setiap orang berbeda, dan beberapa orang bekerja lebih cepat daripada yang lain.
Aktivitas fisik dapat meningkatkan laju metabolisme Anda. Hal ini karena jaringan otot secara alami membakar lebih banyak kalori. Oleh sebab itu, fokuslah pada latihan kekuatan dan mengonsumsi protein untuk meningkatkan upaya penurunan berat badan.
18. Bertambahnya usia
![Ilustrasi Berat Badan. [pexels.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/10/05/96153-ilustrasi-berat-badan-pexelscom.jpg)
Tubuh setiap orang berubah seiring bertambahnya usia. Setelah usia 30 tahun, tubuh mulai kehilangan massa otot. Hal ini secara alami memperlambat jumlah kalori yang dibakar setiap hari.
Setelah usia 30 tahun, lemak tubuh secara alami juga meningkat. Untuk memperlambat perubahan alami ini, fokuslah pada konsumsi makanan bergizi, berolahraga setiap hari, dan kelola stres.
19. Obat-obatan

Beberapa obat umum dapat menyebabkan penambahan berat badan atau membuat penurunan berat badan menjadi lebih sulit. Obat-obatan yang diketahui berkontribusi terhadap penambahan berat badan di antaranya obat antidepresan, pil KB, insulin, dan obat kejang seperti depakote.
20. Tiroid kurang aktif

Kelenjar tiroid merupakan bagian dari sistem endokrin dan memengaruhi metabolisme. Memiliki tiroid kurang aktif (hipotiroidisme) dikaitkan dengan penambahan berat badan.
Untungnya, hipotiroidisme dapat diobati. Bicaralah dengan penyedia layanan kesehatan jika kamu mengkhawatirkan kesehatan tiroid.