20 Alasan Berat Badan Tidak Turun-Turun, Bagaimana Mengatasinya?

Ruth Meliana

Jum'at, 04 April 2025 | 07:00 WIB
20 Alasan Berat Badan Tidak Turun-Turun, Bagaimana Mengatasinya?
ilustrasi perempuan berusaha menurunkan berat badan (freepik/studioredcup)

Suara.com - Usaha menurunkan berat badan memang tidak mudah. Awalnya, kamu mungkin menyadari menurunkan berat badan tampak lebih mudah. Namun seiring berjalannya waktu, perjalanan penurunan berat badan kerap melambat, bahkan mencapai titik puncak.

Ada beberapa alasan mengapa kamu mungkin mengalami kesulitan menurunkan berat badan, atau mencapai berat badan yang sehat, meski sudah rajin olahraga dan makan makanan sehat. Oleh sebab itu, penting untuk mengubah strategi penurunan berat badan.

Menyadur Very Well Health, berikut adalah 20 alasan mengapa berat badan kamu susah turun.

1. Menurunkan berat badan tanpa menyadarinya

Ilustrasi Berat Badan Berlebih (unsplash/towfiquy barbhuiy)
Ilustrasi Berat Badan Berlebih (unsplash/towfiquy barbhuiy)

Proses menurunkan berat badan berlangsung lambat, dan kamu mungkin tidak langsung menyadari perubahannya. Dalam kasus ini, berat badan kamu biasanya tetap sama, sementara tubuhmu kehilangan lemak dan bertambah otot.

Jaringan otot lebih berat daripada lemak, jadi wajar jika berat badan kamu tetap sama, atau bahkan bertambah saat kamu membentuk otot.

2. Menetapkan harapan yang tidak realistis

Ilustrasi berat badan. (Pixabay/geralt)
Ilustrasi berat badan. (Pixabay/geralt)

Sangat mudah untuk berkecil hati ketika kamu belum mencapai target penurunan berat badan. Apalagi jika kamu sudah memasang jangka waktu yang diinginkan.

Perlu diingat, ukuran dan bentuk tubuh setiap orang unik. Hal ini mempengaruhi target penurunan berat badan. Alhasil, mencapai penampilan atau angka tertentu pada timbangan mungkin tidak mungkin dilakukan.

baca juga

3. Tidak mencatat apa yang dimakan

Ilustrasi Menulis (Pexels/Lisa Fotios)
Ilustrasi Menulis (Pexels/Lisa Fotios)

Mencatat apa yang kamu makan merupakan cara yang efektif untuk menurunkan berat badan. Orang yang mencatat makanan, camilan, dan minuman mereka secara konsisten mengalami penurunan berat badan lebih banyak daripada mereka yang tidak melakukannya.

Tipsnya, kamu dapat mencatat asupan makanan sehari-hari di buku harian atau jurnal, kamera, atau aplikasi.

4. Tidak cukup berolahraga

Ilustrasi olahraga tanpa ke gym (Freepik/tirachardz)
Ilustrasi olahraga tanpa ke gym (Freepik/tirachardz)

Aktivitas fisik yang teratur merupakan bagian penting dari penurunan berat badan. Baik latihan kardio maupun latihan kekuatan telah terbukti membantu penurunan berat badan. Penelitian menunjukkan bahwa olahraga paling efektif jika dipadukan dengan pola makan sehat.

5. Tidak minum air yang cukup

Ilustrasi Dehidrasi (Freepik/KamranAydinov)
Ilustrasi Dehidrasi (Freepik/KamranAydinov)

Tetap terhidrasi dapat membantu kamu menurunkan berat badan. Minum air putih membuat tubuh tetap terhidrasi dan meningkatkan metabolisme.

Penelitian menunjukkan bahwa mengganti minuman berkalori dengan air putih merupakan strategi penurunan berat badan yang efektif. Selalu bawa botol air minum sepanjang hari agar kamu mudah mengingat untuk minum air putih.

6. Tidak menghindari minuman manis dan alkohol

Ilustrasi alkohol (thinkstock)
Ilustrasi alkohol (thinkstock)

Minuman manis dan alkohol kaya akan kalori, serta dapat memperlambat upaya penurunan berat badan. Minuman beralkohol, soda, jus, dan minuman manis lainnya menambah kalori tanpa nutrisi pada pola makan.

Minum alkohol juga dapat membuat kamu merasa lebih lapar dari biasanya. Jika kamu berniat menurunkan berat badan, sebaiknya mengurangi atau menghilangkan alkohol dari pola makan. Selain mempercepat penurunan berat badan, kebiasaan ini juga memperbaiki faktor risiko diabetes.

7. Melewatkan sarapan

Melewatkan sarapan dapat memengaruhi hasil penurunan berat badan, tetapi penelitiannya beragam. Beberapa penelitian menemukan hubungan antara melewatkan sarapan secara teratur dan penambahan berat badan, tetapi penelitian lainnya gagal menemukan hubungan tersebut.

8. Makan terlalu dekat dengan jam tidur

Ilustrasi makan malam. (pexels)
Ilustrasi makan malam. (pexels)

Makan makanan atau camilan tepat sebelum tidur dapat menyebabkan penambahan berat badan, tetapi penelitiannya tidak jelas. Jika kamu terus-menerus merasa lapar pada waktu tidur, kamu mungkin tidak makan cukup sepanjang hari.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan siklus makan berlebihan yang tidak sehat di malam hari. Alhasil, kamu tidak merasa lapar di pagi hari. Pada akhirnya, kebiasaan ini menghambat usaha menurunkan berat badan.

9. Makan terlalu sedikit

Ilustrasi makan donat (pixabay.com/Ryan McGuire)
Ilustrasi makan sedikit (pixabay.com/Ryan McGuire)

Saat memulai program penurunan berat badan, banyak orang berasumsi bahwa mereka perlu mengonsumsi lebih sedikit makanan setiap hari. Namun, tidak memberi tubuh nutrisi yang diperlukan justru bisa menyebabkan penambahan berat badan.

Membatasi kalori dapat meningkatkan rasa lapar dan menyebabkan kamu makan lebih banyak dari yang direncanakan. Makan lebih sedikit juga menurunkan laju metabolisme tubuh, sehingga kamu secara alami akan membakar lebih sedikit kalori.

10. Makan terlalu cepat

Ilustrasi Makan (Freepik)
Ilustrasi Makan (Freepik)

Makan makanan dan camilan terlalu cepat dapat menyebabkan penambahan berat badan seiring berjalannya waktu. Makan cepat saat terburu-buru adalah hal yang umum. Namun, makan cepat secara terus-menerus dapat memengaruhi berat badan dan kesehatan.

Perlambat diri kamu saat makan, perhatikan makanan, dan perhatikan tekstur serta rasa makanan tersebut. Setiap beberapa suap, berhentilah sejenak dan tanyakan pada diri sendiri apakah perut masih lapar.

11. Tidak mengonsumsi protein dan makanan utuh yang cukup

Bosan Kurus! Kenali 4 Jenis Makanan Penambah Berat Badan ini
Bosan Kurus! Kenali 4 Jenis Makanan Penambah Berat Badan ini

Mengonsumsi makanan yang kaya protein dan makanan utuh sangat penting untuk menjaga berat badan yang sehat. Termasuk memberi tubuh bahan bakar yang dibutuhkannya.

Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi lebih banyak makanan berprotein tinggi dikaitkan dengan penurunan berat badan dan risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Protein juga dapat membantu kamu menjaga berat badan yang sehat, serta mencegah penambahan berat badan di masa mendatang.

12. Mengonsumsi makanan olahan

Ilustrasi gorengan (freepik)
Ilustrasi gorengan (freepik)

Mengonsumsi makanan olahan bisa membuat berat badan kamu susah turun. Makanan olahan mengacu pada makanan yang dibuat manusia, seperti kue dan permen, makanan yang digoreng, dan makanan kemasan.

Sebaliknya, penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan utuh, seperti buah-buahan, sayuran, protein rendah lemak, dan biji-bijian dapat menurunkan berat badan. Ini karena makanan utuh membantu tubuh merasa kenyang dan menyediakan energi.

13. Terlalu banyak stres

Ilustrasi stres (Pexels/SHVETS_production)
Ilustrasi stres (Pexels/SHVETS_production)

Stres kronis dapat menyebabkan penambahan berat badan seiring waktu. Stres emosional menyebabkan tubuh melepaskan kortisol, hormon stres. Kortisol memberikan beberapa manfaat yang bermanfaat, seperti energi yang cepat.

Di sisi lain, kortisol juga memiliki efek buruk seperti penumpukan lemak. Stres emosional juga dapat menyebabkan makan lebih banyak atau menginginkan comfort food, seperti permen.

14. Tidak cukup tidur

Ilustrasi tidur (freepik.com/freepik)
Ilustrasi tidur (freepik.com/freepik)

Tidur sangat penting untuk setiap fungsi tubuh, termasuk metabolisme. Tidak cukup tidur meningkatkan risiko obesitas seiring waktu.

Ini karena tubuh tidak memiliki kesempatan untuk "mengatur ulang" di malam hari. Merupakan hal yang umum untuk mencari makanan padat kalori saat kamu lelah. Orang dewasa baiknya tidur selama tujuh hingga delapan jam per malam.

15. Jenis kelamin

Ilustrasi jenis kelamin (unsplash.com/Tim Mossholder)
Ilustrasi jenis kelamin (unsplash.com/Tim Mossholder)

Jenis kelamin seseorang dapat memengaruhi upaya penurunan berat badan mereka. Laki-laki cenderung memiliki massa otot yang lebih tinggi daripada perempuan. Alasannya, jaringan otot membakar lebih banyak kalori daripada lemak, sehingga laki-laki lebih mudah untuk menurunkan berat badan ketimbang perempuan.

16. Genetika

Ilustrasi tes genetika, DNA. (Shutterstock)
Ilustrasi tes genetika, DNA. (Shutterstock)

Genetika dan riwayat keluarga dapat memengaruhi hasil penurunan berat badan. Para peneliti mengetahui 15 gen yang memengaruhi risiko obesitas, dan perubahan pada gen ini dapat memengaruhi tingkat rasa lapar. Ras atau etnis kamu juga dapat memengaruhi berat badan.

17. Metabolisme

Ilustrasi Organ Pencernaan. (freepik/james jonah)
Ilustrasi Organ Pencernaan. (freepik/james jonah)

Metabolisme menentukan seberapa cepat tubuh menggunakan energi dan membakar kalori. Metabolisme setiap orang berbeda, dan beberapa orang bekerja lebih cepat daripada yang lain.

Aktivitas fisik dapat meningkatkan laju metabolisme Anda. Hal ini karena jaringan otot secara alami membakar lebih banyak kalori. Oleh sebab itu, fokuslah pada latihan kekuatan dan mengonsumsi protein untuk meningkatkan upaya penurunan berat badan.

18. Bertambahnya usia

Ilustrasi Berat Badan. [pexels.com]
Ilustrasi Berat Badan. [pexels.com]

Tubuh setiap orang berubah seiring bertambahnya usia. Setelah usia 30 tahun, tubuh mulai kehilangan massa otot. Hal ini secara alami memperlambat jumlah kalori yang dibakar setiap hari.

Setelah usia 30 tahun, lemak tubuh secara alami juga meningkat. Untuk memperlambat perubahan alami ini, fokuslah pada konsumsi makanan bergizi, berolahraga setiap hari, dan kelola stres.

19. Obat-obatan

Ilustrasi Obat - Apakah Tramadol Termasuk Narkoba? (Unsplash)
Ilustrasi Obat - Apakah Tramadol Termasuk Narkoba? (Unsplash)

Beberapa obat umum dapat menyebabkan penambahan berat badan atau membuat penurunan berat badan menjadi lebih sulit. Obat-obatan yang diketahui berkontribusi terhadap penambahan berat badan di antaranya obat antidepresan, pil KB, insulin, dan obat kejang seperti depakote.

20. Tiroid kurang aktif

Kanker tiroid bisa diobati dengan terapi nuklir. (Shutterstock)
Kanker tiroid bisa diobati dengan terapi nuklir. (Shutterstock)

Kelenjar tiroid merupakan bagian dari sistem endokrin dan memengaruhi metabolisme. Memiliki tiroid kurang aktif (hipotiroidisme) dikaitkan dengan penambahan berat badan.

Untungnya, hipotiroidisme dapat diobati. Bicaralah dengan penyedia layanan kesehatan jika kamu mengkhawatirkan kesehatan tiroid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sehat dan Bugar dengan Lari: Gaya Hidup Aktif Perempuan Masa Kini

Sehat dan Bugar dengan Lari: Gaya Hidup Aktif Perempuan Masa Kini

Health | Jum'at, 28 Maret 2025 | 16:26 WIB

Imam Masjid di AS Ajak Jamaah Push-Up sambil Dzikir setelah Salat Tarawih, Bagaimana Hukumnya?

Imam Masjid di AS Ajak Jamaah Push-Up sambil Dzikir setelah Salat Tarawih, Bagaimana Hukumnya?

Lifestyle | Rabu, 26 Maret 2025 | 11:50 WIB

Review Anime Ao no Hako, Cinta dan Ambisi Berpadu dalam Satu Lapangan

Review Anime Ao no Hako, Cinta dan Ambisi Berpadu dalam Satu Lapangan

Your Say | Rabu, 26 Maret 2025 | 11:08 WIB

Nino Fernandez Turunkan Berat Badan hingga 6 Kg demi Series Duren Jatuh

Nino Fernandez Turunkan Berat Badan hingga 6 Kg demi Series Duren Jatuh

Video | Jum'at, 28 Maret 2025 | 20:10 WIB

Tips Aman Mudik Lebaran 2025 Pakai Mobil Pribadi, Lengkap dengan Menu Makanan Sehat!

Tips Aman Mudik Lebaran 2025 Pakai Mobil Pribadi, Lengkap dengan Menu Makanan Sehat!

Lifestyle | Senin, 24 Maret 2025 | 21:06 WIB

Daftar 3 Serat Ajaib Jaga Kesehatan Usus, Lengkap dengan 6 Buah Bikin Kenyang Lebih Lama Saat Puasa

Daftar 3 Serat Ajaib Jaga Kesehatan Usus, Lengkap dengan 6 Buah Bikin Kenyang Lebih Lama Saat Puasa

Lifestyle | Jum'at, 21 Maret 2025 | 21:01 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×