Kisah Mistis Pendaki Wanita yang Hilang dan Bertemu Sosok Gaib

Muhammad Yunus

Rabu, 23 April 2025 | 16:17 WIB
Kisah Mistis Pendaki Wanita yang Hilang dan Bertemu Sosok Gaib
Puluhan tim SAR gabungan mengevakuasi seorang perempuan bernama Eva yang hilang selama empat hari di gunung Abbo, Maros, Sulawesi Selatan [Suara.com/Istimewa]

Suara.com - Nama Eva sempat menggemparkan publik pada awal Juni 2021 lalu.

Ia dinyatakan hilang selama empat hari saat mendaki Gunung Abbo di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan bersama teman-temannya.

Apa yang dialaminya selama 96 jam di tengah belantara itu bukan sekadar kisah tersesat biasa.

Kisahnya diceritakan melalui kanal YouTube RJL 5 milik Fajar Aditya.

Dalam tayangan berdurasi lebih dari satu jam itu, Eva membuka tabir misteri yang selama ini hanya menjadi bisik-bisik para pendaki dan netizen: apa sebenarnya yang terjadi di Gunung Abbo?

Eva mengaku, awalnya ia mendaki bersama sembilan orang lainnya untuk merintis pembentukan organisasi pecinta alam.

"Kita totalnya ada 10 orang. Ada dua perempuan sebut saja Mawar dan Melati, termasuk saya. Tujuh orang lainnya adalah laki-laki," ujar Eva.

Mawar mengajak Eva untuk gabung di organisasi pecinta alam yang baru mau dirintis itu. Awalnya, ia menolak, tapi Mawar terus menerus membujuknya hingga akhirnya ia mengiyakan.

Pada hari yang telah ditentukan untuk berangkat, Mawar meminta Eva untuk membatalkan rencananya ke Gunung Abbo. Namun, ia tetap ngotot untuk berangkat karena sudah melakukan persiapan.

baca juga

Tak ada yang aneh awalnya. Kecurigaan mulai muncul saat di tengah perjalanan, Eva berniat merekam perjalanan mereka untuk dokumentasi. Namun, Mawar menolak divideo.

"Saya mulai curiga kenapa ini, ada apa? kok responnya begitu?," tanya Eva dalam hati.

Ia merasa ada yang janggal sejak itu. Apalagi Mawar tiba-tiba mengucap "semoga nanti ada keajaiban". Namun, ia mampu menenangkan perasaannya.

Suatu malam saat sedang membahas pendirian organisasi, salah satu teman wanita mereka kesurupan mendadak.

Saat momen kesurupan itu, Mawar meminta cincin Eva. Cincin itu berbentuk batu akik berwarna merah.

"Cincin itu diover ke delapan orang yang ada disitu lalu dikembalikan ke saya. Saya tidak tahu maksudnya apa," ungkapnya.

Pada pagi harinya, Eva sempat meminta tolong untuk ditemani buang air besar. Ia lalu ditemani oleh salah satu pria yang ikut dalam rombongan pendakian tersebut.

Namun karena mengalami sembelit, Eva memilih untuk cerita-cerita di pinggir sungai. Ia menanyakan, kenapa pembahasan organisasinya harus di gunung Abbo?

Pria itu menjawab, dia juga hanya diajak oleh anggota lain. Ia diberitahu bahwa, jika ingin mendapatkan ilmu kuat silahkan ikut.

Sejak itu, Eva tak tenang. Ia merasa ada sesuatu hal tidak baik yang direncanakan oleh rombongan pendaki tersebut.

Eva lalu melihat ada seseorang lainnya menyelip ke batu besar di dekat sungai dan meletakkan sesuatu benda. Ia terus semakin curiga dan merasa ada yang mengawasinya.

"Saya sempat dengar sembunyi-sembunyi mereka bilang usahakan dia makan supaya nanti merasa tidak terlalu sakit. Saya tolak makanan itu," ujarnya.

Karena rasa ketakutan menghantuinya, ia beralasan hendak buang air kecil dan tidak perlu ditemani. Padahal Eva bermaksud untuk melarikan diri.

"Saya memilih kabur mengikuti aliran sungai. Ketika saya nyebrang sungai, air sampai di leher," katanya.

"Saya sembunyi di antara bebatuan. Saat itu saya hanya bawa dompet, jaket, headlamp, dan sedikit biskuit," kenangnya.

Tapi seketika suasana berubah. Ia mendengar suara laki-laki memanggil namanya, hingga muncul cicak berwarna oranye-hitam di kakinya, tapi menghilang seketika.

Ia mendengar suara misterius lain berkata, "Saya sudah kirim semut untuk pancing dia keluar."

Tak lama, semut-semut hitam itu menggigit tangan dan kakinya. Panik dan merinding, Eva menahan diri untuk tidak bersuara. Ia merasa diawasi.

Ia kemudian memberanikan diri keluar dari tempat persembunyiannya dan mendaki lagi. Dan di tengah perjalanan, ia kembali mendengar suara pria.

Perjalanan Eva menjadi seperti labirin antara dunia nyata dan dunia lain. Ia mendengar langkah kaki, seretan besi, melihat bayangan hitam, hingga suara-suara asing yang seolah tahu keberadaannya.

"Saya sempat merasa masuk ke rumah nenek, padahal saya di hutan. Saya yakin saya lagi berhalusinasi karena capek, tapi rasanya terlalu nyata," ujar Eva.

Di tengah kegelapan itu, Eva menemukan bebatuan yang bisa ditempati bersandar. Ia memilih beristrahat dan tidur sebentar.

Namun tiba-tiba terbangun dan merasa dirinya sangat ringan. Saat diperiksa, jaket yang sedang digunakan dan headlampnya di kepala hilang.

"Badan saya nyut-nyutan. Saya periksa tubuh, sudah ada luka yang darahnya kering di belakang. Kepala saya juga penuh gumpalan darah tapi jilbab saya tidak sobek," kata Eva.

Dalam mimpi anehnya, ia bertemu sosok berjilbab yang mengaku sebagai dokter di 'rumah sakit khusus'.

Sosok itu berkata, "Bos saya tidak mau kamu pergi."

Eva kembali melihat ada bayangan yang berjalan meninggalkannya. Sosok hitam itu sempat berdiri di bibir goa.

"Tiba-tiba saya melihat mata merah kayak jalan. Saya lempar batu, saya mau pastikan ini manusia, makhluk halus atau hewan. Tapi saya pastikan itu mahkluk halus," ungkapnya.

Saat itu, ia sudah dinyatakan hilang hari ketiga. Suara-suara kembali datang, memanggil namanya. Tapi Eva tak berani menyahut.

Dalam persembunyiannya, Eva sempat mendengar suara samar. "Nanti kalau selamat langsung ke Bulukumba ya".

Eva merasa dibopong keluar sama dokter itu. Namun kondisi itu semuanya terasa aneh karena ia seolah dibawa ke rumah neneknya.

"Saya melihat ada wujud nenek saya. Saya ditawari makan, disitu banyak sekali makanan ada gulai ayam, ikan bakar, banyak banget. Tapi saya bilang, saya tidak lapar," ujarnya.

Seketika Eva sadar ternyata ia terbuai mimpi. Jiwa dan raganya masih ada di hutan, di dalam gua.

Namun, ia terheran-heran karena kali ini berada di gua yang berbeda dengan sebelumnya. Padahal ia merasa tak pernah berpindah.

Saat terbangun kembali, Eva melihat dengan samar sejumlah orang berbaju orens. Ia sadar akhirnya berhasil diselamatkan oleh tim SAR.

Seperti diketahui, Eva dilaporkan hilang saat mendaki dengan teman-temannya di Gunung Abbo, pada Minggu, 6 Juni 2021.

Keluarga bahkan sempat membuat ritual khusus untuk mempermudah pencarian. Warga sekitar percaya bahwa sungai tempat Eva hilang adalah tempat mistis.

Beberapa jam setelah melakukan ritual, tim SAR menemukan jaket korban. Jaket ini jadi petunjuk untuk menemukan jejak Eva.

Yang tersisa kini hanyalah luka fisik dan ingatan yang membekas kuat tentang sesuatu yang tak bisa dijelaskan logika.

Apakah Eva tersesat atau ‘disesatkan’? Gunung Abbo, yang dikenal angker oleh warga sekitar itu sempat jadi sorotan. Bahkan diangkat menjadi sebuah film oleh sutradara Dedy Mercy pada tahun 2025.

Dan kisah Eva menambah panjang daftar misteri yang belum terjawab dari gunung yang dipercaya menyimpan "penghuni lain" itu.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sosok Mbok Yem, 'Penjaga' Gunung Lawu dan Warungnya yang Legendaris

Sosok Mbok Yem, 'Penjaga' Gunung Lawu dan Warungnya yang Legendaris

Bisnis | Rabu, 23 April 2025 | 16:11 WIB

Viral Pria Berbaju Timnas Indonesia Injak Situs Artefak Batu Kenteng Songo di Puncak Merbabu

Viral Pria Berbaju Timnas Indonesia Injak Situs Artefak Batu Kenteng Songo di Puncak Merbabu

Bola | Sabtu, 19 April 2025 | 10:53 WIB

Kisah Cinta Terlarang Membuka Pintu bagi Ekowisata Gunung Tangkuban Perahu

Kisah Cinta Terlarang Membuka Pintu bagi Ekowisata Gunung Tangkuban Perahu

Your Say | Rabu, 09 April 2025 | 16:01 WIB

Terkini

DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta

DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta

Otomotif | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:14 WIB

Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya

Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya

Foto | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:00 WIB

50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan

50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan

Jawa Tengah | Kamis, 30 Juli 2026 | 05:51 WIB

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

×