Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Sosok Mbok Yem, 'Penjaga' Gunung Lawu dan Warungnya yang Legendaris

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 23 April 2025 | 16:11 WIB
Sosok Mbok Yem, 'Penjaga' Gunung Lawu dan Warungnya yang Legendaris
Mbok Yem Pemilik Warung di Puncak Lawu Ditandu Turun Gunung. [Instagram/@magetanbanget]

Suara.com - Kabar duka menggema di antara hembusan angin pegunungan, menyelimuti hati para pencinta alam dan pendaki Indonesia. Mbok Yem meninggal dunia.

Wakiyem, yang lebih dikenal dengan sapaan hangat Mbok Yem, sosok perempuan tangguh dan penuh dedikasi yang telah menjadi legenda di puncak Gunung Lawu, menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu (23/4/2025) siang di kediaman sederhananya di Dusun Dagung, Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Magetan.

Kepergian Mbok Yem meninggalkan jejak haru dan kenangan mendalam bagi ribuan pendaki yang pernah merasakan kehangatan sapaan dan suguhan sederhananya.

Sebelum berpulang, Mbok Yem sempat menjalani perawatan intensif di RSU Siti Aisyiyah, Ponorogo. Dugaan kuat penyebab Mbok Yem meninggal dunia karena pneumonia akut, sebuah peradangan paru-paru yang menyerang saluran pernapasannya.

Mbok Yem bukanlah sekadar pemilik warung biasa. Namanya terukir dalam setiap langkah pendaki yang melintasi jalur pendakian Cemoro Sewu maupun Cemoro Kandang. Sejak tahun 1980-an, dengan kesetiaan yang tak tergoyahkan, ia menjaga dan melayani para pejuang ketinggian dari warung mungilnya yang berdiri kokoh di Hargo Dumilah, sebuah titik strategis di ketinggian 3.150 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Hanya berjarak 115 meter dari puncak Lawu yang megah, warung Mbok Yem bukan hanya menjadi tempat peristirahatan, tetapi juga simbol ketahanan dan keramahan di tengah dinginnya hawa pegunungan.

Bagi para pendaki yang kelelahan menaklukkan jalur terjal, kehadiran Mbok Yem lebih dari sekadar seorang pedagang. Ia adalah oase di tengah perjalanan, seorang ibu yang selalu siap menyuguhkan kehangatan dan energi melalui seporsi nasi pecel sederhana namun penuh cinta, dihargai hanya Rp15.000.

Sepiring nasi hangat dengan telur ceplok, sayuran segar, bihun, dan bumbu pecel khas Magetan racikannya sendiri menjadi penyemangat yang tak ternilai harganya. Tak ketinggalan, teh dan susu hangat selalu tersedia, menemani dinginnya udara pegunungan yang menusuk tulang.

Meskipun nasi pecel menjadi menu andalan sehari-hari, Mbok Yem juga memiliki sajian istimewa berupa soto yang hanya hadir pada waktu-waktu tertentu, terutama saat bulan Suro tiba, menambah daya tarik tersendiri bagi para pendaki yang beruntung menjamahnya. Selain itu, berbagai makanan cepat saji seperti mi instan dan aneka gorengan juga dijual dengan harga yang sangat bersahabat, mengingat betapa sulitnya medan yang harus ditempuh untuk membawa pasokan ke ketinggian tersebut.

Mbok Yem awalnya adalah penjual jamu yang gigih mencari bahan-bahan alami di lereng Gunung Lawu bersama mendiang suaminya. Setelah sang suami berpulang, tugas mencari bahan jamu dilanjutkan oleh putranya.

Mendirikan warung di puncak Lawu tidak masuk dalam rencana hidupnya. Namun, takdir membawanya bertemu dengan seorang pendaki gunung yang menginspirasinya untuk membangun sebuah rumah sekaligus warung kecil, sebuah langkah sederhana namun berdampak besar dalam memenuhi kebutuhan logistik para pendaki yang melintasi Lawu.

Salah satu hal yang paling mengesankan dari sosok Mbok Yem adalah kehidupannya yang menyatu dengan alam Lawu. Ia memiliki seekor monyet peliharaan yang diberi nama “Temon Aditya”, menjadi teman setia di tengah kesunyian puncak gunung.

Meskipun sang anak dan seorang pekerja sesekali membantu di warung, sebagian besar hari-hari Mbok Yem dihabiskan seorang diri di ketinggian, menjaga api semangat dan kehangatan bagi siapa pun yang singgah.

Perjuangan Mbok Yem untuk menjaga warungnya di ketinggian tidaklah mudah. Di masa-masa awal berjualan, ia harus memikul sendiri beban logistik ke puncak, hanya ditemani oleh anak angkatnya, Pak Muis, yang setia mendampinginya selama 17 tahun.

Namun, seiring bertambahnya usia dan menurunnya kondisi fisik, Mbok Yem mengandalkan jasa porter untuk mengangkut seluruh bahan makanan ke atas, sebuah pengorbanan finansial yang tidak kecil, mencapai Rp500.000 untuk setiap pengiriman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benjolan di Payudara Tak Selalu Kanker! Dokter Ungkap Fakta Penting yang Wajib Diketahui Wanita

Benjolan di Payudara Tak Selalu Kanker! Dokter Ungkap Fakta Penting yang Wajib Diketahui Wanita

Health | Rabu, 23 April 2025 | 14:44 WIB

Debut Manis! Karanganyar Jadi Tuan Rumah Liga 4 Nasional, Laskar Singo Lawu Ngamuk!

Debut Manis! Karanganyar Jadi Tuan Rumah Liga 4 Nasional, Laskar Singo Lawu Ngamuk!

Video | Selasa, 22 April 2025 | 22:40 WIB

Awas! Nyeri Pinggang Hebat Bisa Jadi Batu Saluran Kemih, Ini Gejalanya Menurut dr. Diki

Awas! Nyeri Pinggang Hebat Bisa Jadi Batu Saluran Kemih, Ini Gejalanya Menurut dr. Diki

Health | Selasa, 22 April 2025 | 15:55 WIB

Tingkat Keberhasilan Hingga 93%, MitraClip Jadi Harapan Baru Penderita Kebocoran Katup Jantung

Tingkat Keberhasilan Hingga 93%, MitraClip Jadi Harapan Baru Penderita Kebocoran Katup Jantung

Health | Selasa, 22 April 2025 | 15:53 WIB

Galeri Foto: Antusiasme Warga Lereng Gunung Lawu Tonton Liga 4 Nasional

Galeri Foto: Antusiasme Warga Lereng Gunung Lawu Tonton Liga 4 Nasional

Bola | Selasa, 22 April 2025 | 02:04 WIB

Pemimpin Tertinggi Umat Katolik Meninggal Dunia, Apa Penyakit yang Diderita Paus Fransiskus?

Pemimpin Tertinggi Umat Katolik Meninggal Dunia, Apa Penyakit yang Diderita Paus Fransiskus?

Your Say | Senin, 21 April 2025 | 19:55 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB