2. Rapid sequence intubation (RSI)
Dalam dunia kegawatdaruratan, etomidate kerap digunakan untuk memfasilitasi intubasi cepat. Kombinasi etomidate dengan agen paralitik memungkinkan dokter untuk melakukan intubasi trakea dengan cepat dan aman, terutama pada pasien yang mengalami kegagalan napas atau trauma berat.
3. Sedasi prosedural
Etomidate juga digunakan untuk prosedur jangka pendek seperti kardioversi listrik, reduksi dislokasi sendi, atau tindakan ginekologis seperti kuretase.
Obat ini memberikan efek sedasi mendalam dalam waktu singkat. Alhasil, etomidate saja cukup untuk menyelesaikan prosedur tanpa memerlukan anestesi umum yang panjang.
Risiko dan Efek Samping Etomidate

Meskipun memiliki banyak keuntungan, etomidate juga berbahaya jika digunakan sembarangan. Apa saja efek samping etomidate?
1. Supresi kortisol
Salah satu efek samping etomidate yang paling signifikan adalah penekanan fungsi adrenal. Etomidate menghambat enzim penting dalam sintesis kortisol.
Kondisi ini dapat menyebabkan insufisiensi adrenal sementara, terutama pada pasien yang kritis atau yang membutuhkan respons hormonal cepat untuk mengatasi stres fisiologis. Penurunan kadar kortisol ini bisa bertahan hingga 72 jam setelah satu kali pemberian.
2. Mioklonus
Efek samping lain etomidate adalah mioklonus. Kondisi ini membuat gerakan otot tidak terkendali, sehingga menyerupai kejang ringan.
Efek samping ini bisa muncul setelah pemberian etomidate. Walau tidak berbahaya, kondisi tersebut bisa mengejutkan dan menyulitkan pasien jika tidak diantisipasi.
3. Nyeri di lokasi injeksi
Etomidate dapat menyebabkan rasa nyeri atau sensasi terbakar saat disuntikkan melalui pembuluh darah. Hal ini bisa diminimalkan dengan pemberian bersama lidokain atau melalui jalur vena yang lebih besar.