Industri Pariwisata Berubah karena AI, Mahasiswa Perhotelan Harus Fokus ke Wisata Berkelanjutan

Husna Rahmayunita, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 09 Mei 2025 | 13:41 WIB
Industri Pariwisata Berubah karena AI, Mahasiswa Perhotelan Harus Fokus ke Wisata Berkelanjutan
Ilustrasi perhotelan. (Freepik)

Suara.com - Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mengharuskan banyak industri bertransformasi, termasuk industri pariwisata. Sehingga mahasiswa perhotelan atau hospitality harus berfokus pada pariwisata berkelanjutan, apa itu?

Fakta ini diungkap Rektor Universitas Pelita Harapan (UPH), Dr. (Hon) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc saat meresmikan HOSPITOUR di Jakarta beberapa waktu lalu. Ia mengatakan industri pariwisata global yang berubah karena AI ini bisa juga menciptakan peluang baru bagi generasi muda.

"Transformasi digital dan teknologi seperti AI akan membawa perubahan besar dalam dunia pariwisata. Karena itu, kami ingin membekali generasi muda agar mampu beradaptasi, berinovasi, dan menciptakan pariwisata yang relevan hingga tahun 2045,” ujar Jonathan melalui keterangan yang diterima Suara.com, Kamis (8/5/2025).

Perubahan drastis karena AI inilah yang menurut Dekan FHospar UPH, Prof. Dr. Diena M. Lemy harus diimbangi dengan adanya kolaborasi dan memanfaatkan teknologi dengan benar, tujuannya agar industri pariwisata di Indonesia berkelanjutan.

Organisasi Pariwisata Dunia atau UNWTO menjelaskan pariwisata berkelanjutan yaitu kegiatan wisata yang mempertimbangkan sepenuhnya dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan saat ini hingga masa depan. Pariwisata berkelanjutan juga harus bisa memenuhi kebutuhan pengunjung, industri, lingkungan, hingga masyarakat di sekitar destinasi.

Peserta HOSPITOUR saat kompetisi di Jakarta. (Foto:Istimewa)
Peserta HOSPITOUR saat kompetisi di Jakarta. (Foto:Istimewa)

Ada 3 hal penting dalam pariwisata berkelanjutan. Pertama lingkungan, seperti memakai energi terbarukan, pengelolaan limbah dan konservasi sumber daya alam.

Kedua sosial budaya, seperti melestarikan budaya dan tradisi lokal serta membuat masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan pariwisata.

Ketiga ekonomi, berupa meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dengan menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha. Poin ini juga meliputi dukungan terhadap produk dan jasa lokal untuk memastikan manfaat ekonomi tersebar merata.

Ketiga unsur ini harus bisa dipenuhi untuk bisa disebut sebagai pariwisata berkelanjutan.

baca juga

Ini karena tujuannya agar dampak negatif pariwisata terhadap lingkungan dan budaya lokal bisa dikurangi. Lalu kualitas hidup di sekitar destinasi wisata jadi meningkat, tapi juga pengalaman unik yang didapat wisatawan lebih bermakna, hingga akhirnya industri pariwisata tetap berputar terus menerus.

Beberapa contoh konsep pariwisata berkelanjutan di Indonesia yaitu destinasi berbasis komunitas dengan melibatkan masyarakat lokal seperti Desa Wisata Nglanggeran Gunung Kidul, Taman Nasional Komodo berupa ekowisata untuk melindungi komodo, dan Kampung Bantar Bogor yakni mengubah kawasan kumuh menjadi desa wisata berbasis lingkungan.

Inilah sebabnya Prof. Diena menggelar HOSPITOUR 2025 dengan tema Connect yaitu Creating Opportunities for Nurturing Tourism through Engagement of Community and Technology. Harapannya industri pariwisata lebih inklusif bagi semua pihak dan generasi muda di bidang hospitality bisa lebih adaptif.

"Kami berharap HOSPITOUR menjadi ruang kolaboratif bagi akademisi, praktisi, dan masyarakat dalam membangun pariwisata yang inklusif dan adaptif,” ungkap Prof. Diena.

Kegiatan ini rampung digelar pada 14 hingga 16 April 2025 lalu, di mana di dalamnya terdapat 23 kategori kompetisi yang terbuka bagi siswa, mahasiswa, hingga dosen.

Beberapa kategori yang dipertandingkan untuk menambah kemampuan generasi muda di bidang pariwisata yakni meliputi kitchen competition, latte art competition, guiding competition, tour package competition, solo vocal, dan travel review competition.

Ketua Program Studi Pengelolaan Perhotelan UPH, Dr. Amelda Pramezwary mengatakan penting bagi siswa atau mahasiswa perhotelan memiliki jejaring di industri pariwisata, namun di saat bersamaan mereka juga perlu dibina secara maksimal.

"Diharapkan, hasil kreasi peserta dapat menjadi inspirasi bagi pelaku industri makanan dan minuman di Indonesia, bahwa produk lokal memiliki potensi besar jika dikemas dan diolah secara inovatif,” jelas Amelda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LuarKampus Sabet Gelar Startup Terbaik di NextDev 2025, Platform AI Bantu Raih Beasiswa Impian

LuarKampus Sabet Gelar Startup Terbaik di NextDev 2025, Platform AI Bantu Raih Beasiswa Impian

Tekno | Jum'at, 09 Mei 2025 | 13:27 WIB

Micro-Credentials AI adalah Kunci Sukses di Era Kecerdasan Buatan

Micro-Credentials AI adalah Kunci Sukses di Era Kecerdasan Buatan

Tekno | Jum'at, 09 Mei 2025 | 13:15 WIB

Samsung TV 2025 Siap Meluncur di Indonesia, Dilengkapi Samsung Vision AI

Samsung TV 2025 Siap Meluncur di Indonesia, Dilengkapi Samsung Vision AI

Tekno | Jum'at, 09 Mei 2025 | 11:42 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×