Bertani di Gedung Bertingkat: Teknologi Vertical Farming Jadikan Lahan Pertanian Bebas Pestisida

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Kamis, 22 Mei 2025 | 12:29 WIB
Bertani di Gedung Bertingkat: Teknologi Vertical Farming Jadikan Lahan Pertanian Bebas Pestisida
Ilustrasi pertanian vertikal, verical farming. (Photo by Anthony Rahayel/Pexels)

Suara.com - Masa depan sektor pertanian modern ada di perkotaan meski dengan lahan yang terbatas. Caranya, dengan memaksimalkan pertanian vertikal (vertical farming) yang tak hanya menguntungkan, tapi juga ramah lingkungan.

Sebuah studi terbaru dari Technical University of Munich (TUM) melalui platform riset TUMCREATE di Singapura menegaskan potensi luar biasa pertanian vertikal sebagai solusi ketahanan pangan masa depan. Tak hanya fokus pada selada dan sayuran daun, riset ini memperluas cakupan pada enam kelompok pangan: tanaman pangan, alga, jamur, serangga, ikan, dan daging kultur.

"Pertanian vertikal adalah tambahan yang berharga untuk ketahanan pangan. Makanan dapat ditanam dekat dengan konsumen, tidak bergantung pada cuaca, dan menggunakan ruang secara efisien," jelas Dr. Vanesa Calvo-Baltanás, peneliti utama studi tersebut, dikutip EurekaAlert!, Kamis (22/5/2025).

Mengenal Teknologi Vertical Farming

Vertical farming merupakan metode bertani secara vertikal menggunakan rak bertingkat atau dinding hijau dalam ruangan, lengkap dengan sistem hidroponik, aeroponik, dan pencahayaan LED. Sistem ini memungkinkan panen sepanjang tahun dengan kontrol penuh atas suhu, kelembaban, dan nutrisi.

Beberapa keunggulan vertical farming yang relevan untuk kota-kota besar antara lain:

  • Hemat Ruang: Bisa diterapkan di rooftop, balkon, atau dalam ruangan.
  • Hemat Air: Menggunakan sirkulasi air yang efisien, menghemat hingga 90% air dibanding pertanian tradisional.
  • Tidak Tergantung Cuaca: Tanaman tumbuh dalam kondisi stabil dan optimal sepanjang tahun.
  • Bebas Pestisida: Produksi lebih sehat karena risiko hama sangat minim.
  • Panen Konsisten: Lingkungan terkontrol menjamin hasil panen yang stabil.

Produktivitas Melonjak Ribuan Kali

Penelitian ini menunjukkan sistem pertanian vertikal 10 lantai dapat meningkatkan produksi protein hingga 300 kali lipat untuk tanaman pangan, dan bahkan 6.000 kali lipat untuk jamur serta serangga, dibandingkan dengan metode pertanian konvensional di lahan terbuka.

Keunggulan ini tak hanya terletak pada produktivitas tinggi, tetapi juga pada dampak lingkungan yang lebih rendah. Sistem ini menghemat lahan, menghilangkan kebutuhan akan pestisida dan antibiotik, serta membuka peluang besar bagi ekonomi sirkular.

“Potensi pertanian vertikal masih jauh dari habis,” tegas Profesor Senthold Asseng dari TUM, Lead Principal Investigator di TUMCREATE.

Ekonomi Sirkular dan Efisiensi Energi

Salah satu aspek menarik dari studi ini adalah potensi sirkularitas dalam produksi pangan. Limbah tanaman dapat digunakan untuk membudidayakan jamur dan serangga, yang keduanya memerlukan sedikit cahaya dan ruang, sehingga mengurangi konsumsi energi yang selama ini menjadi tantangan besar dalam pertanian vertikal.

Namun, tantangan tetap ada. “Pertanian dalam lingkungan terkendali dapat merevolusi produksi pangan. Namun, diperlukan kemajuan teknologi, penelitian interdisipliner untuk mengatasi masalah energi, insentif kebijakan, dan keterlibatan publik untuk merealisasikan potensi penuhnya,” lanjut Dr. Calvo-Baltanás.

Strategi Singapura "30-by-30"

Temuan ini memperkuat langkah Singapura dalam mencapai strategi nasional “30-by-30”, yakni memproduksi 30% kebutuhan nutrisinya secara lokal pada tahun 2030. Negara pulau yang padat penduduk ini menjadi laboratorium alami untuk mengembangkan pertanian vertikal yang efisien, adaptif, dan tidak tergantung pada ketersediaan lahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertamina Resmikan PLTS Atap Terbesar untuk Perkuat Komitmen Energi Ramah Lingkungan

Pertamina Resmikan PLTS Atap Terbesar untuk Perkuat Komitmen Energi Ramah Lingkungan

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 12:26 WIB

20 Tahun Alami Benjolan di Leher, Tommy J Pisa Akhirnya Jalani Operasi Tiroid

20 Tahun Alami Benjolan di Leher, Tommy J Pisa Akhirnya Jalani Operasi Tiroid

News | Selasa, 20 Mei 2025 | 19:39 WIB

Kapolri-Mentan Panen Raya Jagung di Sulsel: Produksi Melonjak 39 Persen

Kapolri-Mentan Panen Raya Jagung di Sulsel: Produksi Melonjak 39 Persen

News | Sabtu, 17 Mei 2025 | 01:53 WIB

Terkini

Apa Larangan pada Hari Tasyrik? Ini Amalan yang Dianjurkan

Apa Larangan pada Hari Tasyrik? Ini Amalan yang Dianjurkan

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 10:10 WIB

10 Cara Olah Daging Kambing Kurban Agar Empuk dan Tidak Bau Prengus

10 Cara Olah Daging Kambing Kurban Agar Empuk dan Tidak Bau Prengus

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:36 WIB

Daging Kurban Tahan Berapa Lama di Kulkas? Ini Estimasi Daya Tahannya

Daging Kurban Tahan Berapa Lama di Kulkas? Ini Estimasi Daya Tahannya

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:34 WIB

4 Pilihan Kulkas 2 Pintu Panasonic Paling Hemat Listrik, Dingin Maksimal, dan Awet

4 Pilihan Kulkas 2 Pintu Panasonic Paling Hemat Listrik, Dingin Maksimal, dan Awet

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:16 WIB

Kunjungan Wisatawan Naik, Tingkat Hunian Penginapan di Makassar Terus Menggeliat

Kunjungan Wisatawan Naik, Tingkat Hunian Penginapan di Makassar Terus Menggeliat

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:00 WIB

Hari Tasyrik itu Hari Apa Saja? Ini Asal Usul, Hukum, dan Amalannya

Hari Tasyrik itu Hari Apa Saja? Ini Asal Usul, Hukum, dan Amalannya

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 08:59 WIB

Bacaan Takbir Muqayyad yang Dikumandangkan Saat Idul Adha hingga Hari Tasyrik

Bacaan Takbir Muqayyad yang Dikumandangkan Saat Idul Adha hingga Hari Tasyrik

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 08:05 WIB

Daging Kambing Bikin Kolesterol dan Tensi Naik? Jangan Salah Paham, Ini Kata Dokter Tirta

Daging Kambing Bikin Kolesterol dan Tensi Naik? Jangan Salah Paham, Ini Kata Dokter Tirta

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 08:02 WIB

Jadwal Hari Tasyrik: Larangan Puasa, Dalil dan Anjuran Amalan Usai Iduladha

Jadwal Hari Tasyrik: Larangan Puasa, Dalil dan Anjuran Amalan Usai Iduladha

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 07:04 WIB

Kamis Beruntung, 4 Shio Paling Hoki dan Panen Cuan pada 28 Mei 2026

Kamis Beruntung, 4 Shio Paling Hoki dan Panen Cuan pada 28 Mei 2026

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 06:55 WIB